Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.235 Beberapa Makanan



"Tidak apa, dan juga kau bisa sedikit belajar beberapa makanan yang tidak ada di sini" ucap Rei. "Terima kasih banyak atas kebaikan anda" ucap pelayan laki laki tersebut.


Rei pun segera mengeluarkan bahan bahan yang akan ia gunakan untuk memasak. "Wah.... anda hebat bisa menggunakan sihir ruang tuan Rei" ucap pelayan itu. "Tidak perlu terkejut seperti itu, sekarang aku akan memasak jadi lihat baik baik" ucap Rei. Dan Rei pun segera memasak dengan pelayan laki laki yang berada di samping Rei sambil mengamati Rei yang sedang memasak.


"Wah..... tuan Rei sangat mengagumkan, dia bisa memasak seperti itu dan juga aku yang seorang pelayan di keluarga ini sangat terkesan bahkan aku tidak tau apakah aku bisa memasak seperti tuan Rei" batin pelayan itu. "Oh.... ya omong omong, kenapa kau bekerja menjadi seorang pelayan di keluarga Kuro....?" ucap Rei. "Hmm.... bagaimana mengatakannya, sudah menjadi tradisi keluarga saya untuk menjadi pelayan dari keluarga tuan Kuro" ucap pelayan laki laki tersebut.


"Apakah tradisi selalu di isi oleh anak laki laki di keluarga mu.....?" ucap Rei. "Tidak, saya adalah orang yang menjadi pelayan laki laki pertama di keluarga saya, kebanyakan anak dari keluarga saya sebelumnya selalu perempuan" ucap pelayan itu. "Hmm... jadi begitukah, berarti cukup berat untuk mu ya" ucap Rei. "Tidak, saya dulu saat masih kecil sangat ingin menjadi pelayan seperti sekarang" ucap pelayan tersebut.


"Oh.... Jadi bisa di bilang kalau keinginan saat kau kecil terpenuhi" ucap Rei. "Ya... perkataan anda ada benarnya tuan Rei" ucap pelayan tersebut. Dan beberapa saat pun berlalu Rei pun selesai menyelesaikan beberapa makanan, kemudian Rei membawa makanan itu sambil di bantu oleh para pelayan yang ada di keluarga Kuro.


Makanan yang di buat Rei dibawa ke tempat Kuro dan yang lainnya berada. Makanan itu di taruh di depan mereka. "Silahkan di nikmati, dan katakan rasanya sejujurnya, kalau ada yang tidak di suka bilang saja" ucap Rei. "Baik, mari kita makan" ucap Kuro. "Wah sepertinya sangat enak, apakah Rei yang membuat semua ini.....?" ucap Letica. "Ya.... tentu saja, makan saja" ucap Rei.


"Hey.... Rei apa ini....? kenapa hanya menggunakan sayuran....? apakah enak rasanya.....?" ucap Kuro yang melihat sebuah salad. "Aku akan mencoba yang pertama untuk ini" ucap Viora yang mengambil sedikit salad ke piring yang ia pegang. "Enak.... dari mana kamu mendapatkan sayuran segar ini Rei....?" ucap Viora. "Aku sedikit lupa dari mana aku mendapatkannya" ucap Rei.



"Apakah seenak itu sayuran ini....?" ucap Kuro, dan Kuro pun mencobanya karena sedikit penasaran. "Bagaimana menurutmu Kuro....? apakah enak atau tidak....?" ucap Rei. "Hmm.... bagaimana mengatakannya ya..... jujur saja ini enak, kau apakan biar bisa seenak ini....?" ucap Kuro. "Tidak banyak" ucap Rei. Dan Letica ikut mencobanya karena penasaran.


Mereka pun mencoba makanan yang ada di meja satu persatu. "Aku hampir lupa, ada yang tertinggal di dapur" ucap Rei. "Biarkan saya yang mengambilnya tuan Rei" ucap pelayan laki laki itu. "Ya.... tolong ambilkan" ucap Rei. Dan pelayan itu pun langsung pergi ke arah dapur. pelayan itu mengambil minuman beberapa yang tertinggal di dapur.


