
"Hah.... urusan dengan ghost ini lebih rumit ketimbang lainnya, siapapun tolong singkirkan Ghost ini aku ingin tidur....." ucap Rei. "Eh.....? di sini tidak ada siapa siapa, dan kamu bicara dengan siapa....?" ucap Valentine. "Valentine...." ucap Rei dengan nada lembut. "Ya.....?" ucap Valentine.
"Bisakah kau pergi ke alam baka.....? aku ingin tidur malam ini...." ucap Rei yang tetap menggunakan suara lembut. "Meski kata katanya lembut tapi menyakitkan..... apakah Rei ingin aku pergi.....? apakah kamu baik baik saja saat aku pergi....?" ucap Valentine. "Ya.... kalau bisa jangan kembali dan kau tidak perlu khawatir aku bisa jaga diriku sendiri" ucap Rei.
"Tidak mau....!!!" ucap Valentine yang memeluk Rei dengan erat. "Tunggu sebentar.... dia kan ghost bagaimana ghost bisa menyentuh manusia....?" batin Rei. "Aku tidak akan pergi....." ucap Valentine dan pelukannya semakin erat. "Ya.... ya.... kau tidak perlu pergi dan sekarang kau lepaskan pelukanmu....." ucap Rei. "Benarkah.....?!" ucap Valentine yang langsung melepaskan pelukannya.
"Ya..... tidak perlu pergi, dan aku ada pertanyaan kepadamu" ucap Rei. "Baiklah, apa pertanyaan mu....?" ucap Valentine yang sambil terbang sedikit menjauh ke belakang. "Kenapa kau bisa menyentuhku tadi....?" ucap Rei. "Hmm.... aku tidak tau, entah kenapa tadi aku bisa menyentuhmu" ucap Valentine.
"Kalau begitu beberapa waktu lalu kau tidak bisa menyentuh benda pada yang ada" ucap Rei. "Ya.... benar sekali, aku tidak bisa menyentuh apapun dan hanya terbang ke sana kemari tanpa tujuan yang jelas" ucap Valentine. "Hmm.... sepertinya tidak ada jawaban yang bisa di gunakan, dan kalau tidak salah Ghost itu bisa menggunakan telekinesis" ucap Rei.
"Telekinesis.....? apa itu.....? apakah semacam benda....?" ucap Valentine. "Tidak, lebih mudahnya itu adalah kekuatan untuk mengangkat benda ataupun makhluk hidup dari jauh" ucap rei. "Hmm.... akan aku coba" ucap Valentine. Dan Valentine memfokuskan kepada sebuah kertas yang ada di meja. Tak lama kertas itu terbang sesuai keinginan Valentine.
"Wah.... aku bisa loh..... lihat Rei... lihat aku bisa menerbangkan kertas" ucap Valentine. "Ya.... aku tau, berarti benar kalau Ghost bisa menggunakan telekinesis" ucap Rei. "Sreet....." kertas yang di terbangkan valentine tiba tiba saja jatuh ke lantai. "Hah.... hah.... hah.... kenapa aku merasa sangat lelah....?" ucap Valentine.
"Ada apa Valentine....?" ucap Rei. "Entah kenapa aku tiba tiba saja merasa sangat lelah, apakah karena menggunakan kekuatan tadi....?" ucap Valentine. "Seperti begitu, telekinesis menguras tenagamu, seperti penggunakan sihir" ucap Rei. "Jadi begitu, kalau begitu aku harus menggunakan kekuatan ini secara bijak" ucap Valentine.
"Ya.... kalau tidak nanti kau kehabisan tenaga dan bisa saja kau langsung pergi ke alam baka" ucap Rei. "Apa.....?!! langsung pergi ke alam baka.....?!" ucap Valentine yang terkejut. "Ya.... itu masih belum tau, dan itu juga masih intuisi ku sendiri" ucap Rei. "Oh... begitukah....." ucap Valentine yang langsung tenang. "Meski begitu bisa saja terjadi, aku belum pernah berurusan dengan Ghost sebelumnya" ucap Rei.
