
"Ah.... kepala ku masih pusing dengan banyak nya kejadian secara bersamaan" ucap Rei. "Apakah papa tidak apa apa.....?" ucap Yuna dan Nina. "Sekarang sudah baikan, terima kasih" ucap Rei yang sambil mengelus kepala Yuna dan Nina. Dan mereka yang sedang berjalan pun di hadang oleh seorang.
"Kalau di lihat kau pasti yang bernama Rei...." ucap manusia serigala tersebut. "Ya.....? aku tidak mengenal mu, siapa kau....." ucap Rei. "Hahahaha.... sekarang akan aku buktikan kalau akulah yang lebih kuat dari kau manusia...." ucap manusia serigala tersebut. "Lain kali saja, sekarang aku tidak mood untuk melakukan beberapa hal....." ucap Rei.
"Jangan banyak alasan, kalau kau lemah bilang saja lemah" ucap manusia serigala tersebut. "Tch, merepotkan....." ucap Rei. "Wush....." Rei mengarahkan pukulan ke arah manusia serigala tersebut. "Buakk....." dengan sekali pukul Rei menerbangkan manusia serigala tersebut. "Ah.... apa mungkin aku sedikit berlebihan....." ucap Rei. "Hey.... lihat ada serigala terbang...." ucap para warga Demi-Human yang melihat manusia serigala yang terbang karena pukulan Rei.
"Akh.... kekuatan nya benar benar sangat hebat, aku mengakuinya sebagai orang yang bisa mengalahkan ku selain putri itu...." batin manusia serigala yang sambil terbang di udara. "Yosh.... kita pergi....." ucap Rei. Dan mereka bertiga pun mampir ke sebuah tempat makan. Rei pun pergi ke tempat kasir untuk memesan sebuah tempat duduk.
Dan setelah Rei mendapatkan tempat duduk, Rei, Yuna dan Nina pun duduk di tempat yang telah di pesan. Tak lama mereka duduk di sana, ada seorang pelayan di sana yang menanyakan apakah ada yang di pesan Rei. "Apakah ada yang anda pesan.....?" ucap pelayan tersebut. "Aku segelas jus, Yuna dan Nina apa....?" ucap Rei.
"Aku sama seperti papa...." ucap Yuna dan Nina. "Jadi, tiga gelas jus, silahkan tunggu" ucap Pelayan tersebut yang kembali untuk mengambilkan pesanan milik Rei, Yuna dan Nina. Rei melihat ke sekeliling tempat itu. "Eh... kalau tidak salah itu..... siapa ya.....?" ucap Rei yang mengenal seseorang di sana tapi ia lupa namanya.
"Ada apa papa....?" ucap Yuna. "Tidak ada apa apa, hanya saja sepertinya aku pernah melihat nya, tapi aku lupa namanya" ucap Rei. Dan pelayan pun datang dengan membawakan tiga gelas jus. Pelayan tersebut menaruh tiga gelas jus itu di atas meja. "Silahkan di nikmati...." ucap pelayan tersebut. "Ya...." ucap Rei. dan pelayan itu pun kembali ke dapur.
"Ah.... aku baru ingat, kalau tidak salah namanya Suoka....." ucap Rei. "Apakah papa kenal.....?" ucap Nina. "Ya.... di murid ku......hehehe.... aku akan menjailinya sedikit" ucap Rei. Suoka duduk berdua dengan seorang laki laki. "Aduh.... gigiku sakit kerena pasangan yang sedang gombal saking manisnya, gigi ku berlubang...." ucap Rei.
Suoka dan laki laki yang di depannya itu pun mendengar suara Rei dan mereka pun berdiri kemudian berjalan ke arah Rei. "Hey.....!! apakah kau bisa diam......?!" ucap laki laki itu yang marah. "Hahahaha..... maaf maaf aku hanya bercanda....." ucap Rei. "Su.... suara ini.... jangan jangan...." ucap Suoka yang mengenal suara Rei. "Suoka apakah kau mengenal nya....?" ucap laki laki itu.
