
Semua monster yang ada di sana langsung terkapar tak bernyawa. "Yosh.... sudah selesai di sini....." ucap Rei. "Eh.... sudah selesai....? padahal aku belum selesai....." ucap Sasaki. "Di dalam goa itu tepat persembunyian mereka...." ucap Rei. Dan mereka pun masuk ke dalam sana.
Di dalam sana sangat gelap dan tak terlihat apa apa. "Sihir api: Illumination fire" Lucrut menggunakan sihir api dan Api yang di ciptakan oleh Lucrut itu menyala di pinggir tembok goa dan menyala sebagai penerangan. "Terima kasih, Lucrut...." ucap Rei. "Bukan apa apa...." ucap Lucrut. "Wroooaaarrrr....." tiba tiba saja terdengar suara raungan yang sangat keras.
Mereka pun langsung berhenti. Dan Lucrut membuat penerangan ke depan. Dan di depan mereka terlihat seekor naga.
"Ah.... De......death Dragon.....?!" ucap Lucrut. "Ho..... ada Manusia....." ucap Death Dragon. "Karena sudah tau penyebabnya Mari kita pulang....." ucap Rei. "Yey....." ucap Yuna dan Nina. "Siaallaaa......!!! kau kira siapa aku manusia rendahan.....!!!" ucap Death Dragon tersebut. "Hah.... kau hanya naga yang hidup lumayan lama.... karena itu aku tidak peduli" ucap Rei.
"Sialan.....!!! akan ku bunuh kalian Manusia rendahan.....!!!" ucap naga tersebut. "Wrush....." naga itu menyemburkan api yang berwarna hijau karena di campur dengan racun yang di miliknya. "Sihir es: Freezing" Rei menggunakan sihir es dan sihir es milik Rei membuat api yabg di semburkan naga itu membeku. Dan api yang membeku itu tetap menyala di dalam es.
"Apakah tidak apa apa tidak melawannya.....?" ucap Sasaki. "Ya.... aku hanya sedikit penasaran seperti apa monster nya, tapi ternyata death Dragon" ucap Rei. "Oh.... tapi bukankah untuk mencari bahan akan sulit....?" ucap Lucrut. "Tidak, kita sudah mendapatkan lumayan banyak monster tadi...." ucap Rei.
"Baiklah kalau begitu...." ucap Lucrut. "Elathan, aku beri mau tugas, bunuh monster tadi...." ucap Rei yang menguntungkan telepati. "Baik tuan....." ucap Elathan yang entah ada di mana. Dan setelah, Rei, dan yang lainnya keluar, Elathan tiba tiba saja ada di dalam goa itu. "Hmm..... jadi ini yang harus di bunuh...." ucap Elathan.
"Siapa lagi kau.....!!!" ucap naga tersebut. "Tidak perlu banyak bicara...." ucap Elathan. "Sriing....." kuku jari milik Elathan memanjang dan berubah. menjadi cakar yang terlihat sangat tajam. "Jadi kau iblis..... apakah iblis mau membunuhku.....?!" ucap naga itu. "Apapun yang tuan perintahkan akan aku laksanakan apapun itu...." ucap Elathan.
"Jadi kau adalah anjing tuan mu...." ucap naga tersebut. "Sriiingg....." secara sangat cepat Elathan sudah berada di belakang naga itu. "Cruuaat....." kepala death Dragon itu langsung terputus. "Pekerjaan selesai...." ucap Elathan, dan Elathan pun langsung pergi. Tanpa di ketahui, naga itu kembali meregenerasi tubuh nya yang terputus.
"Sialan.....!! padahal dia hanya iblis rendahan....!! berani nya dia melawanku...." ucap death Dragon itu. Rei dan yang lainnya masih berada di dalam hutan, mereka berjalan untuk kembali ke mansion. Kembali ke goa tempat Death Dragon itu, "Wroooaaarrrr....." death Dragon itu mengaum.
Sementara Rei mendorong Lucrut dan Frans ke belakang. "Duuaarrrr.....!!!" Death Dragon mendarat dengan Sangat keras di depan Rei. "Ya ampuh, Elathan sudah ku suruh membunuhnya, tapi dia masih hidup....." batin Rei. "Wroooaaarrrr......!!! tidak akan ku biarkan kalian kabur....." ucap death Dragon itu.