Dan mereka pun makan sambil minum. Beberapa saat kemudian, mereka pun menghabiskan semua makanan yang ada di meja. "Wah.... kalian menghabiskan semuanya.....? ku kira bakal ada yang tersisa" ucap Rei. "Mau bagaimana lagi semua enak" ucap Iseria. "Ya.... benar kata Iseria, semuanya enak" ucap Sasaki. "Ya.... aku senang kalau kalian berkata seperti itu" ucap Rei.


"Oh.... ya Rei dari mana kau belajar memasak....?" ucap Kuro. "Di tempatku, dari pada itu apakah kau mu minum bir.....?" ucap Rei. "Apa....?! bir.....?! kau punya bir....?" ucap Kuro. "Ya.... tentu saja aku punya, apalagi rasanya sangat enak" ucap Rei. "Tidak.... tidak, aku tidak akan minum itu" ucap Kuro. "Ya.... baiklah untuk kapan kapan saja minum bir" ucap Rei.


"Kalau tidak salah minum bir bisa membuat mabuk" ucap Rin. "Ya... kalau kau mabuk kau bisa mengatakan apapun yang sedang di pikirkan saat mabuk, jadi kalau minum kau harus tau batas mu" ucap Rei. "Bagaimana kalau Rei mabuk....?" ucap Rin. "Bisa jadi Rei mengatakan apapun yang dia pikirkan" ucap Iseria. "Tapi.... sayang sekali, aku tidak akan mabuk kalau hanya meminum bir" ucap Rei.


"Bagaimana itu bisa....?" ucap Cisa. "Ya... aku pernah habis beberapa gelas, tanpa mabuk" ucap Rei. "Jadi begitukah, sayang sekali" ucap Iseria. "Jadi bagaimana Kuro....? makanan mana saja yang akan kau inginkan di jamuan pesta pernikahan mu....?" ucap Rei. "Bagaimana ya.....? bagaimana kalau semua makanan tadi ada di jamuan....?" ucap Kuro.


"Bisa saja, menangnya tidak masalah kalau semua ada di jamuan.....?" ucap Rei. "Tidak sama sekali, karena semua makanan enak jadi semua saja" ucap Kuro. "Baiklah, kalau begitu kau tinggal belikan bahan yang di gunakan, untuk itu kau bisa menanyakan pada pelayan laki laki mu" ucap Rei. "Baiklah, terima kasih banyak Rei" ucap Kuro. "Tidak apa.... santai saja" ucap Rei.


"Oh ya.... Rei bagaimana dengan pernikahan mu.....? kapan kau akan menikah.....? ucap Kuro. "Masih belum bisa menentukan hari, dan juga aku nanti akan pergi" ucap Rei. "Mau ke mana lagi kau....? bukankah kau sudah lama berpergian.....?" ucap Kuro. "Ya.... aku harus ke kerjaan dark elf, untuk mengantar Lena kembali ke rumahnya aku sudah berjanji padanya" ucap Rei.


"Jadi kau tidak bisa menghadiri pesta pernikahan ku dengan Letica....?" ucap Kuro. "Ya.... aku tidak akan hadir kalau tidak di undang, kalau di undang pasti akan hadir" ucap Rei. "Bagaimana mungkin aku tidak mengundangmu rei, aku pasti akan mengundang mu dan yang lainnya, jadi jangan lupa untuk datang nanti" ucap Kuro.


"Ya.... tentu saja dengan senang hati, kami pasti datang" ucap Rei. "Ya..... meskipun aku tidak terlalu kenal dengan para bangsawan karena dulu aku hampir tidak pernah keluar dari istana" ucap Iseria. "Ya.... kami sangat senang kalau Puteri Iseria datang" ucap Kuro. "Ya.... kami pasti sangat senang kalau kalian semua datang" ucap Letica.