
Woodpecker keluar dan mengejar RosaRio. mereka saling mengejar dari satu atap sampai atap lain. akan tetapi RosaRio berhenti di satu atap dan Woodpecker pun juga berhenti di atap satunya.
"Oh ya, oh ya, kalau gak salah kau Woodpecker kan....?" ucap RosaRio. "RosaRio kembali Puteri dari pada kau akan menyesal" ucap Woodpecker. "Hah....? menyesal kau lah yang seharusnya menyesal kau tahu seberapa besar perbedaan kita...." ucap RosaRio.
Kembali ke Rei. Rei sudah berada di luar dan ia mengambil jubah nya di dalam dimension space.
Rei langsung memakai jubah tersebut dan bergegas menyusul RosaRio dan Woodpecker.
Sedangkan Woodpecker dan RosaRio sedang akan melakukan pertempuran. RosaRio mengambil posisi untuk melakukan Serangan. dan Woodpecker pun mengambil posisi.
RosaRio yang telah mengambil posisi ia juga memegang setangkai bunga mawar. dan Puteri Iseria sedang berada di dalam gelembung di belakang Rosario dan Iseria juga tak sadarkan diri.
"Wush....!!!" RosaRio melempar kan setangkai bunga mawar kepada Woodpecker.
"Sring...." woodpecker menebas bunga mawar tersebut dan membuat kelopak bunga tersebut berceceran. saat kelopak bunga mawar tersebut menyentuh Woodpecker tubuh Woodpecker terasa berat.
"Apa ini tubuh ku terasa berat" ucap Woodpecker. "Hahaha.... inilah sihir ku heavy manipulation, dengan hanya menyentuh bunga mawar ku musuh akan tertekan sampai tidak bisa bergerak" ucap RosaRio.
"Kau bisa panggil aku white" ucap Rei. "Yosh, sekarang akan aku bereskan" ucap Rei. "Wrush...." si tangan kanan Rei keluar pedang panjang sepanjang dua meter.
"Oh ya, oh ya, pengguna pedang lagi" ucap RosaRio. "Wush....." Rosa Rio melempar Lima batang mawar sekaligus kepada Rei. "Hahaha.... kalau kau menebas kau akan terkena sihir ku" ucap RosaRio.
Dan saat tangkai bunga mawar akan menusuk kepala Rei dengan jarak sekitar 10 sentimeter, Rei tiba tiba menghilang dan ia berada tepat di depan RosaRio. "Eh..... bagaimana mungkin kau menghindari serangan ku....?" ucap Rosario.
"Serangan mu terlalu lamban" ucap Rei. "Apa...? Serangan RosaRio lamban bagi white....?" ucap Woodpecker. "Sriing..... sriing.... sriing..... sriing....." Rei menebas dengan pedang mode ke satu di bagian kedua pangkal tangan dan kedua pangkal paha.
"Bruaakk...." RosaRio yang tak memiliki kendali atas kedua tangan dan kaki nya pun terjatuh ke depan. "Apa itu tadi....? dia menebas tapi tidak ad darah.....?" ucap Woodpecker. Rei pun membebaskan Iseria dan menggendong nya ala tuan putri.
"Sihir Pelepasan\= Eliminate" Rei menggunakan sihir untuk menghilangkan efek sihir milik RosaRio Woodpecker. Woodpecker pun terbebas dari sihir RosaRio. "Sihir bayangan\= Pectus Umbra" Rei menggunakan sihir bayangan menciptakan sebuah peti dari bawah Rosario dan Rosario masuk ke dalam peti.
RosaRio yang masuk dalam peti bayangan dan peti tersebut menutup dan masuk ke dalam bayangan. "Woodpecker apa aku bisa minta tolong....?" ucap Rei. "Minta tolong apa...?" ucap Woodpecker.
"Kau kembali dan bilang bahwa Puteri berada di dalam kamar dan dia sedang tidur, bisa tidak" ucap Rei. "Ya, bisa akan aku sampai kan" ucap Woodpecker. woodpecker pun kembali ke kerajaan untuk memberi tahu apa yang di katakan oleh Rei.
Rei berteleport ke dalam kamar Iseria dan menaruh tubuh Iseria di atas tempat tidur. Iseria pun terbangun dari tidurnya. "Sudah, tidur saja tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap Rei.
Iseria yang terbangun pun kembali tertidur. dan Rei berteleport ke tempat Markas Bounty Hunter. dan Woodpecker pun mengatakan kepada mereka yang ada di kerajaan bahwa Puteri ada di kamar nya.