"Rei.... hentikan itu, semakin kamu katakan aku jadi sangat takut, dan aku tidak ingin pergi ke alam baka" ucap Valentine. "Ya... aku akan berhenti, dan kenapa kau masih ingin berada di dunia ini....?" ucap Rei. "Ya... karena ada kamu...." ucap Valentine yang memeluk Rei secara lembut. "Entah.... ada apa ini....? kenapa rasanya sangat nyaman dan hangat....?" batin Rei.
"Tadi ya tadi, sekarang ya sekarang, tadi berbeda dengan sekarang" ucap Rei. "Baiklah aku akan melepaskannya" ucap Valentine yang sambil melepaskan pelukannya. "Ya.... sekarang kau bisa pergi" ucap Rei yang kemudian berbaring dan menghadap membelakangi valentine. "Kenapa Rei....? kenapa kamu membalikkan badan....?" ucap Valentine.
"Tidak apa, aku ingin tidur dan kau bisa pergi ke tempat lain" ucap Rei. "Tidak mau.... aku ingin berada di sampingmu....." ucap Valentine. "Jangan ganggu aku, sekarang aku ingin tidur" ucap Rei. "Ya.... baiklah aku akan ke tempat lain dan menunggu pagi" ucap Valentine yang sambil terbang ke arah pintu. "Ya... pergilah" ucap Rei dengan nada pelan.
"Saat aku tidak ada, jangan cari aku ya......" ucap Valentine yang sambil menembus tembok. "Tidak akan" ucap Rei dan kemudian ia tertidur pulas. Dan Valentine menghilang pada malam itu, entah kemana dia pergi. Malam yang panjang pun berlalu dan mentari baru saja akan terbit. "Rei....!!! selamat pagi.....!!!" teriak valentine dengan keras untuk membangunkan Rei.
"Ugh.... siapa yang teriak.....?" ucap Rei yang terbangun Yadi tidurnya. "Rei..... apakah kau sudah bangun....? ini sudah pagi loh...." ucap Valentine. "Berisik....!! ini masih subuh....!!" ucap Rei yang sambil melihat keluar lewat jendela. "Ini sudah pagi, kerena mentari sudah terbit itu berarti pagi....." ucap Valentine. "Hah.... terserah kau saja...." ucap Rei yang sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.
Rei pun keluar kamarnya dan menuju pergi untuk cuci muka, Valentine terbang mengikuti Rei dari belakang. Setelan mencuci muka Rei langsung menuju ke dapur. "Selamat pagi tuan...." ucap para pelayan yang melihat Rei ke dapur. "Ya.... kalian juga semangat untuk kerjanya, dan untuk gajinya nanti akan aku naikkan" ucap Rei. "Tidak perlu tuan..." ucap para pelayan. "Tidak apa apa, kalian tidak perlu khawatir, tenang saja" ucap Rei yang kemudian mengambil segelas air.
Setelah mengambil segelas air, Rei langsung menuju ke meja makan dan menaruh gelas berisi air itu di atas meja. Rei pun duduk di kursi dan sambil melihat ke arah Valentine. "Ada apa....? kenapa kamu melihatku begitu....?" ucap Valentine. "Tidak apa, aku kira kemarin hanya imajinasiku saja" ucap Rei.
"Tidak... tidak.... aku ini nyata..... lihat ini...." ucap Valentine. "Ya..... aku tau...." ucap Rei sambil minum segelas air putih. "Tapi kenapa aku merasa kalau kamu seperti tidak mempercayai keberadaan ku....?" ucap Valentine. "Kau hanya mengganggu saja, jadi pergilah" ucap Rei. "Tidak.... sudah aku bilang kemarin kalau aku tidak akan pergi" ucap Valentine.
"Hah.... bukankah kau kemarin malam menghilang dan kemudian muncul di pagi hari tadi.....?" ucap Rei. "Hmm.... aku pernah ke loteng tempat ini, dan di sana aku menunggu lama tanpa di temani siapapun, di sana gelap dan dingin" ucap Valentine. "Terima kasih atas penjelasannya yang tidak penting sama sekali" ucap Rei. "Jahat kamu....." ucap Valentine. "Siapa juga yang bilang kalau aku baik.....?" ucap Rei.