
"Elf land kah..... ya kalau begitu kita akan pergi besok bagaimana....?" ucap Rei. "Ya.... tidak apa apa...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Kita akan pergi menggunakan apa....? apakah kita akan terbang atau Melawati perairan....?" ucap Carl. "Tentu saja terbang....." ucap Sasaki.
"Terbang....? tapi bagaimana.....? bukankah Sasaki, dan yang lainnya tidak bisa menggunakan sihir untuk terbang....." ucap Carl. "Kalau terbang menggunakan sihir, belum sampai di sana sudah jatuh kehabisan mana kalau memaksakan diri...." ucap Rei. "Oh.... iya... ya.... terus bagaimana....?" ucap Carl. "Tentu saja menggunakan mansion ini...." ucap Iseria.
"Mansion....? apa yang Iseria katakan, menggunakan mansion untuk terbang, apakah Iseria bercanda....?" ucap Carl. "Iseria tidak bercanda, kalau kau pikir apakah sudah ada dari lama mansion ini....?" ucap Rei. "Tunggu sebentar akan aku ingat ingat.....?" ucap Carl yang berusaha mengingat ingat. "Eh..... sepertinya tidak pernah ada mansion di sini dulu...." ucap Carl.
"Ya.... karena kami pergi dengan menggunakan mansion, kalau hujan tidak terlalu khawatir kehujanan, dan juga tidak kedinginan saat malam....." ucap Rei. "Tapi bagaimana bisa membuat mansion terbang....? bukankah membutuhkan sihir yang sangat banyak....?" ucap Carl. "Ya.... tentu saja menggunakan sihir yang amat banyak, tapi itu bukan masalah...." ucap rei.
"Jangan bilang Rei menggunakan sihir untuk membuat mansion dan berpergian ke berbagai tempat....?" ucap Carl. "Ya.... tentu saja, aku yang menggunakan sihir untuk terbang...." ucap Rei. "Rei tidak bercanda kan....." ucap Carl. "Tidak, aku hanya bisa menggunakan sihir untuk memanggil hewan iblis jadi tidak mungkin...." ucap Iseria. "Aku tidak bisa menggunakan sihir yang bersifat aktif, tentunya tidak mungkin aku...." ucap Sasaki, Cisa dan Rin.
"Aku bisa menerbangkan Mansion ini beserta isinya, tapi aku hanya bisa terbang sekitar lima menit dan lebih lima menit Mansion ini akan otomatis jatuh....." ucap Shiko. "Eh..... shiko bisa menerbangkan.....? berarti mana milik Shiko sangat banyak...." ucap Carl. "Ya.... tapi tidak bisa di bandingkan dengan milik Danna...." ucap Shiko. "Berarti sihir Rei dua kali atau tiga kali lipat dari mana milik Shiko.....?" ucap Carl.
"Salah.... mana ku dan mana Shiko, satu banding seribu atau satu banding satu juta...." ucap Rei. "Sa..... Satu juta.....?! tapi apakah itu mungkin....?" ucap Carl. "Ya... tentu saja, tapi ya terserah kau percaya atau tidak...." ucap Rei. "Kalau Alencia dan Asami.....?" ucap Carl. "Aku hanya bisa menggunakan sihir seperti Sasaki...." ucap Alencia.
"Aku bisa berubah menjadi naga tapi meski aku dalam wujud naga, tetap tidak mungkin untuk mengangkat mansion ini...." ucap Asami. "Naga....? Jangan jangan Asami ras dragon....?" ucap Carl. "Ya.... aku ras dragon" ucap Asami. "Kalau ras dragon berkata seperti itu, kalau begitu bagaimana dengan Cerise....?" ucap Carl.
"Aku tidak bisa menggunakan sihir, bahkan tidak bisa mengeluarkan mana....." ucap Cerise. "Maaf kalau begitu...." ucap Carl. "Tidak apa apa...." ucap Cerise. "Sekarang kau mau bagaimana Carl....?" ucap Iseria. "Bagaimana apanya....?" ucap Carl. "Ya... kalau kamu akan ikut, berarti kamu akan tinggal dengan kami di sini...." ucap Iseria. "Kalau begitu aku akan tinggal di sini...." ucap Carl tanpa ragu ragu.
