Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.164 Pemandian



"Frey apakah ayahmu ada....?" ucap Rei. "Ya... ada, dia sedang bersantai di rumah, ada apa...?" ucap Frey. "Kalau begitu bisakah aku bertemu dengan nya....?" ucap Rei. "Ya... kalau kamu ingin bertemu dengannya, ikuti aku ke rumah" ucap Frey. Kemudian Rei, Yuna dan Nina pun mengikuti Frey dari belakang dan mereka menuju ke rumah Frey.


Dan mereka pun sampai di depan rumah Frey. "Silahkan masuk" ucap Frey yang sambil membuka pintu rumahnya. "Ya.... kalau begitu kami masuk" ucap Rei. "Ayah ada tamu untukmu..." ucap Frey kepada Kay saat Frey bertemu dengan Kay yang sedang bersantai. "Tamu....? siapa....?" ucap Kay. "Ayah temui saja di depan, aku akan menuangkan teh" ucap Frey.


"Tamu....? jarang jarang ada yang datang ke sini" ucap Kay yang menuju ke ruang tamu. "Rei.....? ada ada apa....?" ucap Kay. "Maaf sudah duduk dulu" ucap Rei. "Tidak masalah" ucap Kay sambil duduk di kursi. "Jadi aku besok akan pergi dari sini" ucap Rei. "Eh....? kenapa cepat sekali....?" ucap Kay.


"Ya.... kami juga sudah berkeliling, dan masih ada banyak kerajaan yang masih harus di kunjungi" ucap Rei. "Oh begitu ya.... kalau begitu ya tidak masalah aku akan membukakan jalan untuk kalian" ucap Kay. "Tidak perlu, aku hanya ingin bilang kalau aku akan membukakan jalan sendiri" ucap Rei.


"Hah....!! apakah kau bercanda....? tidak ada orang selain aku yang bisa membuka menutup pelindung kota ini" ucap kay. "Aku tidak bercanda, Aku bisa membukanya" ucap Rei. "Tidak tidak, aku tidak percaya kau bisa membukanya" ucap Kay. Dan Frey datang sambil membawakan Lima cangkir teh, dan ia menaruh teh itu di atas meja.


"Kau tidak perlu repot repot membuat teh Frey" ucap Rei. "Tidak, karena teh nya sudah jadi, silahkan minum" ucap Frey. "Ya.... terima kasih" ucap Rei. "Rei besok aku akan membukanya untukmu tenang saja" ucap Kay. "Tidak tidak, aku sendiri saja" ucap Rei. "Aku tidak percaya kau bisa" ucap Kay. "Aku bisa...." ucap Rei.


"Ayah, Rei.... apa yang kalian bicarakan....?" ucap Frey. "Frey dengarkan Rei kata dia bisa membuka pelindung kota dan menutup nya" ucap Kay. "Eh... apakah kamu bisa Rei.....?" ucap Frey. "Ya .... tentu saja" ucap Rei. "Itu adalah hal yang tidak mungkin" ucap Kay. "Papa... sangat kuat, papa pasti bisa" ucap Yuna dan Nina.


"Ya.... kalau begitu ayo taruhan, kalau Rei bisa membukanya kalian bisa minta sesuatu dari ku, sebaliknya kalau Rei tidak bisa kalian belikan aku bir" ucap Kay. "Apakah angel boleh taruhan....?" ucap Rei. "Hahahaha.... boleh saja, kalau menyangkut nyawa itu baru tidak boleh" ucap Kay.


"Ya... kalau begitu kita tunggu besok" ucap Rei. "Ya.... aku jamin kau pasti tidak bisa Rei" ucap Kay yang penuh keyakinan. "Ya.... kalau begitu aku, Yuna dan Nina akan pulang, sampai jumpa" ucap Rei. Kemudian Kay dan Frey mengantar Rei, Yuna dan Nina sampai ke halaman rumah mereka.


"Rei.... sampai jumpa.... jangan lupa bir nya...." ucap Kay. "Ya.... aku tidak akan kalah" ucap Rei. Rei, Yuna dan Nina pun berjalan untuk kembali ke Mansion. "Hmm.... meski bertaruh, sudah di tentukan kalau aku yang pasti menang" ucap Rei. "Ya.... papa pasti bisa" ucap Yuna. "Ya.... Sekarang kita akan pulang, setelah sampai di mansion kita mandi sambil menunggu waktu makan malam" ucap Rei.


"Rei.... bagaimana....?" ucap Iseria. "Ya.... kita akan pergi besok pagi" ucap Rei. "Terima kasih sayang....." ucap Asami yang langsung memeluk Rei. "Ya.... tapi bisakah kau lepaskan aku....?" ucap Rei. "Ya...." ucap Asami yang melepaskan pelukannya. "Aku akan ke pemandian untuk berendam" ucap Rei yang langsung berjalan ke arah pemandian air panas.


Rei pun sampai di pemandian air panas, ia pun masuk ke dalam pemandi, setelah itu rei melepas pemainnya. setelah melepas pakaiannya Rei memberikan diri, setelah itu Rei baru berendam di air panas. "Hah..... rasanya nyaman sekali" ucap Rei. "Papa.....!!!" ucap Yuna dan Nina yang berlari ke dalam pemandian. "Yuna.... Nina.... jangan berlari, dan juga bersihkan diri dulu" ucap Iseria yang kemudian masuk ke dalam Pemandian.


"Ya.... kak Iseria...." ucap Yuna dan Nina. Iseria pun membersihkan badan Yuna dan Nina. Tak lama Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pun ikut masuk ke dalam Pemandian. "Aku masuk...." ucap Rin yang masuk ke dalam pemandian. "Kalian juga bersihkan diri sebelum berendam" ucap Iseria. "Ya....." ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin.


"Papa....." ucap Yuna dan Nina yang berlari ke arah Rei dan mereka pun melompat ke arah air. "Byuur....." Yuna dan Nina melompat ke air. "Yuna Nina, jangan melompat ke air" ucap Rei. "Ya.... papa" ucap Yuna dan Nina. Kemudian, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pun ikut berendam di air panas. "Hah.... air panas memang rasanya sangat nyaman" ucap Rin.


"Berendam di air panas rasanya sangat ringan tubuhku" ucap Cisa. "Kenapa kalian ada di sini....?" ucap Rei. "Kami di sini membersihkan diri dan juga menunggu waktu makan malam" ucap Cerise. "Oh.... begitu...." ucap Rei. Dan mereka pun berendam lumayan lama. Rei pun keluar dari air dengan menggunakan handuk di bagian bawah dan keluar dari Pemandian.


Setelah keluar, Rei dan berganti baju, Yuna dan Nina pun keluar tanpa menggunakan apa apa, mereka berdua menyusul Rei. "Papa...." ucap Yuna dan Nina. "Stop.... berhenti di situ" ucap Rei. "Ada apa papa....?" ucap Yuna dan Nina. Dan Rei mengambil handuk baru, Rei mengeringkan tubuh mereka berdua dan juga mengganti baju mereka.


"Yosh.... sudah selesai, sekarang kita ke ruang makan" ucap Rei. "Ayo....." ucap Yuna dan Nina. mereka bertiga pun pergi ke ruang makan. sedangkan, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin baru beranjak dari air, mereka mengeringkan badan dan rambut mereka dan juga berganti baju. setelah ganti baju Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pergi ke ruang makan.


Di ruang makan para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk makan malam. Tak lama para pelayan pun selesai menyiapkan makanan di atas meja. Dan mereka pun makan malam bersama. Setelah makan malam mereka kembali ke kamar mereka.