Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.209 Bertemu Dengan Dark Elf



Rei, Yuna dan Nina pun sampai di pinggiran hutan elf. "Whooam......" Rei menguap. "Ada apa papa......? apakah papa capek.....?" ucap Yuna. "Tidak, hanya saja karena hawa di sini sejuk aku jadi sangat ngantuk" ucap Rei. "Bagaimana kalau kembali ke rumah....?" ucap Nina. "Tidak, nanti saja kembali" ucap Rei.


Rei pun duduk di atas rerumputan, Yuna dan Nina pun ikut duduk di sampingnya Rei. Rei pun langsung berbaring dan di belakangnya terdapat sebuah pohon. "Hmm.... tidur sebentar tidak akan jadi masalah kan...." ucap Rei. Yuna dan Nina pun ikut berbaring dan menggunakan lengan Rei sebagai bantalan. "Whoaam, aku akan tidur sebentar" ucap Rei. "Ya, Yuna dan Nina juga akan tidur" ucap Yuna dan Nina.


"Ya....." ucap Rei, tak lama mereka pun tertidur di atas rerumputan. Udara sejuk dan angin yang sepoi sepoi membuat mereka tidur dengan lelap. "Kyaa.....!!!" suara teriakan perempuan yang berasal dari pinggir hutan yang lumayan jauh dari tempat Rei. "Hah..... apa tadi....? apakah suara teriakan....?" ucap Rei yang baru terbangun dari tidurnya. Yuna dan Nina pun ikut bangun.


"Yuna, Nina, kalian bangun..... maaf membuat kalian terbangun" ucap Rei. "Tidak apa apa papa...." ucap Yuna dan Nina. "Sepertinya tadi ada suara teriakan" ucap Rei. "Kyaa...... siapapun tolong....." suara teriakan yang sama dan juga meminta bantuan. Rei pun segera bangun dan berdiri, Yuna dan Nina pun ikut berdiri. "Yuna dan Nina, kita ke arah suara itu...." ucap Rei. "Ya.... papa" ucap Yuna dan Nina.


Rei pun langsung menggendong Yuna dan Nina, setelah itu langsung berlari dengan sangat cepat ke arah suara teriakan tadi. Beberapa saat kemudian Rei pun sudah semakin dekat dengan asal teriakan barusan. "Tap....." Rei pun berhenti dan melihat ke depan, di depannya terdapat seseorang yang sedang terpojokkan oleh seekor monster.



"Papa cepat tolong dia papa......" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... aku akan menolongnya" ucap Rei. "Sihir Es: Eternal Freezing" Rei menggunakan sihir dan seketika monster itu langsung membeku tak bergerak. "Clack....." Rei melakukan petik jari. "Kratak..... Bruuak....." monster yang membeku itu langsung hancur berkeping keping. "Yosh.... sudah selesai" ucap Rei.


"Papa memang sangat hebat" ucap Yuna dan Nina. "Tidak, itu biasa saja" ucap Rei. Kemudian Rei, Yuna dan Nina pun berjalan mendekat ke arah perempuan yang di terpojokkan tadi. "Apakah kau baik baik saja.....?" ucap Rei. "Eh.... apakah kamu yang menggunakan sihir tadi.....?" ucap perempuan itu. "Hmm..... ya begitulah" ucap Rei. "Terima kasih banyak, aku tidak tau apa yang bisa ku lakukan untuk menebus hutang budi kepadamu" ucap perempuan itu.


"Tidak perlu tidak perlu, Dan sekarang aku akan kembali jadi sampai jumpa" ucap Rei. Kemudian Rei, Yuna dan Nina pun berjalan untuk kembali ke desa elf. Tanpa mereka ketahui perempuan yang di selamatkan Rei itu mengikuti Rei, Yuna dan Nina tanpa di ketahui. "Hmm.... kira kira enaknya buat apa ya....?" ucap Rei.


"Papa mau membuat makanan....?" ucap Yuna. "Ya.... tapi aku masih bingung enaknya buat makanan apa...?" ucap Rei. "Makanan yang manis papa...." ucap Yuna dan Nina. "Ya... nanti aku akan buatkan yang hanya untuk kalian berdua" ucap Rei. "Yey..... kami sayang papa...." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... ya...." ucap Rei.


"Tidak.... aku tidak mau, aku ingin bersama dengan master....." ucap perempuan dark elf. "Sepertinya aku pernah mendengar suara itu...." ucap Rei dan ia pun melihat ke arah belakang. "Ah.... dia mengikuti ku sampai sini" ucap Rei. Kemudian Rei pun berjalan ke arah penjaga dan dari elf tersebut. "Tunggu sebentar, dia adalah tamu ku, bisakah kalian lepaskan dia.....?" ucap Rei. "Tapi dia dari elf" ucap salah satu penjaga.


"Ada apa dengan dark elf....? aku tidak peduli siapapun itu ataupun dari ras mana, meski dia dari ras dark elf, monster bahkan iblis, aku tidak peduli dengan ras, kalau dia ada urusan denganku, aku akan menyambut mereka dengan baik" ucap Rei. "Baik, kalau raja peri berkata seperti itu...." ucap para penjaga.


Dan perempuan dark elf itu pun di lepaskan oleh para penjaga. "Yo.... ada apa....? kenapa kau mengikuti ku....?" ucap Rei. "Ah.... dia Kakak yang tadi....." ucap Yuna dan Nina. "Aku sangat berterima kasih atas pertolongan anda tadi, dan sekarang aku ingin menjadi bawahan Anda, tidak peduli menjadi seperti, budak, pelayan pribadi atau alat, aku tidak masalah" ucap perempuan itu.


"Tidak, kau tidak boleh merendahkan harga dirimu sendiri, dan aku kurang suka dengan yang bernama budak dan tuan" ucap Rei. "Eh.... kalau begitu Anda bisa jadikan saya pelayan atau senjata" ucap perempuan itu. "Kalau pelayan aku punya, dan kalau alat aku tidak membutuhkannya dan juga aku ini lumayan kuat, untuk pertama perkenalkan dirimu" ucap Rei.


"Baik, namaku Lena, dan aku berada dari ras dark elf" ucap Lena. "Ya.... bagus, namaku Rei dan mereka berdua Yuna dan Nina" ucap Rei yang memperkenalkan diri dan juga memperkenalkan Yuna dan Nina. "Aku Yuna" ucap Yuna. "Aku Nina" ucap Nina. "Ya.... senang berkenalan dengan kalian berdua, tapi aku ingin bersama dengan anda master Rei" ucap Lena.



"Ah..... sepertinya akan merepotkan, apakah kau punya tempat tinggal...? orang tua....? atau saudara.....?" ucap Rei. "Ya.... tapi aku melarikan diri dari kerajaan dari elf beberapa bulan yang lalu dan tadi aku di selamatkan oleh master Rei" ucap Lena. "Hilangkan kata master, panggil Rei saja" ucap Rei. "Apakah tidak masalah....?" ucap Lena. "Apa yang membuat masalah....? aku tidak masalah kalau di panggil Rei" ucap Rei. "Baik, re..... Rei...." ucap Lena.


"Ya.... kalau seperti itu kedengarannya lebih enak, dan apakah kau tidak ingin kembali...?" ucap Rei. "Tidak, karena aku sudah kabur dan kalau kembali aku tidak berani" ucap Lena. "Lena..... dengarkan perkataan ku, sekarang kau masih memiliki orang tua dan orang orang yang kau sayangi, sebelum orang tua atau orang yang kau sayangi menghilang ada baiknya Kau bertemu mereka daripada menyesal dalam penyesalan tiada akhir" ucap Rei.