
"Kak Rei api itu membakar....." ucap Frans. "Ya.... kurang lebih dalam satu menit lawannya akan merasa tersiksa....." ucap Rei. "Bukankah itu akan gawat....?" ucap Iseria. "Aku akan menggunakan sihir air....." ucap Shiko. "Jangan.....!!!" ucap Rei. "Tapi kenapa....? kalau di biarkan dia bisa mati...." ucap Shiko.
"Jangan menggunakan sihir air biasa, kalau kau menggunakan sihir air biasa kau hanya akan membuat apinya membesar....." ucap Rei. "Eh....?! kalau begitu bagaimana....?" ucap Shiko. "Sihir air: Heavenly Water" Rei menggunakan sihir air, sihir air milik Rei terlihat sangat indah daripada sihir air biasa. "Indahnya......" ucap Shiko.
"Ya.... indah sekali....." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Papa.... sihir air papa sangat indah....." ucap Yuna dan Nina. "Ya..... terima kasih, dan sekarang membantunya...." ucap Rei. Dan Rei melancarkan semprotan air ke arah api milik Lucrut. "Jrezzz....." seketika api milik Lucrut pun padam. Dan terlihat musuh dari Lucrut sudah terbaring tak sadarkan diri.
Dan Lucrut memenangkan pertandingan, ia melanjutkan ke babak selanjutnya. Dan di babak ke dua keluar seseorang yang menggunakan jubah yang tertutup. Seseorang dengan jubah tertutup itu masuk ke arena. "Hmm..... penyamaran yang lumayan...." ucap Rei. "Penyamaran....? apakah Rei kenal....?" ucap Iseria.
"Ya.... kalian juga pasti kenal...." ucap Rei. "Eh....?! aku tidak melihat wajahnya dan juga dia terlihat sangat asing di mataku...." ucap Sasaki. "Ya.... aku tidak mengenalinya sama sekali...." ucap Asami. "Nanti juga kalian akan tau......" ucap Rei. Dan dari arah yang berlawanan dengan arah masuknya seorang berjubah.
Rei masuk ke dalam arena dari arah yang berlawanan dari jalan masuk orang berjubah itu. "Re.... Rei.....?!!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Apakah dia orang yang menyamar sebagai papa.....? tidak bisa di maafkan...." ucap Yuna dan Nina. "Bukan, dia Salinan milikku...." ucap Rei.
"Salinan.....?" ucap Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Ya.... bukankah kalian pernah lihat....? aku bisa membuat diriku sendiri meski salinan diriku sangatlah lemah...." ucap Rei. "jadi darling tidak ikut pertarungan tapi bayangan Darling yang ikut......?" ucap Alencia. "Ya.... tepat sekali....." ucap Rei.
Dan di arena, seorang dengan jubah tertutup mulai merapal mantra. "Sihir air: Water Bullet..." sebuah sihir yang berbentuk peluru air meluncur dengan sangat cepat ke arah salinan Rei. "Sihir api: Fire wave" salinan rei menggunakan sihir api yang berbentuk sebuah pusaran api yang menuju ke depan dan menelan peluru air milik lawannya.
"Kau sudah terjebak....." ucap seorang dengan jubah tertutup. "Sihir air: Water bubbles" sebuah gelembung air sudah berada di belakang salinan Rei dan gelembung itu memasukkan kepala Rei di dalam nya. "Sekarang tinggal mengatakan menyerah, aku akan mengampuni mu...." ucap seorang berjubah tersebut.
Salinan Rei hanya diam tak berbicara, dan wajah dari Salinan Rei tidak berubah sejak awal, wajahnya terlihat datar dari awal pertarungan. "Hey bilang beberapa kata dong..... ya, sudahlah akan aku tunggu kau pingsan....." ucap lawannya.
