
"Ada hal yang mau di bicarakan, siapa.....? Iseria, Cerise Shiko atau Sasaki....?" ucap Rei. "Anu..... Rei aku menyukai mu....." ucap Sasaki yang dengan muka memerah. "Ta.... tapi....." ucap Rei kemudian ia melirik ke arah Iseria Cerise dan Shiko. Iseria Cerise dan Shiko mengangguk.
"Ya.... kalau begitu, ya aku terima" ucap Rei. "Apakah benar keu menerima.....?" ucap Sasaki. "Ya....." ucap singkat Rei. "Yey....." Sasaki pun langsung memeluk Rei dan juga Iseria Cerise dan Shiko pun ikut memeluk Rei. "Aku Sulit bernafas apa kalian bisa melepaskan pelukannya.....?" ucap Rei.
mereka berempat pun melepaskan pelukannya. "Maaf Rei....." ucap Iseria dan Cerise. "Aku juga minta maaf Danna" ucap Shiko. "Aku juga minta maaf......" ucap Sasaki. "Ya tidak apa apa....." ucap Rei. "Kalau begitu akan ku siapkan kamar dan Sasaki kau ambil baju ganti punya mu" ucap Rei.
Di kota ia membeli beberapa buah dan setelah beli ia memasukkan semua makanan yang ia beli di masukkan ke dalam sihir dimensi. "Yosh, sudah lama tidak berjalan sendiri" ucap Rei. Rei pun berjalan jalan sebentar di kota dan saat kemudian ia melihat sebuah bar dan ia pun masuk ke sana.
"Eh.....? Natsu kenapa kau ada di sini.....?" ucap Rei. "Eh, Rei aku hanya mampir sebentar sebelum aku pulang" ucap Natsu. dan kemudian Rei duduk di samping Natsu. "Segelas tolong....." ucap Rei yang memesan minuman. Dan mereka berdua berbincang bincang sambil minum minuman keras.
Tak lama mereka berdua keluar dan berpisah. Natsu pergi untuk kembali ke negeri penyihir dan Rei berjalan ke mansion. "Whoaam.... seperti nya kebiasaan ku kembali, setelah minum minuman beralkohol pasti aku akan mengantuk" ucap Rei. Kemudian Rei pun segera kembali ke Mansion.
Saat Rei membuka pintu Mansion ia langsung di sambut oleh Yuna dan Nina. "Papa..... tadi papa kemana.....? kenapa tidak ajak Yuna dan Nina.....?" ucap Yuna dan Nina. "Tadi ada urusan penting dan Yuna, Nina sedang tidur aku tidak tega membangunkan kalian berdua, dan sebagai permintaan maaf aku akan buatkan kue untuk kalian" ucap Rei. "Kue buatan papa... yey asik" ucap Yuna dan Nina.
Rei pun membuat sebuah kue di dapur dan sedangkan Yuna Nina sedang menunggu. Tak lama kue buatan Rei pun selesai dan ia memotong mejadi 8 bagian, 2 bagian di berikan kepada Yuna dan Nina. "Yuna Nina ini, silahkan di makan" ucap Rei. dan kemudian Rei berbaring di atas kursi panjang dan tak lama ia pun tertidur.
"Nyam.....hmm..... enak" ucap Nina. "Ya.... kue buatan papa memang enak" ucap Yuna. kemudian datang Sasaki yang sambil membawa pakaian ganti. "Kalau tidak salah Yuna dan Nina kah....." ucap Sasaki yang melihat Yuna dan Nina. "Ya, aku Yuna" ucap Yuna sambil mengangkat tangan. "Aku Nina" ucap Nina yang juga melakukan hal yang sama.
"Yuna dan Nina apa yang sedang kalian makan.....?" ucap Sasaki. "Kue.... ini kue buatan papa" ucap Yuna. "Apa aku boleh minta....?" ucap Sasaki. "Ini masih ada coba di makan, kue ini enak" ucap Nina. dan Sasaki pun mencoba makan kue tersebut.