
Tak lama Cerise bangun dan ia menuju ke ruang makan, dan ia pun duduk di kursi. dan Para pelayan menyiapkan makanan di meja. "Nona Cerise apa ada yang inginkan....?" ucap Hiragi. "Ya, tolong ambilkan secangkir teh" ucap Cerise. "Baik, secangkir teh" ucap Hiragi. Hiragi pun mengambilkan secangkir teh dan memberikan nya kepada Cerise.
"Ini Nona Cerise...." ucap Hiragi yang sambil menaruh secangkir teh di meja hadapan Cerise. "Ya, terima kasih" ucap Cerise, ia pun meminum teh tersebut. Dan sementara itu Rei, Iseria dan Shiko memasuk ke dalam mansion dan menuju ke ruang makan. "Wah, ada Cerise, tidak biasanya kau minum teh sebelum makan" ucap Rei.
"Ya, karena hawanya terasa dingin" ucap Cerise. "Oh, ya ngomong ngomong, sebentar lagi kita akan sampai di desa terdekat" ucap Rei. "Ya bagus lah, kalau tidak ada desa terdekat, tidak ada makanan untuk makan siang" ucap Hiragi. kemudian mereka semua pun duduk dan makan sarapan. Setelah sarapan Rei keluar dan Menuju ke taman mansion.
Desa di depan adalah desa kecil yang hanya ada beberapa rumah dan sebagian besar adalah ladang. "Hmm.... kalau aku turun sedikit jauh dari salah satu rumah agar tidak ada kesalahpahaman" ucap Rei. kemudian Rei menurunkan Mansion. Dan mansion Rei terletak sedikit jauh dari perusahaan.
"Yosh, Sekarang kita bisa membeli beberapa bahan makanan untuk makan siang dan seterusnya" ucap Rei. "Baik, tuan...." ucap para pelayan serentak. kemudian para pelayan pergi untuk membeli beberapa bahan makanan. "Iseria, Cerise dan Shiko apa kalian mau berkeliling bersama ku....?" ucap Rei. "Ya.... tentu saja...." ucap mereka bertiga dengan nada sangat gembira.
Rei, Iseria, Cerise dan Shiko pergi untuk melihat lihat. "Wah, pemandangan yang indah...." ucap Iseria melihat ladang. "Ya, banyak ladang gandum dan lainnya" ucap Rei.
"Baik.... laksanakan tuan....." ucap shadow demon. "Ada apa Rei.....? kenapa kau terdiam....?" ucap Iseria. "Tidak apa apa.... ayo kita lanjut berjalan....." ucap Rei. kemudian saat mereka berjalan mereka melihat Kuro dan seorang wanita sedang duduk di samping pohon. "Hey......!!!! Kuro....!!!" ucap Rei memanggil Kuro.
Rei pun berjalan mendekat ke tempat Kuro dan seorang wanita di dekatnya. "Yo.... Kuro, aku kira kau pergi jauh ternyata hanya di desa ini" ucap Rei. "selamat pagi Tuan Putri Iseria, tuan Rei dan yang lainnya" ucap Kuro. "Plakk...." Rei menepuk pundak Kuro. "Kuro kau dan aku kan sudah berteman kenapa panggil dengan tambahan kata tuan....?" ucap Rei.
"Hehehe..... aku cuma bercanda Rei, tapi kenapa kau bisa ada di sini....?" ucap Kuro. "Ya, ada urusan lain dan urusan untuk melihat perkembangan mu dengan nya" ucap Rei. "Oh, ya perkenalkan ini Letica" ucap Kuro. "Salam kenal putri Iseria dan Yang lainnya" ucap Letica. "Ya, senang bertemu dengan mu Letica" ucap Iseria dan Yang lainnya. "Jadi Kuro kapan kau melamar nya.....?" bisik Rei kepada kuro. "Hmm.... kalau itu masih belum tahu" ucap Kuro.