
"Saya Minta maaf, saya tidak bisa bertarung dengan anda nona Alencia" ucap Elathan. "Begitukah.... bagaimana dengan darling....?" ucap Alencia. "Maaf lain kali saja, aku tidak mood untuk bertarung......" ucap Rei. "Papa.... ayo masuk ke dalam....." ucap Yuna dan Nina yang menyeret Rei ke dalam Mansion.
"Tidak perlu bersedih, kapan kapan lagi kita bertarung dan yang menang hadiahnya tetap sama seperti Pertarungan tadi....." ucap Sasaki. "Ya.... aku akan mengalahkan kalian...." ucap Asami. "Tidak, akulah yang akan menang...." ucap Alencia. "Hey.... kalian juga masuk" ucap Rei dari pintu masuk Mansion. "Ya.... kami ke sana...." ucap mereka.
Elathan yang tadinya ada di sana itu pun menghilang. "Eh.... kemana Elathan pergi....?" ucap Alencia. "Apakah kau mengatakan sesuatu.....?" ucap Sasaki. "Elathan pergi ke mana....?" ucap Alencia. "Kalau itu hanya sayang yang tau" ucap Asami. "Eh.... begitu kah...." ucap Alencia. dan mereka bertiga pun berjalan masuk ke dalam Mansion.
Mereka semua berkumpul di ruang tengah, dan para pelayan membuatkan teh untuk mereka dan menaruh teh tersebut di atas meja depan mereka. "Silahkan di minum teh nya, tuan dan Nona" ucap para pelayan. "Ya.... terima kasih" ucap Rei, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. Rei melihat ke arah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia.
"Ada apa Rei.....?" ucap Iseria. "Tidak ada apa apa......" ucap Rei. "Hmm.... kalau di lihat kapasitas sihir dan mana mereka sangat kuat dan bisa sebanding dengan satu raja iblis Dominic....." batin Rei. "Aku akan ke kamar, kalau ada apa apa, kalian bisa ke kamar....." ucap Rei. Dan Rei pun berdiri dan berjalan menuju ke kamar nya.
"Hmm..... apa sebaiknya aku mengukur kemampuan ku sendiri.....?" batin Rei. Dan Rei pun masuk ke dalam kamar nya. Kemudian ia duduk di kursi, setelah itu Rei mengambil sebuah cermin yang ada di sana, setelah itu Rei melihat dirinya sendiri di cermin. Dan Rei pun mengaktifkan mata kanan nya.
"Hmm.... mana ku 10 juta dan kekuatan sihir ku sekitar.... 15 juta.....?" ucap Rei yang melihat statistik kekuatan nya. "Ya..... aku tidak terlalu terkejut sih, kekuatan dewa lain lebih hebat dan lebih kuat dari ku" ucap Rei. "Tapi yang masih jadi pertanyaan bagaimana aku mengalahkan raja dewa" ucap Rei.
Dan Rei pun mengambil buku yang biasa di bawanya dan ia membuka buku tersebut. Di buku tersebut terlihat Daftar para dewa yang ada sekarang. "eh.... aku baru tau kalau dewa dan Dewi ada 16 dan juga di buku ini lengkap dengan atribut yang dimiliki nya...." ucap Rei.
"Hmm....dewa Dewi juga memiliki atribut, dan ini dia dewa naga, coba ku baca..... dewa naga, Raja dewa atribut kegelapan.....?" ucap Rei. Setelah membaca itu Rei pun langsung berhenti bicara. "Kegelapan.....? bukankah dia memiliki atribut cahaya karena dia bukan salah satu dari dewa jahat, tapi kenapa....? apa jangan jangan ada kaitannya dengan dia menjadi raja dewa....?" Batin Rei.
"Tapi..... berapa kekuatan yang ia punya sampai sampai dia menjadi seperti ini.....?" ucap Rei. Kemudian Rei pun beranjak dari kursi dan ia langsung berbaring di atas tempat tidur. "Hah.... semakin ku pikirkan semakin sakit kepala ku...." ucap Rei yang sambil berbaring di atas kasur. "Tok.... tok....tok....." seseorang mengetuk pintu kamar Rei.
"Ya.... masuk saja tidak di kunci....." ucap Rei sambil duduk di atas tempat tidur. Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia masuk ke dalam kamar Rei. "Ada apa kalian semua ke sini.....?" ucap Rei. "Tadi kami melihat Rei terlihat sangat gelisah....." ucap Iseria. "Kami khawatir dengan Danna...." ucap Shiko. "Tidak perlu khawatir, aku hanya memiliki sesuatu...." ucap Rei.
"Kalau ada yang bisa kami bantu, Tinggal bilang saja sayang....." ucap Asami. "Ya.... kami akan membantu, Darling...." ucap Alencia. "Ya.... terima kasih, dan ada satu yang bisa kalian bantu...." ucap Rei. "Apa itu Rei....?" ucap Sasaki. "Aku akan tidur sebentar, kalau sudah waktu makan siang bangunkan aku......" ucap Rei.
"Apa hanya itu....?"ucap Cisa. "Ya.... hanya itu, kalau begitu aku akan tidur sebentar" ucap Rei yang pun berbaring dan langsung tertidur. "Eh.... sudah tertidur....." ucap Rin. "Wajah darling saat tidur sangat imut...." ucap Alencia. "Alencia jangan menggangu Rei saat tidur...." ucap Cerise. "Ya.... aku tidak ada niatan untuk menjailinya...." ucap Alencia.
"Yuna dan Nina akan ikut tidur dengan papa...." ucap Yuna dan Nina yang kemudian berbaring di samping Rei dan mereka berdua pun tidur. "Apakah kita juga boleh ikut.....?" ucap Rin. "Aku tidak tau, tapi kalau kita ikuti siapa yang akan membangunkan Rei.....?" ucap Cerise. "Ada benarnya juga" ucap Rin. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun keluar dari kamar Rei.
Beberapa jam kemudian, waktu makan siang sudah hampir tiba. Para pelayan sedang menyiapkan makanan, kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun masuk ke dalam kamar Rei dan membangun kan Rei. "Whooam.... sudah waktunya makan siang kah...." ucap Rei. Setelah Rei, Yuna dan Nina bangun, mereka pun pergi ke ruang Makan.
Di ruang makan para pelayan sudah menyiapkan makanan untuk makan siang. Dan mereka pun makan siang bersama. Setelah makan siang mereka berada di ruang tengah dan bersantai. "Hah.... kenapa rasanya hari ini sangat panas.....?" ucap Rei. "Ya.... hari ini sangat panas....." ucap Iseria. "Aku rasa sudah dekat dengan musim panas" ucap Alencia.
"Musim panas kah..... kalau musim panas sangat cocok dengan air atau es, apakah kalian ingin sesuatu yang dingin dan menyegarkan....?" ucap Rei. "Apa Rei....?" ucap Iseria. "Kalau itu rahasia, kalau mau bilang mau" ucap Rei. "Ya.... kami mau...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Tuan biarkan saya saja yang membuatnya" ucap Luna.
"Tidak aku sudah lama tidak membuat sesuatu, jadi aku akan buat, kalian juga coba nanti" ucap Rei. Dan Rei pun membuat sesuatu di dapur mansion.