
"Seperti tidak ada, tapi tunggu dulu bukankan perempuan yang ada di sini pernah berkata kalau kau baik....?" ucap Valentine. "Ah..... kapan aku tidak ingat....." ucap Rei yang berpura pura tidak ingat. "Jangan berbohong, dan ini adalah kemenangan ku...." ucap Valentine.
"Ya.... baiklah, mereka pernah mengatakannya, tapi itu tidak membuktikannya" ucap Rei. "Rei.... jangan mengalihkan pembicaraan atau membuat pembicaraan menjadi lebih sulit" ucap Valentine. "Apakah benar....?'' ucap Rei. "Ya.... percayalah kepadaku....." ucap Valentine. "Percaya itu kepada dewa atau dewi" ucap Rei.
"Yang ku maksud itu percaya kepada perkataanku, kalau percaya kepada dewa atau Dewi itu sudah pasti" ucap Valentine. "Tapi meski kau bilang percaya kepada dewa atau Dewi kenapa kau bisa menjadi Litch atau Ghost seperti sekarang....?" ucap Rei. "Hmm.... Hmm... bagaimana ya.....? sulit untuk mengatakannya, atau lebih tepatnya tidak ada kata yang tepat untuk mengatakannya...." ucap Valentine sambil melayang.
"Bisa dibilang kalau kau itu tidak sepenuhnya percaya kepada dewa atau dewi....?" ucap Rei. "Hey..... tidak seperti itu, tapi juga tidak sepenuhnya salah" ucap Valentine. "Lah.... yang benar mana....? aku yang sekarang bingung" ucap rei. "Aku juga ikutan bingung gara gara mu...." ucap Valentine. "Lah.... kenapa kau menyalahkan kepada ku....?" ucap Rei.
"Ya.... ini semua salah Rei.... tidak sudah pasti salah Rei yang membuatku ikutan bingung" ucap Valentine. "Hah..... kenapa malah aku yang di salahkan, dan juga aku tidak percaya kalau kau tidak memiliki dendam kepadaku" ucap Rei. "Sudah ku bilang aku tidak memiliki dendam kepadamu, jadi tenang saja aku hanya akan menghantui mu setiap saat dan di manapun" ucap Valentine.
"Setiap saat.....? kapanpun dan di manapun.....? apakah saat aku berganti pakaian atau saat aku mandi....?" ucap Rei. "Hmm..... yah..... tentu saja aku akan melakukan itu....." ucap Valentine dengan tersenyum lebar ke arah Rei. "Hoy.... hentikan, apapun itu jangan lakukan hal yang ku sebutan tadi....." ucap Rei. "Hmm.... padahal aku tidak memikirkannya, tapi kerena kamu mengatakannya aku jadi ingin melakukan" ucap Valentine.
"Hmm.... coba ku ingat ingat kalau tidak salah aku memiliki sihir yang bisa melepaskan ikatan sebuah roh dari dunia" ucap Rei. "Maaf..... Kau minta maaf, aku tidak akan melakukannya, aku bersumpah tidak akan melakukannya" ucap Valentine. "Hmm....aku masih belum percaya, bagaimana aku bisa mempercayaimu.....?" ucap Rei.
"Aku bersumpah, dan kalau aku melanggar kamu bisa melakukan apapun kepadaku, meski itu membuatku menghilang dari dunia aku tidak masalah kalau aku melanggar" ucap Valentine. "Ya.... baiklah aku percaya kau tidak akan melakukannya" ucap Rei. "Ya.... aku tau kalau kamu tidak akan dengan mudah memercayai..... eh.....?! apa yang kamu katakan tadi.....?" ucap Valentine yang terkejut.
"Aku percaya kepadamu, dan juga hari sudah pagi sepertinya mereka akan bangun sebentar lagi" ucap Rei. "Kamu dengan mudah mempercayaiku....? tapi kenapa....?" ucap Valentine. "Tidak ada alasan lain, hanya saja aku rasa kau tidak akan mengingkari sumpah yang kau buat sendiri" ucap Rei. "Hmm.... kebaikan mu itu seperti racun yang rasanya manis dan juga kalau kau terlalu baik kau akan dengan mudah di manfaatkan" ucap Valentine sambil tersenyum tipis.
