Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.120 Bertambah calon Istri



Rei tetap duduk di tempat. "Hiragi bisa tolong tuang kan teh secangkir.....?" ucap Rei. "Baik tuan" ucap Hiragi dan ia menuangkan teh di gelas yang ada di meja depan Rei. "Sruuuup...." meminum teh yang di tuangkan Hiragi. "Hah.... apa yang di rencanakan dewa naga.....? seperti nya takdir di dunia mengharuskan aku melakukan hal yang sangat besar" batin Rei.



"Kalau itu takdir yang ku miliki, tapi aku juga harus mencari tau, aku akan bertanya kepada orang lain" batin Rei. saat ini sudah sore Rei, Yuna, Nina Iseria, Cerise, Shiko, dan Sasaki duduk di kursi ruang makan sambil menunggu makan makan di siapkan. "Pertama aku akan bertanya kepada Iseria" batin Rei.


Dan tak lama makan malam pun telah di siapkan dan semua sudah mandi dan lain lainnya. Mereka makan malam bersama setelah makan malam mereka beranjak dari ruang makan ke kamar mereka masing masing. Rei yang berada di kamarnya mengambil buku miliknya. "Buku ini pasti akan sangat berguna nanti" ucap Rei.


Ia keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Iseria. "Tok....tok....tok....." Rei mengetuk pintu kamar Iseria. "Siapa.....?" ucap Iseria dari dalam kamar nya. "Aku..... Rei" ucap Rei yang menjawab pertanyaan Iseria. Iseria pun membuka pintu kamar nya dan Rei pun masuk ke dalam kamar nya Iseria. "Rei jarang jarang kamu datang ke kamar ku" ucap Iseria.



"Ya..... Iseria apa aku boleh bertanya satu hal....?" ucap Rei. "Boleh, lebih dari satu pun boleh" ucap Iseria. "Ya, kenapa kau memperbolehkan ku memiliki lebih dari 1 calon istri....?" ucap Rei. "Oh, kalau itu bagaimana ya....." ucap Iseria yang bingung menjelaskan nya kepada Rei. "Katakan saja" ucap Rei.


"Ya, kalau begitu aku pernah mendengar ramalan tentang masa depan dari penyihir istana" ucap Iseria. "Chiba.....?" ucap Rei. "Bukan, penyihir itu ada sebelum Chiba dan dia berkata kalau nanti di masa depan akan ada orang yang akan mengubah dunia, dia akan menjadi raja dari segala raja dan membuat dunia yang ideal bagi berbagai ras" ucap Iseria.


"Jangan jangan, kau menduga kalau yang di ceritakan itu aku.....?" ucap Rei. "Ya benar, aku sudah membulatkan tekad kalau Rei bisa mengubah dunia ini menjadi dunia yang ideal" ucap Iseria. "Tapi bagaimana kau bisa percaya kalau yang di ceritakan itu aku" ucap Rei yang mencoba membantah.


"Rei, kamu punya kekuatan yang tersembunyi, yaitu kekuatan untuk menarik masalah dan menyelesaikan nya" ucap Iseria. "Ya, terima kasih Iseria, dan juga selamat malam" ucap Rei yang kemudian keluar dari kamar Iseria. "hanya mendengar perkataan Iseria, sudah di pastikan kalau aku akan mendapatkan banyak masalah dan harus menyelesaikan nya" batin Rei sambil berjalan ke arah kamarnya.


"Hah..... seperti nya aku harus menerima lamaran Asami " batin Rei yang memasuki kamar nya. Ia pun langsung berbaring di atas tempat tidur dan tak lama ia pun tertidur. Di pagi harinya Rei bangun dan ia masih tetap di tempat tidur. "Whooam..... kenapa hari ini rasanya sangat malas Sekali untuk melakukan hal" ucap Rei yang rebahan di kasur.


"Tok.... tok ... tok...." seseorang mengetuk pintu kamar Rei. "Masuk saja...." ucap Rei. Dan seseorang itu membuka pintu kamar Rei dan Shiko masuk ke dalam kamar Rei. "Danna sudah pagi tidak biasa nya kamu masih di dalam kamar" ucap Shiko. "Ya.... aku juga tidak tau kenapa rasanya sangat malas sekali" ucap Rei.


Shiko pun mendekat dan duduk di kasur. "Cupp" Shiko mencium bibir Rei. "Shiko..... kenapa kau melakukan nya.....?" ucap Rei dengan muka sedikit merah. "Itu ciuman khusus dari Shiko ratu peri untuk raja peri yang sedang keadaan malas" ucap Shiko. "Terima kasih Shiko......" ucap Rei. "Ya .... sama sama" ucap Shiko.


Karena makanan telah di siapkan saat Rei duduk, mereka semua pun sarapan pagi bersama. Setelah makan mereka semua menunggu Asami dan Miu yang akan datang ke mansion. Dan tak lama mereka menunggu asami pun datang di depan Mansion. "Tok.... tok .... tok....." Asami mengetuk pintu Mansion.


Dan para pelayan membuka pintu mansion, setelah itu Asami masuk ke dalam mansion. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami duduk di ruang tamu dan mereka membahas tentang pertunangan. Dan Rei menerima bertunangan dengan Asami. Dan Sekarang Rei memiliki Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang akan menjadi calon istri nya.


"Jadi Asami apa kau akan tetap tinggal di kastil kerajaan naga.....?" ucap Iseria. "Kalian juga tinggal di sini bersama Rei kan" ucap Asami yang memastikan apakah Iseria dan yang lainnya tinggal bersama Rei. "Jadi apa aku boleh tinggal di sini, sayang....?" ucap Asami.


"Aku....? yang kau panggil sayang....?" ucap Rei yang menuju ke dirinya. "Ya... apakah tidak boleh.....?" ucap Asami. "Ya, baiklah kau boleh memanggil ku semau mu" ucap Rei. "Sayang...." ucap Iseria yang mencoba memanggil Rei dengan kata sayang. "Tidak mungkin, itu mustahil untuk ku katakan" ucap Iseria yang tersipu malu.


"Iseria, kau tidak perlu memanggil ku seperti itu, kau bisa memanggilku dengan sebutan yang mudah kau ucapkan" ucap Rei. "Ya.... aku akan tetap panggil dengan Rei" ucap Iseria. "Papa papa Yuna ingin makan cemilan" ucap Yuna. "Nina juga mau....." ucap Nina. "Kalau kalian mau makan cemilan, kalian juga harus membantu untuk membuat nya ya....." ucap Rei.


"Ya.....!!!!" ucap Yuna dan Nina yang bersemangat. Rei, Yuna dan Nina pun pergi ke dapur dan mereka membuat beberapa makan ringan untuk di makan setelah sarapan.





Beberapa waktu kemudian Rei, Yuna dan Nina pun selesai membuat makanan dan menaruh makanan itu di atas meja makan. "Wah kelihatan nya enak,spons cake buatan Yuna dan Nina" ucap Rei yang memuji Yuna dan Nina. "Papa aa....." ucap Yuna yang telah memotong spons cake dan menyuruh Rei membuka mulut.


"Eh....? Yuna mau menyuapi ku....?" ucap Rei. "Ya.... Karena setiap hari papa yang menyuapi kami" ucap Yuna. "papa, Nina juga...." ucap Nina yang ikut ikutan Yuna. "Ya kalau begitu ku akan makan" ucap Rei. dan Rei memakan langsung kedua spons cake yang ada di sendok Yuna dan Nina. "Hmm...... enak..... Yuna dan Nina juga harus coba" ucap rei.