
"Hmm..... kalau mereka berpencar menjadi tiga berarti akan aku bereskan yang paling dekat, yaitu dua desa bagian pinggir dan nanti tinggal desa bagian tengah" ucap Rei. Rei bergerak ke arah desa bagian Utara. Para penjajah yang berjalan di bagian Utara masih berjalan Melawati hutan lebat. Rei yang berada di udara itu pun mendarat dengan pelan dan ia berada di barisan paling belakang.
"Kita akan berjalan lurus mengikuti jalan di hutan ini kita akan sampai di desa, dan setalah kita sampai di desa kita lakukan seperti instruksi yang di berikan komandan" ucap pemimpin kelompok tersebut. "Anu..... instruksi yang diberikan seperti apa ......?" ucap Rei yang berada di belakang mereka. "Eh....? dari mana saja kau tadi....? instruksi yang diberikan adalah untuk menangkap anak kecil dan para perempuan, kemudian membunuh orang orang yang tidak di butuhkan" ucap pemimpin barisan.
"Eh.....? kalian akan menangkap anak kecil dan juga perempuan, itu perbuatan yang tidak bagus loh" ucap Rei. "Ini di lakukan demi memperluas kerajaan kita" ucap pemimpin kelompok. Para penjajah tidak sadar kalau Rei itu bukan dari kelompok mereka. "Ya ... kalau begitu silahkan mati" ucap Rei. "Wush...." di tangan Rei keluar sebuah pedang.
Dan semua orang di kelompok itu pun menoleh ke arah Rei. "Siapa kau....!!!!" ucap semua orang di kelompok itu. "Nama ku Rei" ucap Rei. "Sring....sring....sringg....sriiing....sringg....sring" Rei menebas dengan kecepatan sangat cepat ke arah pasukan itu. "Cruaat.... Burnnn .... Cruat.....Burnn.....Cruatt....Burnn..." semua pasukan yang terkena tebasan Rei itu pun langsung terbakar oleh api biru.
Api itu hanya membakar tubuh para pasukan itu tanpa membakar area sekitar. "Yosh.... di sini selesai sekarang tinggal di arah selatan" ucap Rei. Dan Rei pun langsung terbang bergegas di ke arah selatan. di desa selatan para pasukan penjajah berhenti di depan pintu masuk desa. "Ingat kita harus menangkap anak kecil dan perempuan, yang lainnya kita hancurkan" ucap pemimpin kelompok.
"Tap...." Rei mendarat di depan mereka. "Yosh.... akhirnya aku sampai" ucap Rei yang membelakangi para kelompok tersebut. "Masih tentram damai di desa ini, apa pasukan yang menuju ke sini nyasar....?" ucap Rei. "Hey.....!!! siapa kau....!!!" ucap pemimpin pasukan. "Ah.... ini dia....." ucap Rei yang membalikkan badannya.
"Hey.... jawab pertanyaan ku, siapa kau....!!" ucap pemimpin kelompok. "Nama ku Rei, aku akan mengambil nyawa kalian" ucap Rei. "Jangan bercanda, kalau Meu bercanda jangan di sini....!!!" ucap pemimpin kelompok. '' Tidak aku tidak bercanda" ucap Rei. Rei pun mengarahkan jari telunjuk nya tepat di depan kening pemimpin kelompok tersebut.
"Kau mau apa.....?" ucap pemimpin kelompok tersebut. "Tuk...." Rei menjentikkan jari telunjuk nya tepat di kening pemimpin kelompok itu. "Pruuaachhh....." seketika setelah Rei menjentikkan jari semua kelompok itu mancur lebur menjadi jus darah yang berceceran di atas tanah. "Aku kira dia bisa bertahan dari jetikkan jari ku" ucap Rei. dan setelah itu Rei pun langsung menuju ke desa bagian tengah.