(Note: Manusia hanya bisa menahan nafas di bawah tiga menit, di menit pertama kulitnya akan berubah menjadi sedikit biru, ke dua bisa saja pingsan kalau tidak Pingsan dan pada akhirnya memasuki menit ke tiga yang orang itu akan mati).
"Sihir api: Arrow of Fire" Salinan Rei menggunakan sihir yang berbentuk panah yang terbuat dari api ke arah lawan nya. "Eh.... tunggu aku belum siap...." ucap lawannya. "Wush......" beberapa panah melesat ke arah lawan nya. Dan semua panah yang di lancarkan itu meleset semuanya.
"Eh......? meleset.....?" ucap Shiko. "tapi kenapa.....? bukankah mudah untuk mengincarnya.....?" ucap Iseria. "Ya.... padahal bisa mengalahkan, tapi kenapa melesat....?" ucap Sasaki. "Lihat saja...." ucap Rei. Dan beberapa panah api yang di buat Salinan Rei itu menyebar dan membuat lingkaran yang di tengahnya ada lawannya.
"Sihir api: Doble Magic, Flame burst" salinan Rei itu menggunakan sihir api dan membuat panah api yang berceceran itu terlihat akan terjadi sesuatu. "Wrush....." seketika muncul pusaran api yang menjulang ke atas di lingkaran yang di buat dari panah api. Dan beberapa saat, sihir api mulai padam dan terlihat seseorang yang tadinya berjubah kini tidak menggunakan nya.
Jubah yang dipakai lawannya itu terbakar dan terlihat Carl adalah orang yang menjadi lawan salinan Rei. "Ukh.... apakah kau sudah tau dari awal.....?" ucap Carl. "Aku menyerah....." ucap salinan Rei dan kemudian salinan Rei menghilang dari arena. "Eh......?!" ucap Carl yang sangat bingung. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan dari Carl.
"Apakah rei sudah tau dari awal Carl masuk ke dalam arena.....?" ucap Iseria. "Tidak, malahan sebaliknya aku sudah menduganya dari awal kalau Carl akan mengikuti pertandingan...." ucap Rei. Dan karena ini acara tahunan dan tidak ada yang berani mengganggu pertandingan makan pertandingan di teruskan meski Carl ikut serta.
Beberapa jam pun berlalu dan tinggal pertandingan final, yaitu pertandingan antara Carl dan Lucrut. "Hmm.... Carl dan Lucrut kah.... kira kira siapa yang menang....?" ucap Rei. "Apakah kak Rei tidak bisa mengira ngira siapa yang akan menang....?" ucap Frans. "Tidak, sulit karena Lucrut punya sihir api dan kegelapan sedangkan Carl memiliki sihir air dan aku tidak tau sihir apa yang di sembunyikan...." ucap Rei.
"Sihir yang di sembunyikan....?" ucap Shiko. "Ya..... melihatnya saja aku tau, saat aku berhadapan dengan Carl kemarin, aku tau kalau dia akan menggunakan sihir yang dia sembunyikan tapi tidak jadi ia perlihatkan...." ucap Rei. "Kalau begitu sihir apa yang bisa cocok dengan elemen air....?" ucap Asami.
"Lumayan banyak, sihir air dan tanah bisa jadi sihir yang lumayan langka ya itu sihir kayu atau tanaman" ucap Rei. "Eh.... apakah Rei juga bisa menggunakan sihir gabungan.....?" ucap Shiko. "Ya.... sihir kegelapan dan dimensi akan menciptakan sihir hampa...." ucap Rei. "Sihir hampa.....? seperti apa itu.....?" ucap Iseria.
"Aku tidak bisa menjelaskan atau memperlihatkan nya...." ucap Rei. "Rei pelit..... tidak menunjukkan nya...." ucap Sasaki. "Sihir itu sangat berbahaya, walaupun di jelaskan kalian tidak akan mengerti...." ucap Rei. "Ya.... baiklah...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan, Alencia. Dan di arena Carl dan Lucrut saling berhadapan.