Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.194 Penyerangan



Hari pun berlalu dari siang menjadi sore hari, para pelayan sedang menyiapkan makan, sedangkan Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia berada di pemandian air panas. "Hah..... berendam memang mantap....." ucap Rei. "Ya..... papa...." ucap Yuna dan Nina.


Dan setelah mereka keluar dari Pemandian air panas dan mereka juga telah berganti baju, mereka pun menuju ke ruang makan. Di ruang makan para pelayan baru saja selesai menyiapkan makanan. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun duduk di ruang makan.


Setelah mereka duduk mereka pun mereka pun makan malam bersama. Setelah makan malam, mereka pun kembali ke kamar mereka untuk tidur. Para pelayan yang juga sudah selesai melakukan pekerjaan nya pun kembali ke asrama mereka. Rei yang ada di kamarnya masih belum tidur, ia hanya berbaring di atas tempat tidur nya.


"Hmm.... seperti apa kabar dewa naga ya.....? semoga saja dia masih baik baik saja" ucap Rei. Dan setelah berkata seperti itu Rei pun tidur dengan nyenyak. Di pagi hari nya, Rei bangun tidur. "Whooam....... Nanti aku harus keluar untuk menemui Lucrut" ucap Rei. Dan Rei pun berjalan keluar kamar nya.


Setelah Rei keluar kamar, setelah keluar kamar ia pergi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka Rei pergi ke ruang makan, ia pun duduk di sana. Tak lama Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia datang ke ruang makan. Dan mereka pun ikut duduk.


Setelah mereka duduk, para pelayan menyiapkan makanan di atas meja. Dan setelah itu mereka pun sarapan pagi bersama. Setelah sarapan pagi, mereka bersiap siap untuk pergi. Setelah mereka selesai menyiapkan hak yang mereka bawa, mereka pun keluar dari mansion. mereka berjalan menuju pintu gerbang kota itu.


Saat mereka hampir sampai di pintu gerbang kota, di depan pintu gerbang kota terlihat Lucrut dan Frans yang sedang menunggu Rei. "Yo.... Lucrut dan Frans...." ucap Rei. "Ya.... Rei kami menunggu mu...." ucap Lucrut. "Ya.... maaf membuatmu menunggu...." ucap Rei. "Ya.... tidak perlu khawatir.... eh.....?! mereka juga ikut....?" ucap Lucrut.


"Ya.... kalau aku menolak mereka akan terjadi bencana....." ucap Rei. "Eh....?! apakah Benar.....? kalau begitu ya tidak apa apa" ucap Lucrut. Dan mereka pun berjalan keluar dari kota. Mereka berjalan menuju ke hutan tempat Lucrut biasanya mencari bahan. "Frans.... apakah kau Sudah terbiasa....?" ucap Rei. "Ya ... kak Rei...." ucap Frans.


"Ya.... baguslah kalau begitu, tapi kenapa kau ikut....?" ucap Rei. "Ya..... karena hari ini toko di tutup dan aku tidak mungkin untuk menjaganya sendiri, jadi aku ikut untuk membantu minimal membawakan barang" ucap Frans. "Hahahaha..... membawakan barang....? tapi ya itu lebih baik daripada ikut bertarung nanti...." ucap Rei.


"Ya.... kak Rei...." ucap Frans. "Papa.... di sekitar sini tidak ada tanda tanda monster ataupun hewan lainnya....." ucap Yuna dan Nina. "Ya...


aku juga tau.... pasti dugaan ku benar...." ucap Rei. "Dugaan....? seperti apa....?" ucap Iseria. "Ya..... munculnya monster tingkat tinggi, ya minimal seperti Litch" ucap Rei.


"Ya.... kalau tidak salah Litch adalah tipe Undead dan aku bisa mengalahkan tipe Undead" ucap Asami. "Ya.... ya.... kita juga nsih belum tau apakah itu Litch atau hanya monster lemah" ucap Rei. Mereka berjalan masuk lebih dalam kehutan. "Berhenti....." ucap Rei, dan mereka pun berhenti kerena perkataan Rei.