"Apa yang kau katakan barusan....? aku tidak terlalu mendengarkan karena aku sedikit melamun tadi" ucap Rei. "Hmp..... pikirkan sendiri bodoh.....!!" ucap Valentine yang membalikkan badannya dengan menggembungkan pipinya. "Ada apa kau....? apakah kau ingin makan....?" ucap Rei.
fisik" ucap Valentine. "Hmm.... benar juga, Kau tidak memiliki tubuh fisik" ucap Rei. "Ya.... apakah sekarang kamu akan menghindari diriku....?" ucap Valentine. "Buat apa....? aku juga tidak takut pada hantu yang terlihat sangat cantik dan imut" ucap Rei.
"A.... A.... apa yang kamu katakan barusan.....?!" ucap Valentine dengan nada keras. "Pelankan suaramu, apakah kau ingin memecahkan kaca di rumah ini....?" ucap Rei. "Maaf, aku tidak sengaja karena kamu mengatakan hal yang tidak terduga" ucap Valentine. "Apa yang aku katakan yang membuatmu terkejut....?" ucap Rei. "Tidak, lupakan saja" ucap Valentine.
Tak lama Iseria dengan Yuna dan Nina masuk ke ruang makan bersama. "Selamat pagi Rei" ucap Iseria. "Ya.... selamat pagi, untuk Yuna dan Nina juga" ucap Rei. "Ya.... selamat pagi papa....." ucap Yuna dan Nina. "Oh ya, Rei sepertinya aku mendengar kalau kamu sedang berbicara, tapi dengan siapa kamu berbicara....?" ucap Iseria.
"Hmm.... Valentine tunjukkan wujud mu jangan kau bersembunyi dengan menjadi transparan dan menghilangkan hawa keberadaan milikmu" ucap Rei. "Ya.... ya.... aku akan menunjukkan diri" ucap Valentine yang masih belum menunjukkan dirinya. "Dari mana suara yang keluar barusan....?" ucap Iseria. "Halo.... perkenalkan diriku Valentine....." ucap Valentine yang memperkenalkan diri dengan mengambang di depan Iseria.
"Ya ampun, dia terbang..... bagaimana bisa dia terbang dan tiba tiba berada di depanku.....?" ucap Iseria. "Dari tadi aku ada depanmu, apakah kau tidak tau....?" ucap Valentine. "Tidak, aku sama sekali tidak tau kalau kamu ada di depanku" ucap Iseria. "Senang bertemu denganmu kak Valentine, aku Yuna dan ini Nina" ucap Yuna dan Nina yang juga memperkenalkan diri. "Oh... maaf aku belum memperkenalkan diri, aku Iseria" ucap Iseria.
"Ya.... senang bertemu dengan mu, Iseria, Yuna dan Nina" ucap Valentine. "Ya... aku juga senang bisa bertemu dengan mu" ucap Iseria. "Rei... Rei...." ucap Valentine yang memanggil Rei. "Ya.... ada apa, kalau bisa langsung bicara saja" ucap Rei. "Ya.... mereka bertiga adalah orang yang baik, kau harus jaga mereka dengan baik" ucap Valentine. "Apa yang kau katakan....? kau sok sok memberi tau dan aku merasa kalau kau membayangkan diriku seperti seorang anak kecil" ucap Rei.
"Ya.... kamu memang masih kecil jadi ku beri tau" ucap Valentine. "Siapa yang kau panggil anak kecil....?" ucap Rei. "Ya... aku mengatakan fakta, kalau kau masih berumur bahkan belum mencapai seperempat dari usia milikku" ucap Valentine. "Itu karena kau curang, kau tidak dalam wujud manusia aku dalam wujud ghost" ucap Rei.
"Jadi apa masalahnya.....? bukankah semua ras itu setara.....?" ucap Valentine. "Dan kau juga pandai merangkai kata, akan tetapi di dunia ini ada yang namanya kasta, dan itu yang membedakan manusia ataupun ras lain" ucap Rei. "Ya..... memang benar, saat menjadi orang penting atau menjadi putri kau akan di dukung oleh masyarakat, dan kalau di bandingkan dengan rakyat kecil, mereka sama sekali tidak ada kemiripan sama sekali, yang satu hidup enak dan yabg satu sangat sengsara" ucap Valentine. "Hmm.... cukup bagus" ucap Rei.