
"Pahlawan....? dari mana kau tau.....? apakah kau pergi melihatnya....?" ucap Valentine. "Tidak, tapi aku sangat mengenal anak dari sang pahlawan itu" ucap Rei. "Siapa dia....? bisakah aku bertemu dengannya....?" ucap Valentine.
"Ya.... bahkan kau sering melihatnya, dia adalah Rin dan Cisa yang keturunan dari pahlawan meski tidak memiliki kemapuan bertarung" ucap Rei. "Eh.....? apakah benar.....? si Rin yang itu dia anak dari pahlawan....?" ucap Valentine. "Ya.... Buat apa juga aku berbohong padamu.....? tidak ada gunanya berbohong padamu karena tidak akan menghasilkan apapun" ucap Rei.
"Baiklah, aku akan percaya, nanti atau kapan aku akan bertanya langsung padanya" ucap Valentine. "Sekarang teruskan bagaimana cerita lanjutnya.....?" ucap Rei. "Maaf maaf, selanjutnya karena ada bangsa yang memanggil pahlawan, pergerakan para iblis menjadi lebih pasif daripada dulu" ucap Valentine.
"Meski telah memanggil pahlawan, si pahlawan tidak bisa langsung mengalihkan para iblis langsung begitu" ucap Rei. "Ya.... karena para iblis itu cukup banyak, pertarungan para pembela yang di pimpin oleh pahlawan melawan para iblis menjadi sangat sengit" ucap Valentine. "Hingga beberapa tahun pertarungan melawan para iblis....?" ucap Rei.
"Kalau masalah itu aku kurang paham karena tidak selalu mengikuti peperangan, akan tetapi banyak yang bilang kalau pertarungan itu berlanjut hingga sekitar dua puluh tahunan atau lebih lama dari itu" ucap Valentine. "Cukup lama, tapi di tempatku ada yang sampai enam ratusan tahun lebih" ucap Rei.
"Apa....? enam ratusan tahun....? bukankah itu sangat lama, dan apakah sumber daya manusia tidak mengalami krisis.....?" ucap Valentine. "Kalau masalah itu aku tidak cukup tau karena itu terjadi sebelum aku lahir, tapi itu adalah peperangan terlama yang aku tau" ucap Rei. "Ya.... tentu saja, enam ratus tahun itu bukan waktu yang singkat, dua puluh tahun itu saja sudah bisa di bilang lama" ucap Valentine.
"Dan kapan raja iblis kedua kalah....? apakah pahlawan yang mengalahkannya....?" ucap Rei. "Setelah peperangan yang cukup lama dan sangat sengit, akhirnya penentang iblis menjadi lebih sedikit unggul daripada iblis, iblis di tekan sampai tempat yang di kuasa sebesar seperti sekarang" ucap Valentine.
"Kalau di lihat, benua iblis cukup besar dan juga aku belum pernah melihat ke sana" ucap Rei. "Aku juga sama, katanya di sana tidak jauh berbeda dari benua lainnya, tapi ada yang menandakan yaitu di sana lebih gelap, aku juga tidak tau apa yang gelap" ucap Valentine. "Bagitukah, kalau begitu setelah dari dark elf kita akan ke benua iblis bagaimana.....? bisa menghilangkan rasa penasaran tentang benua itu" ucap Rei.
"Ya.... tidak terlalu buruk juga saranmu, tapi bukankah iblis memiliki cukup banyak ras.....? dan juga katanya di setiap kota di tinggali oleh iblis yang berbeda jenis dan terkadang juga ada beberapa kota yang memiliki iblis jenis yang sama" ucap Valentine. "Hmm.... aku jadi semakin ingin melihatnya, apakah di sana ada iblis api, Succubus atau Incubus" ucap Rei.
"Succubus.....? Incubus....? tunggu dulu, seperti aku pernah mendengar kata kata itu....." ucap Valentine yang sambil berpikir. "Pernah mendengarnya....? bukankah itu merupakan spesies iblis, tapi di tempatku jarang yang percaya dengan iblis atau meski ada yang mempercayai kalau iblis itu ada tidak ada yang pernah melihatnya" ucap Rei.