"Aku jarang membicarakan tentang master karena kalau sering ku bicarakan master akan menjadi incaran banyak orang...." ucap Suoka. "Kalau bicara dengan duduk lebih enak...." ucap Rei. "Terima kasih, master...." ucap Suoka. "Suoka siapa dia....? apakah dia pacarmu.....?" ucap Rei. "Ya.... kami sudah kenal cukup lama" ucap Suoka. "Lebih tepatnya kami teman masa kecil, oh ya maaf karena tadi aku kurang sopan kepada anda.... namaku Shin" ucap Shin.
"Ya.... kalau bicara denganku jangan dengan kata kata formal, dan nama ku Rei...." ucap Rei. "Aku Yuna...." ucap Yuna. "Aku Nina......" ucap Nina. "Yuna dan Nina apakah mereka adik master.....?" ucap Suoka. "Bukan, mereka berdua anakku...." Rei. "Ya.... Yuna dan Nina anak papa...." ucap Yuna dan Nina. "Eh.... aku baru tau kalau master punya anak" ucap Suoka.
"Suoka dan Shin kapan kalian akan menikah....?" ucap Rei. "Me.... menikah....?!!" ucap Suoka yang terkejut. "Hahaha..... masih terlalu cepat untuk kami menikah" ucap Shin. "kalau kalian mau menikah jangan lupa undang aku, dan sekarang aku akan pergi...." ucap Rei yang berdiri. "Eh.... sudah mau pergi....?" ucap Suoka.
"Ya.... aku ke sini awalnya hanya mencari udara segar, ayo Yuna, Nina" ucap Rei. "Ya.... papa...." ucap Yuna dan Nina yang juga ikut berdiri. Mereka pun berjalan keluar dari tempat itu. "Papa.... kita akan kemana....?" ucap Yuna dan Nina. "Kita akan kembali ke Mansion....." ucap Rei. "Tap..... tap.... tap....." seseorang berlari ke arah Rei dari belakang.
Dan seseorang yang berlari itu berhenti di belakang Rei. "Tuan tunggu sebentar...." ucap orang itu. "Siapa.....? eh kau lagi......? ada apa Sekarang......?" ucap Rei yang sambil menoleh ke arah orang itu. "Tuan.... tolong jadikan aku murid mu....." ucap manusia serigala itu sambil bersujud. "Eh..... kau berdiri dulu...." ucap Rei.
"Tidak, saya tidak akan berdiri sebelum anda menjadikan saya murid anda....." ucap manusia serigala tersebut. "Baiklah baiklah.... kau berdiri sekarang...." ucap Rei. "Baik...." ucap Manusia serigala itu sambil berdiri. "Kenapa kau ingin jadi murid ku.....?" ucap Rei. "Saya tadinya sangat menyombongkan diri karena saya termasuk orang terkuat kedua di sini" ucap manusia serigala tersebut.
"Terus....? kenapa tidak to the poin....?" ucap Rei. "Ya.... saya menganggap kalau tidak ada orang yang lebih kuat daripada saya....dan akhirnya saya mengerti kalau masih banyak orang yang kuat seperti anda di luar sana" ucap manusia serigala tersebut. "eh jadi kau ingin lebih kuat.....?" ucap Rei. "Baik, tepat sekali saya ingin mengalahkan putri...." ucap manusia serigala tersebut.
"Ah... kau mau mengalahkan Alencia.....?" ucap Rei. "Kenapa anda memanggil tuan putri dengan namanya....?" ucap manusia serigala tersebut. "Ya.... karena tadi dia memaksaku untuk menjadikan nya tunangan nya...." ucap Rei. "Apa....! anda tunangan Tu—" ucap Manusia serigala itu terhenti karena mulutnya di tutup oleh telapak tangan Rei.
"Ssssttt.... kalau kau bicara nanti akan jadi hal yang merepotkan, jadi aku tidak suka" ucap Rei. "Baik...." ucap manusia serigala tersebut. "Oh ya... nama ku Rei" ucap Rei. "Nama saya, Charles mulai sekarang mohon bantuannya guru" ucap Charles.