
Beberapa serangan cairan asam mengarah ke Rei. "Sihir tanah\= Earth Wall" Rei membuat dinding tanah untuk menahan serangan dari monster tersebut. saat serangan monster tersebut mengenai tembok yang di buat oleh Rei.
Tembok tersebut Berlubang lubang. Saat monster tersebut melihat kalau di di balik dinding Sudak tidak terdapat Rei di balik nya. Rei sudah berada di belakang monster tersebut.
"Sampai jumpa" ucap Rei. Rei memegang pedang nya dengan kedua tangan nya. "Cruaat..." Rei membelah monster tersebut menjadi Dua. "Tap...." Rei mendapatkan kakinya.
Ia melihat ada sebuah peti di sana. dan ia pun membuka peti tersebut dan melihat ada gulungan untuk langsung menuju ke lantai 14.
"Berarti dengan ini aku bisa aku bisa ke lantai 14" ucap Rei. kemudian ia menggunakan gulungan tersebut dan ia berpindah ke lantai 14. Dan ia langsung di hadapkan dengan monster ndi hadapan nya.
"Sriiyaat..." Monster Tersebut melesatkan cakaran ke arah Rei. Rei melompat ke belakang Bakan tetapi sudah terlambat. "Criiat...." bagian dada Rei terluka karena serangan monster tersebut.
"Sihir penyembuhan\= Health" Rei menyembuhkan luka nya. "Sihir Kutukan\= Rotting Eyes" Rei menggunakan sihir terlarang ke arah monster tersebut. Akan tetapi serangan Rei Hanya menghilang kan kaki kanan bagian depan milik monster tersebut.
"Arg..... Sakit..... " ucap Rei. Mata kiri Rei tak bisa melihat. "Sihir penyembuhan\= Health" Rei menyembuhkan mata kirinya yang terkena efek sihir terkutuk. "Wush..." monster tersebut menghilang dan tiba tiba berada di belakang Rei.
Monster tersebut berniat menerkam Rei dari belakang. Akan tetapi Rei sudah mengantisipasi hal tersebut ia menusukkan pedangnya ke dalam mulut monster tersebut.
"Jleb...." pedang tersebut menusuk ke dalam mulut monster tersebut. "Sihir api\= Explosion" Rei menggunakan sihir api. "Duar..." Rei meledak kan tubuh monster tersebut hingga berkeping keping.
Rei memasuki lantai 15 dan melihat tempat itu berbeda dengan lantai sebelum nya. tempat nya lebih luas dari lantai sebelumnya. dan Di depannya ia melihat seseorang.
"Tidak, itu bukan orang tapi itu adalah mayat" ucap Rei. kemudian ia menoleh ke atas dan melihat monster besar yang terjerat Rantai. "Hmm... eh....?! Rantai abadi...." ucap Rei saat melihat monster yang terikat Rantai di atas mayat.
"Ternyata kau sudah tahu ya, jadi kau akan ku jadikan makanan ku" ucap rantai abadi. kemudian rantai abadi merubah bentuk nya dan turun secara perlahan ke atas lantai.
"Jadi itu wujud aslimu....?" ucap Rei kepada rantai abadi. "Ya, ini adalah wujud ku yang tak terkalahkan" ucap rantai abadi. "Banyak omong kau, coba buktikan....!" ucap Rei kemudian ia melesat ke arah rantai abadi.
"Tiiyeang...." serangan Rei menembus perisai Rantai abadi dan mengenai telak tubuh rantai abadi akan tetapi suara pedang yang mengenai tubuh rantai abadi seperti mengenai besi.
"Huh..." Rei pun langsung melompat ke belakang. "Apa itu tadi....?" ucap Rei. "Hahaha.... manusia pedang biasa tak kan bisa melukai ku" ucap rantai abadi dengan sombong.
"Sialan....!!" ucap Rei kemudian ia melesat dengan cepat dan menyerang secara bertubi-tubi kepada rantai abadi. akan tetapi serangan Rei tak berdampak pada rantai abadi.
"Buaakk..." rantai abadi memukul Rei dengan perisainya dan membuat Rei terpental dan menabrak pilar pilar. "Kakh...." Rei membentur pilar dengan keras. "Bruaakk...." Rei jatuh tersungkur di atas lantai.