Para penjajah di desa tengah sudah mengumpulkan para anak kecil di gerobak. Dan gerobak itu di jaga oleh para pasukan, sedangkan pemimpi kelompok tidak ada di sana. "Eh..... kemana pemimpin kelompok nya....?" ucap rei. Dan dari salah satu rumah terdengar suara jeritan.
"Jangan mendekat....!!!" ucap perempuan yang terpojok oleh pemimpin kelompok itu. "Hahaha..... si sini hanya ada nenek nenek tua, tapi kau adalah perempuan muda yang ada di sini, aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk memp*rkosa mu" ucap pemimpin kelompok itu. "Sreet....." pemimpi kelompok itu langsung merobek pakaian perempuan tersebut.
"Katakan.... siapa kau sebenarnya.....!!! kalau tidak perempuan ini akan ku bunuh" ucap pemimpin kelompok tersebut. "coba saja kalau bisa" ucap Rei. dan pemimpin kelompok itu mengarahkan pisau pada perempuan itu. "Plokk...." Rei menepuk tangan sekali dan membuat nya berganti tempat dengan pemimpin kelompok.
"Sekarang siapa yang akan kau ancam....? angin.....?" ucap Rei. "meski kau bisa menggunakan sihir kau pasti bisa mati dengan crossbow" ucap pemimpin kelompok tersebut yang mengambil crossbow dari punggung nya.
"Bowww...." pemimpin kelompok itu menembakkan satu anak panah ke arah Rei. "Ya ampuh, hanya membawa crossbow saja sudah beranggapan bisa menang" ucap Rei. Dan saat anak panah sudah dekat dengan Rei, ia pun langsung menjentikkan jari ke ujung anak panah ke arah atas. "Dapp....." anak panah itu langsung tertancap di atap rumah.
"Apa kau masih bisa tetap bersikap seperti pemenang....?" ucap Rei. "Sial.... Sekarang waktunya aku kabur" ucap pemimpin kelompok tersebut yang berniat untuk kabur. "Kau mau kabur....?" ucap Rei. "Sihir api\= Blue Fire" seketika pemimpin kelompok itu pun langsung terbakar oleh api biru. Api itu hanya membakar pemimpin kelompok.
"Yo.... pakai ini" ucap Rei yang memberikan sebuah jubah ke arah perempuan di belakang nya. "Pakai jubah itu, malam hari sangat dingin" ucap Rei. "Te.... terima kasih......." ucap perempuan itu sambil menangis. "Eh.... jangan menangis..... apa aku tidak sengaja melukai mu....?" ucap Rei yang sedikit panik. "Tidak, aku sangat senang, terima kasih banyak" ucap perempuan tersebut.
"Tidak perlu, aku masih harus melakukan sesuatu" ucap Rei yang kemudian pergi. Gerobak yang mengangkut para anak kecil itu berjalan ke arah markas mereka. "Shadow Demon hentikan mereka" ucap Rei. "Baik tuan....." ucap shadow demon. Dan shadow demon pun membunuh kuda dan kusir gerobak itu.
Dan gerobak itu pun berhenti. Setelah itu Rei pun langsung mendekat ke arah gerobak itu. "Shadow demon anak anak yang mereka culik apa hanya ini....?" ucap Rei. "Ya tuan, hanya ini" ucap shadow demon. Dan Rei pun berteleport kembali ke desa bersama anak-anak yang di culik itu. Setelah Rei merasa kalau anak anak itu sudah aman, ia pun langsung bergegas ke markas mereka.
"Hahahaha..... kalau bisa berjalan mulus aku akan mendapatkan banyak uang dan juga aku bisa hidup lebih mewah lagi" ucap komandan. "Tap....." Rei pun sampai di markas mereka. "Permisi....." ucap Rei yang berada di depan markas mereka. "hahahah.... mereka sudah sampai" ucap komandan yang kegirangan. kemudian Rei pun masuk ke dalam Markas itu. "Si.... siapa kau.....?" ucap Komandan itu yang terkejut melihat Rei yang masuk bukan pasukannya.