"Kenapa kamu menanyakan itu.....? nanti aku adukan kepada Iseria dan yang lainnya loh....." ucap Valentine. "Bukan begitu maksud ku, karena aku sedikit penasaran, banyak yang bilang kalau Incubus itu sangat tampan tiada yang lebih tanpa dari mereka dan kalau Succubus sangat cantik tiada tara" ucap Rei.
"Maaf sepertinya aku tidak bisa menjawabnya karena aku tak pernah melihat mereka" ucap Valentine. "Tidak apa, tidak perlu minta maaf dan juga kalau sampai di benua iblis nanti juga tau, semoga saja tidak mengecewakan" ucap Rei. "Ya.... aku sedikit menantikan apakah yang akan menunggu di benua iblis" ucap Valentine.
"Ya.... simpan saja rasa itu, karena aku akan berada di sini cukup lama daripada sebelumnya" ucap Rei. "Ya.... aku tau, karena ada pernikahan temanmu itu kan.....?" ucap Valentine. "Ya..... dan juga terkadang aku merasa sedikit cemas saat terbang" ucap Rei. "Apakah kamu mengkhawatirkan kalau akan jatuh.....?" ucap Valentine.
"Bukan itu, tetapi ada hal lain akan tetapi aku tidak tau apa itu, terkadang meski tidak terbang aku merasa cemas" ucap Rei. "Palingan hanya perasaan mu saja, tidak perlu di pikirkan tinggalkan saja rasa cemas itu" ucap Valentine. "Ya.... aku akan tidur saja, kau juga jangan menganggu lebih baik kumpulkan energi" ucap Rei. "Ya.... aku akan pergi" ucap Valentine yang meninggal kamar Rei dengan menembus tembok.
"Sepertinya ada benarnya kata kata Valentine, sebaiknya aku tidak perlu memikirkan rasa cemas itu" ucap Rei. Dan kemudian Rei pun tidur, saat ia tidur, ia langsung berada di alam bawah sadar. "Yo.... Rei.... bagaimana kabarmu....?" ucap dewa naga yang sedang duduk di sana. "Ya.... dewa naga...." ucap Rei yang kemudian ikut duduk di depan dewa naga.
"Aku baik baik saja, memangnya ada apa....?" ucap Rei. "Yah.... karena sudah lama tidak menemui mu di tempat ini, jadi aku kira kau terkena apa apa" ucap dewa naga. "Ya.....aku memang jarang ke sini beberapa waktu terakhir, maaf" ucap Rei. "Tidak perlu minta maaf, dan juga aku ada hal yang ingin ku bicarakan padamu, sebelum itu aku ingin katakan sebaiknya setelah pernikahan temanmu itu ada baiknya kau cepat pergi ke kerajaan dark elf" ucap dewa naga.
"Memangnya ada apa...?" ucap Rei. "Ya..... nanti kau juga tau kalau sudah berada di sana" ucap dewa naga. "Dan satu lagi apa yang akan kau katakan padaku.....?" ucap Rei. "Hmm.... bisakah kalau aku tidak menjadi diriku lagi, bisakah kau membunuhku.....?" ucap dewa naga. "Tidak bisa, aku masih bisa melakukan hal yang sama seperti dulu" ucap Rei. "Tidak bisa, itu tidak akan bekerja lagi....." ucap dewa naga.
"Kenapa......?! kenapa harus aku.....? bukankah ada dewa atau Dewi lainnya yang bisa membunuhmu.....? aku tidak bisa membunuhmu karena aku tidak memiliki senjata dewa" ucap Rei. "Tidak, kau bisa melakukannya meski tanpa senjata dewa, gunakan sihir api yang membakar jiwa, karena para dewa berada dalam wujud spiritual jadi hanya sihir api itu yang bisa di gunakan, jadi tolong lakukan Rei....." ucap dewa naga dan kemudian Rei terbangun dari tidurnya.