
"Huh....." ucap Rei yang sambil berbaring di atas tempat tidurnya. "Ada apa Rei....?" ucap Valentine yang masuk dengan cara menembus tembok. "Tidak ada apa apa, hanya ada sedikit hal yang tidak terduga" ucap Rei.
"Apa itu....? ceritakan kepadaku...." ucap Valentine. "Buat apa.....? tidak ada gunanya juga mengatakannya padamu" ucap Rei. "Tidak apa, yang penting aku tau" ucap Valentine. "Ya ... ya akan aku katakan" ucap Rei yang terpaksa. Yey .... sekarang katakan Rei" ucap Valentine. "Jadi.... temanku Kuro dia akan menikah" ucap Rei.
"Jadi kenapa.....? biarkan saja dia menikah, apakah dia akan menikah dengan Iseria atau siapa....?" ucap Valentine yang berujung kepada Iseria, Cerise dan yang lainnya. "Tidak, tidak ada hubungannya dengan mereka, aku di minta Kuro untuk menyiapkan pesta lebih tepatnya untuk bagian makanan" ucap Rei. "Oh.... jadi itu yang membuatmu berpikir cukup keras....." ucap Valentine.
"Bukan itu, aku tidak tau makanan apa yang cocok untuk pesta pernikahan" ucap Rei. "Bukankah hanya perlu menyiapkan makanan enak, dan juga bukankah kau pernah pergi ke pesta pernikahan......? bener kan.....?" ucap Valentine. "Ah.... tidak pernah, aku tidak pernah ke pesta pernikahan" ucap Rei. "Ah.... ini masalah yang cukup sulit, bagaimana menyiapkan kalau tidak tau seperti apa pesta pernikahan" ucap Valentine.
"Mau bagaimana lagi.....? aku memang tidak pernah ke pesta pernikahan" ucap Rei. "Untung saja ada aku di sini" ucap Valentine. "Ada dirimu....? apa bedanya dengan ada atau tidak ada dirimu.....? apakah kau bisa memasak....?" ucap Rei. "Tidak, aku sama sekali tidak bisa memasak" ucap Valentine. "Jadi yang kau maksud membantu.....?" ucap rei.
"Ya.... aku tau secara spesifik tentang pesta pernikahan" ucap Valentine. "Jadi hidangannya apa saja yang ada di pesta itu" ucap Rei. "Hmm.... bisanya kebanyakan makanan yang terbuat dari daging" ucap Valentine. "Hmm.... daging, dan untuk makanan penutup.....?" ucap Rei. "Makana penutupnya banyak, tapi bukankah kau tau banyak tentang makanan penutup" ucap Valentine.
"Yah.... kalau makanan penutup aku cukup tau banyak, dan yang paling penting adalah cake" ucap Rei. "Hah.....? cake.....? apa itu apakah sebuah makanan.....? aku baru dengar itu" ucap Valentine. "Kau baru dengar.....? itu sejenis roti yang ukurannya cukup besar dan enak" ucap Rei. "Tidak tau, apakah kau bisa buat.....?" ucap Valentine. "Bisa, dulu aku kecil sangat ingin makan cake tapi sekarang kurang tertarik seperti saat kecil dulu" ucap Rei.
"Aku tidak tau apa itu cake, tapi sepertinya itu makanan enak, jadi nanti aku akan lihat lihat saja" ucap Valentine. "Baiklah, untuk makanan aku akan siapkan makanan dari daging dan beberapa macam salad" ucap Rei. "Salad.....? itu juga makanan.....? seperti apa bentuknya.....?" ucap Valentine. "Hmm.... kalau salad itu makanan tanpa daging apapun" ucap Rei. "Tanpa daging, mendingan jangan tidak akan banyak yang makan" ucap Valentine.