"Hahahaha..... kau terbang kemari hanya untuk mengatakan itu....?" ucap Rei sambil tertawa. "Rei apakah kau sudah gila karena di kejar Death Dragon.....?" ucap Lucrut. "Tidak.... tidak.... orang yang tertawa saat menghadapi bahaya itu menandakan kalau orang yang tertawa itu lebih kuat dari lawannya...." ucap Rei.
"Apakah kau lebih kuat dari Death Dragon.....?" ucap Lucrut. "Ya.... naga ini bukan apa apa...." ucap Rei. "Apakah kau meremehkan ku....?!" ucap death Dragon. "Tidak tidak, aku mengakui kau lumayan kuat, tapi kalau dengan ku kau itu sangat lemah...." ucap Rei. "Kau merendahkan monster yang telah hidup lama....." ucap death Dragon.
"Clak...." Rei melakukan petik jari. "Booft....." seketika death Dragon itu pun langsung berubah menjadi kerangka tulang, gigi dan yang lainnya. "Yosh.... kita bawa juga...." ucap Rei. Dan Rei memasukkan kerangka itu ke dalam space Dimension. "Rei.... apa yang kau lakukan....?" ucap Lucrut. "Ya.... aku hanya menggunakan jiwa nya...." ucap Rei.
"Kak Iseria dan yang lainnya kenapa reaksinya biasa saja....?" ucap Frans. "Kami sudah terbiasa.... seperti itulah Rei...." ucap Iseria dan yang lainnya. "Karena dia adalah papa....." ucap Yuna dan Nina yang kemudian memeluk Rei. "Ya... ya.... Sekarang kita pulang...." ucap Rei. Di mansion, seseorang datang ke sana.
"Tap....." orang itu mendarat menggunakan sapu terbang dan mendarat di taman mansion. "Permisi....." ucap Carl yang dari pintu masuk Mansion. Vivi pun membuka pintu dan melihat Carl. "apakah ada hal yang bisa saya bantu....?" ucap Vivi. "Apakah aku bisa bertemu dengan Rei....?" ucap Carl. "Dengan tuan....? maaf sekarang tuan tidak ada...." ucap Vivi.
"Kemana....?" ucap Carl. "Tadi kalau tidak salah tuan akan menemui temannya...." ucap Vivi. "Oh.... apakah sudah lama pergi nya....?" ucap Carl. "Ya.... sudah lama dari tadi pagi, bagaimana kalau masuk dan menunggu, pastinya tuan akan segera kembali" ucap Vivi"Baiklah kalau begitu aku terima tawaran nya" ucap Carl.
Carl pun masuk ke dalam mansion, Vivi mengantarkan Carl ke ruang tamu. Carl pun duduk di ruang tamu, tak lama Luna datang ke ruang tamu sambil membawakan secangkir teh. "Terima kasih...." ucap Carl. "Terima kasih kembali...." ucap Luna yang kemudian kembali ke dapur.
Rei dan yang lainnya sudah sampai di gerbang masuk kota, mereka berhenti sebentar di gerbang. "Oh ya Lucrut...." ucap Rei. "Ada apa Rei.....?" ucap Lucrut. "Ini..." ucap Rei yang memberikan sebuah kertas dengan lambang sihir. "kertas apa ini....?" ucap Lucrut. "Aku sudah memasuki bahan yang kau perlukan di dalam lambang sihir ini...." ucap Rei.
"Baiklah akan aku terima.... apakah balasan yang bisa aku lakukan untuk berterima kasih....?" ucap Lucrut. "Ya.... kalau itu nanti saja...." ucap Rei. "Baiklah kalau begitu, sampai jumpa Rei....." ucap Lucrut yang kemudian berjalan untuk kembali ke tokonya. Frans pun menyusul Lucrut. "Hati hati di jalan....." ucap Rei. "Papa ayo..... Sekarang kita akan pulang...." ucap Yuna dan Nina yang sambil Manarik tangan kanan dan kiri Rei. Dan mereka pun berjalan untuk kembali ke Mansion.