Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.154 Bar



Mereka berada tepat di depan bar milik pak tua. "Wah.... aku kira kita akan ke mana, ternyata ke tempat pak tua" ucap Rin. "Apakah kau pernah ke tempat ini Rin.....?" ucap Iseria. "Ya.... sering, setiap kali aku kabur dari istana aku selalu ke sini agar tidak tertangkap oleh para prajurit" ucap Rin.


"Hah.... sebab itu pekerjaan mu menumpuk, kau selalu kabur saat mengerjakan pekerjaan mu" ucap Rei. "Hehehe....." ucap Rin. "Kita akan masuk" ucap Rei. kemudian mereka pun masuk ke dalam bar tersebut. di dalam bar terdapat Kay yang sedang meminum bir. "Ah.... bir di sini lumayan enak" ucap Kay. "Hahahah.... bisa saja kau" ucap pemilik bar yang seperti sudah sangat dekat dengan Kay.


"Ya..... pak tua, aku datang ke sini" ucap Rin. "Ya... putri yang merepotkan datang" ucap pemilik bar. "Aku bisa saja memenjarakan mu, pak tua" ucap Rin. "Dimana sopan santun mu kepada orang yang lebih tua....?" ucap pemilik bar itu. "Hahahah.... sudah sudah, Kay kau sudah kenal dengan pak tua itu....?" ucap Rei.


"Ya... kami kawan lama, terima kasih Rei telah memberitahu ku tempat persembunyian orang ini" ucap Kay. "Hahahaha.... ternyata kalian sudah kenal" ucap Rei. "Rei apakah kau mau minum sekalian.....?" ucap pemilik bar itu. "Tidak, aku ke sini hanya mengantarkan dia, jadi aku akan pergi sampai jumpa" ucap Rei. Kemudian Rei pun keluar dari bar itu, kemudian Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa mengikuti Rei dari belakang.


"Aku juga akan pergi pak tua, jaga diri baik-baik, aku akan kembali kapan kapan dan tempat ini adalah tempat persembunyian dari para prajurit istana" ucap Rin. Dan Rin pun pergi keluar dari bar tersebut. "Ya.... sampai jumpa, meski bicaranya seperti itu, dia itu sangat baik" ucap pemilik bar. "Hahaha..... kau masih belum berubah" ucap Kay. "Aku sudah berubah, dan kau yang belum berubah dari dulu" ucap pemilik bar.


"Ayah.... sepertinya ayah minum lagi...." ucap Frey yang seperti nya sangat marah. "Apa salahnya aku minum minum, kau di tawari tidak mau, ya sudah" ucap Kay. "Bukan itu masalahnya, pekerjaan mu masih banyak yang kau tinggalkan, kerjakan dulu itu semua baru ayah bisa minum sepuas ayah mau" ucap Frey yang menceramahi Kay. "Ya.... aku akan kembali" ucap Kay.


"Jadi sobat lama, aku pergi dulu dan aku akan kembali nanti" ucap Kay. Kemudian Kay dan Frey keluar dari bar itu, mereka kembali ke sky Land untuk menyelesaikan tugas yang di tinggalkan oleh Kay. "Hah.... seperti nya, aku terlihat sangat tua dan sendiri, apakah aku harus menjual tempat ini saat aku sudah sangat tua...?" ucap pemilik bar itu.


"Kau tidak perlu menjual nya, jika kau tidak mau, kau bisa berikan tempat ini kepada orang yang bisa kau percaya" ucap Clone milik Rei yang sedang keluar dan berada di depan bar. "Rei.... kenapa kau ada di sini.....?" ucap pemilik bar. "Aku bukan Rei yang asli, kalau Rei yang asli juga akan berbicara seperti itu" ucap Clone Rei itu.


"Aku tidak siapa siapa lagi, aku sendirian" ucap pemilik bar. "Ya.... kau tinggal berikan kepada Rin atau siapapun itu yang sudah kenal kau pasti akan mau mengurus tempat ini" ucap Clone Rei. "Ya.... kapan kapan aku akan membicarakan nya, terima kasih" ucap pemilik bar itu. "Untuk apa....? aku belum memesan bir" ucap Clone Rei itu. "Aku minum bir juga....?" ucap pemilik bar itu. "Ya.... satu gelas saja, setelah itu aku akan pergi" ucap Clone Rei.


"Ya.... terima kasih" ucap pemilik bar itu. Dan Clone bar itu langsung pergi dari bar tersebut dan kembali ke kastil kerajaan untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. "Membicarakan dengan Rei....? bukankah dia Rei.....? kenapa dia ya.....?" ucap pemilik bar itu. Dan pemilik bar itu pun minum segelas air putih.


Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin sedang berjalan jalan dan mereka kembali saat sore hari. mereka kembali sebelum waktu makan malam. Dan beberapa saat setelah mereka tiba di mansion, hari pun memasuki waktu makan malam. mereka pun makan malam bersama dan setelah makan malam Rei duduk sambil membaca buku.


"Buku apa itu yang kau baca Rei.....?" ucap Iseria. "Bukan apa apa" ucap Rei. "Rei.....!!!" ucap Rin yang berlari ke arah Rei dengan suara keras. "Ssssttt..... jangan berteriak kau bisa menganggu orang di sebelah" ucap Rei. "Ya.... maaf, ada hal gawat" ucap Rin. "Ada apa....?" ucap Rei. "Aku.... aku lupa membawa pakaian ganti dari istana" ucap Rin.


"Eh..... ternyata cuma itu, tadi kau kan membeli beberapa baju pakai baju itu" ucap Rei. "Oh iya, terima kasih Rei" ucap Rin. "Ya....." ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina mau melihat apa yang ada di buku papa" ucap Yuna dan Nina. "Yuna dan Nina mau lihat....?" ucap Rei. "Ya.... apakah boleh....?" ucap Yuna dan Nina. "Tentu saja, kalian berdua kemari....." ucap Rei. kemudian Rei pun memangku Yuna dan Nina.


Rei kemudian membuka bukunya, di buku Rei tertulis sebuah cerita yang membuat Yuna dan Nina tertarik. "A..au....auro.... Auroras Sto....ry..." ucap Yuna dan Nina yang mengeja judul cerita yang tertulis di buku Rei. "Salah, bacanya Aurora's Story" ucap Rei. "Apa apa....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin yang langsung menghampiri Rei karena penasaran. "Kenapa kalian ke sini.....?" ucap Rei.


"Danna judul dari cerita ini seperti rapalan sihir" ucap Shiko. "Ya.... kalau di sini seperti itu" ucap Rei. "Seperti nya menarik, tapi aku tidak memahami tulisannya" ucap Iseria. "Ternyata orang di sini tidak bisa membaca atau memahami bahasa Inggris" batin Rei. "Papa.... apakah papa bisa membacanya....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... aku bisa membacanya dengan mudah" ucap Rei.


"Sepertinya menarik ceritanya" ucap Rin. Dan kemudian Rei yang duduk di kursi pun pindah dengan duduk di lantai. "Akan aku bacakan, kalian duduk" ucap Rei. Yuna dan Nina pun langsung duduk di pangkuan Rei. sedangkan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin duduk di atas lantai dan Rei pun mulai menerjemahkan cerita tersebut agar mereka bisa memahami.