"Ya.... kau tinggal membawa barang bawaan yang akan kau bawah, seperti pakaian ganti dan beberapa hal lain....." ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku akan pergi untuk membawa pakaian ganti....." ucap Carl yang sambil berlari keluar dari mansion. "Tunggu Carl......" ucap Rei akan tapi Carl sudah jauh dan tidak mendengar perkataan Rei. "Huh.... dia sudah pergi...." ucap Rei.
"Aku juga kurang tau tentang ras elf ataupun elf land...." ucap Rei. "Elf itu sering di sebut sebagai peri hutan, dan juga mereka merawat hutan yang menjadi tempat mereka tinggal" ucap Shiko. "Kau tau banyak tentang ras elf Shiko...." ucap Rei. "Tidak, banyak hanya mengetahui beberapa saja....." ucap Shiko.
"Kak Shiko apakah elf itu menakutkan....?" ucap Yuna. "Tidak, tidak menakutkan sama sekali, sering di sebutkan kalau ras elf itu cantik dan tampan rupawan....." ucap Shiko. "Sepertinya aku pernah mendengar perumpamaan seperti itu, tapi di mana ya....?" ucap Rei. "Dan elf itu memiliki ciri khas tersendiri....." ucap Shiko.
"Apakah mereka punya tanduk....?" ucap Alencia. "Tidak, kalau tanduk itu kebanyakan ras iblis dan Demi-Human" ucap Shiko. "Apakah mereka punya ekor....?" ucap Iseria. "tidak, mereka tidak punya ekor...." ucap Shiko. "Apakah mereka tinggal di air....?" ucap Rei. "Danna..... mana ada peri hutan yang tinggal di air.....?" ucap Shiko.
"Ya.... ya... aku hanya bercanda tadi, dan aku sekarang ingat elf itu terlihat seperti manusia tetapi kulit mereka putih dan sangat cantik...." ucap Rei. "Ya.... tapi darimana Danna tau, tadi berkata kalau belum pernah melihat nya....." ucap Shiko. "Hmm.... dari mana ya.... tiba tiba saja muncul kata kata seperti itu di dalam kepalaku...." ucap Rei. "Ya sudah lah...." ucap Shiko.
"Ya.... sebenarnya seorang komikus favorit ku menggambarkan kalau elf seperti itu....." batin Rei. "Oh.... ya.... kembali ke ciri khas elf.... elf memiliki telinga panjang" ucap Shiko. "Telinga panjang....? kalau kita memanggil mereka dengan ras telinga panjang tidak masalah kan.....?" ucap Cerise. "Jangan.... kalau kamu memanggil mereka dengan sebutan ras telinga panjang itu sama seperti menghina mereka....." ucap Shiko.
"Tapi bukankah seperti itu kenyataannya.....?" ucap Cerise. "Meski itu kenyataannya jangan di lakukan Cerise, sama seperti memanggil Asami seperti perempuan naga.... seperti itu bagaimana perasaan Asami.....? dan juga Asami juga punya nama" ucap Rei. "Rasanya sakit, mereka juga punya nama sendiri seperti ku...." ucap Cerise.
"Ya... baguslah kalau kau mengerti" ucap Rei. Tak lama seseorang pun mengetuk masuk ke dalam mansion Rei. "Aku kembali......!!!" ucap Carl yang masuk ke dalam mansion sambil membawa dua koper di tangannya. Mendengar itu Rei pun berdiri dan menuju ke carl. "Selamat datang...." ucap Rei yang menyambut Carl.
"Clack...." Rei melakukan petik jari dan seketika koper yang di bawa Carl itu langsung menghilang. "Eh.... koperku mana....?" ucap Carl. "Tenang saja, aku sudah memindahkan nya ke kamarmu" ucap Rei. "Terima kasih Rei...." ucap Carl. "Tidak perlu, Sekarang kita ke ruang tengah kau istirahat, kau pasti capek ke sana dan kembali ke sini" ucap Rei.