"Ada apa Rei....?" ucap Lucrut. "Papa...." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... aku tau..." ucap Rei. "Ada apa.....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Sihir kegelapan: Perfect disguise" Rei menggunakan sihir untuk membuat semua orang di sana tidak di sadari oleh monster. "Apa yang terjadi...." ucap Iseria.


"Bukan apa apa.... Sekarang kita sudah bisa masuk lebih dalam lagi...." ucap Rei. "Apakah tadi itu sihir kegelapan....?!" ucap Lucrut. "Ya.... memangnya kenapa...?" ucap Rei. "Ya.... sebenarnya aku memiliki dua elemen yaitu elemen utama yaitu api dan elemen tambahan yaitu kegelapan...." ucap Lucrut. "Eh.... kau mempunyai dua elemen...." ucap Rei.


"Ya.... meski aku hanya bisa menggunakan elemen kegelapan untuk memperkuat sihir api...." ucap Lucrut. "Bukankah itu sudah pencapaian yang luar biasa.....?" ucap Rei. "Ya... biasa saja...." ucap Lucrut. "Hati hati.... di depan kita akan melihat banyak monster berkumpul....." ucap Rei. "Eh.... benarkah.....?" ucap Lucrut.


Dan mereka pun berhenti di balik pepohonan. Dan mereka ke depan mereka, di depan mereka terlihat area yang kosong tanpa pohon dan di area itu terdapat banyak monster berkumpul. "Wah.... banyak sekali monster yang ada di sini...." ucap Iseria. "Ya.... karena ini tempat mereka berkumpul....." ucap Rei.


"Apakah tidak apa apa kita ada di dekat mereka.....? bukankah kita akan ketahuan dengan mudah karena penciuman mereka yang tajam.....?" ucap Lucrut. "Tadi aku merapal mantra untuk apa....? ya.... untuk ini....." ucap Rei. "Eh.... sihir tadi agar kita tidak ketahui meski dekat dengan monster...." ucap Lucrut.


"Ya... benar sekali, dan sekarang kita akan beraksi....'' ucap Rei. "Beraksi....?" ucap Lucrut. "Ya.... kita kalah monster yang kita lihat dengan cepat...." ucap Rei. "Ya..... aku sudah siap...." ucap Sasaki. "Ya.... aku juga..." ucap Asami. "Aku juga sudah siap" ucap Alencia. "Eh....? apakah benar kita akan mengalahkan mereka....?" ucap Lucrut.


"Ya.... untuk Iseria, Cerise, Shiko dan Cisa kalian nanti saja...." ucap Rei. "Ya.... baiklah Rei...." ucap mereka bertiga. "Lucrut bagaimana denganmu....?" ucap rei. "Ah.... aku akan ikut menyerang...." ucap Lucrut. "Yosh.... kalau begitu sudah di tentukan, Yosh kita maju...." ucap Rei.


Dan mereka pun keluar dari balik pepohonan dan langsung menyerang monster yang ada di sana. "Sriiingg.... sriing ... sriingg.... sringg... sriingg.... sringg.... sringgg....." Sasaki, Asami dan Alencia menyarang monster secara bersamaan. "Wow.... mereka bisa serasi...." ucap Rei. Dan setiap monster yang telah di kalahkan itu langsung menghilang.


Monster yang telah di tebas merea itu langsung masuk ke dalam space Dimension milik Rei. Hanya dengan Sasaki, Asami dan Alencia, mereka menghabisi hampir setengah monster yang ada di sana. "Yosh.... aku akan mengakhiri nya....." ucap Rei. "Sihir kegelapan: Soul Harvesting" Rei menggunakan sihir kegelapan dan seketika monster yang ada di sana semua langsung mati tak bernyawa.