Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.126 Dunia cermin



Rei pun masuk ke dalam mansion, dan ia langsung di sambut oleh para pelayan. "Selamat datang, tuan" ucap para pelayan. "Ya..." ucap Rei. "Papa.....!!!!" ucap Yuna dan Nina yang berlari dan langsung memeluk Rei. "Yuna Nina apa kalian menunggu ku......?" ucap Rei. "Papa cukup lama tadi" ucap Nina. "Ya.... maaf kalau cukup lama, Sekarang aku sudah ada di sini" ucap Rei.


Rei pun kemudian berjalan ke arah kamarnya dengan di ikuti oleh Yuna dan Nina. "Yuna Nina aku mau mandi, bagaimana dengan kalian......?" ucap Rei. "Yuna dan Nina ikut papa" ucap Rei. Dan mereka pun pergi bersama ke arah pemandian air panas. Saat masuk ke dalam di sana sudah ada Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang sedang berendam di air panas.


"Kenapa kalian ada disini.....?" ucap Rei. "tidak perlu di pikiran, sini ikut berendam" ucap Iseria. "Oh ya, terkadang hal seperti ini sering terjadi" ucap Rei. dan ia, Yuna dan Nina pun ikut berendam di air panas. saat mereka semua berendam air panas para pelayan sedang membereskan peralatan dan juga memasak untuk makan malam.


Setelah Rei,Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami keluar dari pemandian air panas, para pelayan sudah selesai melakukan pekerjaan nya. Rei dan yang lainnya pun duduk di kursi ruang makan. kemudian mereka pun makan malam bersama. setelah makan malam para pelayan membersihkan piring dan gelas sedangkan Rei dan yang lainnya berada di dalam kamar mereka.


Rei duduk di kursi dan di depannya terdapat tumpukan dokumen yang harus Rei selesai kan. "Hmm..... ternyata sangat banyak, kalau seperti ini aku harus sambil meminum kopi" ucap Rei dan ia keluar dari kamar nya, dan Menuju ke dapur. "Tuan.... Anda mau kemana.....?" ucap Vivi yang berada di dapur.


"Aku hanya ingin minum kopi, apa pekerjaan mu belum selesai.....?" ucap Rei. "Sudah tuan, apa saya yang membuat kan kopi nya.....?" ucap Vivi. "Tidak perlu.... kau istirahat saja" ucap Rei. "Kalau begitu, selamat malam tuan" ucap Vivi dan kemudian ia pergi keluar mansion dan menuju ke asrama Pelayan. Rei membuat secangkir kopi dan membawanya ke kamarnya.


Saat Rei membuka kamar nya di sana ada Yuna dan Nina yang duduk di atas tempat tidur. "Yuna Nina kenapa belum tidur.....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina ingin tidur dengan papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya... kalau begitu Yuna dan Nina tidur dulu, aku masih ada hal yang harus di kerjakan" ucap Rei. "Ya.... nanti papa juga harus tidur" ucap Nina.


Yuna dan Nina sudah tertidur, tapi Rei masih mengerjakan semua dokumen dalam semalaman. Pagi pun tiba, tapi Rei baru selesai mengerjakan semua dokumen sendirian. "Whoaam......" Rei menguap karena belum tidur semalaman. "Ah.... seperti nya aku begadang semalaman" ucap Rei. Ia pun langsung menata semua dokumen dan ia berdiri.


Yuna dan Nina pun bangun. "Papa...." ucap Nina. "Ya..... aku ada di sini" ucap Rei. Yuna dan Nina pun berdiri di samping tempat tidur nya. Setelah itu mereka bertiga pun pergi untuk mencuci muka, setelah mencuci muka mereka berjalan menuju ke ruang makan, dan saat itu mereka bersamaan dengan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami.


Mereka pun sarapan pagi, setelah sarapan pagi Rei menerbangkan mansion menuju ke kota yang ia dapat dari Duke. Rei mendarat di dekat kota tersebut. "Rei.... kenapa kita ke kota ini....?" ucap Iseria. "Kota ini ada di bawah kekuasaan ku" ucap Rei. "Eh, tapi akan kau apakan kota ini Rei.....?" ucap Sasaki. "Akan ku ubah menjadi kota yang lebih baik" ucap Rei.


Beberapa saat kemudian Rei mulai membuka matanya. "Ah.... aku ada di mana....?" ucap Rei yang baru membuka matanya. "Rei...." ucap Iseria yang langsung memeluk Rei dan kemudian Yuna, Nina, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun ikut memeluk Rei. "Ah, iya aku terakhir tiba tiba saja pingsan kan" ucap Rei. "Ya.... kami khawatir kalau Rei kenapa napa" ucap Iseria.


"Sudah sudah..... maaf membuat kalian khawatir" ucap Rei. "Hal seperti ini sering terjadi, karena selalu mengerjakan tugas secara terus menerus membuat ku lupa istirahat, mulai sekarang aku akan sedikit lebih istirahat, aku tidak ingin membuat mereka khawatir kepada ku terus menerus" batin Rei. "ya... aku sudah baikan jadi lepaskan" ucap Rei.


"Kenapa.....? apa sayang tidak suka.....?" ucap Asami. "Ya... bukan itu aku sulit untuk bernafas" ucap Rei. "Maaf....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami. "oh ya.... Sekarang ada banyak hal, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami nanti aku akan melihat seberapa kuat kalian" ucap Rei. "Eh.....? kami akan di nilai dalam hal bertarung.....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami.


"Bukan dalam hal bertarung, tapi dalam bidang sihir kalian" ucap Rei. Rei pun mengajak para pelayan ke tempat para mantan budak Duke. "Maaf membuat kalian mengikuti keinginan ku" ucap Rei. "Tidak apa apa, keinginan tuan akan kami lakukan" ucap Luna. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami juga ikut. dan tak lama mereka pun sampai di depan tempat yang akan di buat restoran.


Para penghuni rumah restoran pun keluar. "Vivi dan yang lainnya bisa tolong ajari mereka cara memasak dan juga melayani.....?" ucap Rei. "Baik tuan....." ucap para pelayan. "Yosh, aku serahkan ini kepada Kalian" ucap Rei. "Shadow Demon bisa kau mengamati di rumah restoran....?" Rei berbicara dengan shadow demon. "Baik tuan....." ucap shadow demon.


"Sihir Special\= Doppleganger" Rei menciptakan satu tubuh dirinya sendiri yang lain dan juga memiliki kesadaran.



"Hoy, kau yang mengurus kota" ucap Rei. "Ya...." ucap Rei kedua dengan senyuman lebar. "Rei... kau ada dua.....?" ucap Iseria. "Ya, tapi dia hanya sebuah bayangan, ayo pergi sudah tidak ada waktu lagi" ucap Rei. "Sihir dimensi\= Copy World" Rei menciptakan dunia yang sama dan hanya dia yang bisa membukanya.


Rei pun menciptakan gerbang untuk ke dimensi dunianya. "Ayo.... masuk" ucap Rei. dan mereka pun masuk ke dalam gerbang tersebut, setelah mereka masuk ke dalam gerbang itu mereka seperti tidak berpindah tempat. "Rei .... apa sihir mu gagal....?" ucap Cerise. "Tidak, sihir Danna berhasil memindahkan ke dunia yang tidak ada makhluk hidup, seperti dunia cermin" ucap Shiko.