"Pasti ada, seperti elf mereka tidak makan daging sesering yang lain dan juga saat diet makan salad sangat bagus" ucap Rei. "Baiklah baiklah, terserah dirimu kau mau membuat apa dan juga aku sudah memberikan saran" ucap Valentine. "Ya.... terima kasih sarannya, sara. darimu sangat membantu" ucap Rei. "Bukan apa apa, aku hanya memberi tau karena kau tidak tak tau" ucap Valentine.
Tak lama Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya pun menuju ke ruang makan. "Selamat pagi papa....." ucap Yuna dan Nina yang masuk ke dalam ruang makan. "Ya.... selamat pagi Yuna Nina" ucap Rei yang membalas ucapan Yuna dan Nina. "Selamat pagi....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora. "Ya.... selamat pagi juga untuk kalian" ucap Rei.
Kemudian Iseria, Cerise dan yang lainnya pun langsung duduk di kursi. Tak lama mereka menunggu para pelayan datang sambil membawakan makanan yang mereka tata di atas meja. Setelah itu para pelayan kembali ke belakang. Rei, Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya pun sarapan bersama setelah sarapan Rei, Yuna, Nina dan Iseria mereka bersiap siap untuk pergi ke kastil kerajaan.
Dan setelah mereka bersiap siap, mereka pun keluar bersama dengan yang lainnya. "Yah.... kita berangkat bersama" ucap Rin. "Ya.... kalian juga mau pergi ke kota, hati hati" ucap Rei. "Ya.... kami duluan" ucap Sasaki. Mereka berjalan berpisah, Rei, Yuna, Nina dan Iseria pergi menuju ke kastil sedangkan Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora menuju ke kota mereka berjalan dengan arah yang berlawanan.
"Hmm.... sudah lama tidak lewat jalan ini" ucap Rei. "Ya.... karena pertama kamu berjalan di sini saat akan menyembuhkan ku dan terakhir aku tidak terlalu ingat bagaimana, tapi kalau tidak salah kita berjalan bersamakan...." ucap Iseria. "Ya.... dan juga di depan sana kita sudah sampai" ucap Rei. beberapa saat mereka berjalan mereka pun sampai di depan gerbang kastil, mereka di hentikan oleh penjaga.
"Berhenti siapa kalian.....?" ucap penjaga gerbang kastil. "Eh....?! apakah kalian lupa denganku.....? atau dengan Iseria.....?" ucap Rei. "Pu.... Puteri.......?!! silakan masuk, maafkan kami tidak mengenali anda" ucap penjaga. "Ya... tidak apa, karena lama tidak bertemu juga" Iseria. "Kalau ini putri berarti anda tuan Rei....?" ucap penjaga. "Ya.... benar sekali, aku Rei" ucap Rei.
"Baiklah Rei.... kita masuk" ucap Iseria. "Ya.... kita menemui sang raja" ucap Rei. Dan mereka pun masuk ke dalam kastil kerajaan. Mereka masuk dan akan langsung menemui raja, akan tetapi mereka tidak tau di mana raja berada dan mereka di antarkan ke tempat raja. "Permisi...." ucap orang yang mengantarkan Rei, Yuna, Nina, dan Iseria yang kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan.
"Ada apa....?" ucap raja yang berada di dalam ruangan yang di masuki orang yang mengantar Rei, Yuna, Nina dan Iseria. "Tuanku, Puteri Iseria dan tuan Rei sudah berada di sini" ucap orang tersebut. "Iseria dan Rei....?! di mana mereka....?" ucap raja. "Ayahanda......." ucap Iseria yang langsung membuka pintu ruangan tersebut. "Ugh...." orang yang mengantar Rei, Yuna, Nina dan Iseria itu terpental karena ia berada di depan pintu dan tertabrak pintu saat Iseria membukanya. "Maaf, Iseria tiba tiba masuk dan membuatmu terpental" ucap Rei. "Tidak apa, tuan Rei.... tidak perlu di khawatirkan'' ucap orang tersebut.