Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.172 Pertarungan



"Tapi guru kita akan berlatih Kapan....?" ucap Charles. "Untuk pertama kalau kau ingin mengalahkan Alencia kau harus tau bagaimana cara bertarung nya...." ucap Rei. "Baik, guru.... tapi saya tidak pernah melihat lagi putri bertarung" ucap Charles. "Kalau begitu ikut aku...." ucap Rei. "Kemana guru.....?" ucap Charles. "yey... kita pulang...." ucap Yuna dan Nina.


"Pulang.....? apakah saya harus ikut....?" ucap Charles. "Ya... kau harus ikut" ucap Rei. "Baik...." ucap Charles. Dan mereka pun berjalan menuju ke Mansion Rei. Tak lama mereka berjalan mansion pun terlihat. "Maaf guru apakah masih jauh....?" ucap Charles. "Tidak, di depan sana...." ucap Rei. "Eh......? apakah rumah besar itu....?" ucap Charles.


"Ya..... kami tinggal di sana" ucap Rei. Dan saat mereka sudah sampai di depan gerbang mansion mereka melihat pertarungan antara tiga orang, yaitu Sasaki, Asami dan Alencia. "Wush..... triingg.... sringg..... tanggg...." mereka saling adu pedang, menghindar Serangan dan juga menghindari serangan. "Sihir angin: Tornado Slash" Asami menggunakan sihir untuk menyerang.


Alencia menggunakan sihir untuk memperkuat pedang nya dan menebas tornado sihir yang Asami lancarkan. "Triing.... sringg..... tangg....." mereka beradu pedang dan membuat taman mansion berantakan. "Ah.... aku tidak mengira mereka akan menghancurkan taman" ucap Rei. "Wah..... pertarungan ini sangat hebat.....!!" ucap Charles yang kagum melihat pertarungan mereka.


"Papa....itu kak Itshu" ucap Yuna dan Nina yang menunjuk samping mereka ada Itshu yang melihat pertarungan. "Yo..... Itshu apakah kau tidak ikutan bertarung juga......?" ucap Rei. Dan Itshu pun mendekat ke arah Rei. "Kalau tidak salah kau mengatakan kalau kenapa aku tidak ikut pertarungan mereka kan...." ucap Itshu.


"Ya...benar sekali" ucap Rei. "Rei.... itu bukan pertarungan yang bisa aku ikuti kalau aku ikut hanya perlu beberapa detik aku sudah tak sadarkan diri di tengah tengah pertarungan" ucap Itshu. "Kalau kau Charles bagaimana.....?" ucap Rei. "Saya juga tidak bisa mengikuti pertarungan itu, kalau saja ikut hanya bisa bertahan beberapa menit saja" ucap Charles.


"Oh..mm begitu kah...." ucap Rei. "Papa.... apakah papa tidak menghentikan kak sasaki, Asami dan Alencia....?" ucap Yuna. "Akan aku hentikan pertarungan ini" ucap Rei. "Kenapa memangnya guru...." ucap Charles. "Ya.... mereka seimbang, seperti batu, gunting dan kertas" ucap Rei. "Sihir logam: Flying knife" Rei menggunakan sihir logam dan mencipta pisau pisau.


Pisau pisau yang Rei ciptakan itu pun terbangun menuju ke arah Sasaki, Asami dan Alencia. Saat pisau itu terbang ke arah mereka, mereka pun menghentikan pertarungan dan fokus ke pisau pisau yang terbang itu. "Ting......ting.... Ting...." mereka pun menangkis pisau pisau itu.


"Yosh..... pertarungan selesai....." ucap Rei. "Rei kenapa kau menghentikan pertarungan tadi....?" ucap Sasaki. "Eh.... kenapa....? lihat sekitar kalian" ucap Rei. "Eh.... aku tidak sadar kalau kami sudah menghancurkan taman......" ucap Sasaki. "Sayang.... kami minta maaf kerena telah mengucurkan tamannya...." ucap Asami. "Kami juga minta maaf kerena tidak bisa menghentikan nona Sasaki, Asami, dan Alencia" ucap para pelayan.


"Tidak, tidak ada yang salah, akan aku perbaiki taman ini" ucap Rei. "Sihir Waktu: Countdown" Rei menggunakan sihir waktu untuk mengembalikan taman yang telah hancur itu kembali semula. "Yosh.... kembali semula" ucap Rei. Itshu dan Charles menyentuh tanah, pohon dan beberapa benda di taman yang tadinya hancur.


"Senang bertemu dengan anda tuan...." ucap Elathan. "Ya.... lama kau tidak menampakkan diri" ucap Rei. "Saya minta maaf untuk hal tersebut" ucap Elathan. "Tidak perlu, sekarang bisakah kau bertarung dan mengukur kemampuan Charles.....?" ucap Rei. "Baik tuan...." ucap Elathan. "Charles bertarunglah dengan Elathan" ucap Rei. Sementara itu Iseria, Cerise, Shiko, Cisa, dan Rin masuk ke dalam mansion.


"Baik guru...." ucap Charles.Dan Charles pun bersiap, sedangkan Elathan berdiri tegap di depan Charles. "Aku mulai.....!!" ucap Charles. "Ya..... majulah sesukamu....." ucap Elathan. Dan Charles pun langsung melesat ke arah Elathan dengan kecepatan yang cepat. "Wush..... wush.... wush.... wush...." Charles melesatkan cakaran ke arah Elathan.


Akan tetapi serangan yang di lancarkan Charles dengan mudah di hindari oleh Elathan. "Kenapa....? kenapa tidak ada yang kena......?" ucap Charles. "masih terlalu awal untuk bisa melancarkan serangan kepada ku....." ucap Elathan. "Wush.... wush.... wush ....." Charles terus menerus melesatkan cakaran. "Baik akan aku akhiri dengan cepat....." ucap Elathan.


"Wush..... buaakkk......" Elathan melesatkan pukulan dan langsung mengenai Charles. Charles yang terkena serangan Elathan itu pun langsung terjatuh ke belakang. "Wow..... hebat sekali, bisa menghindari serangan Charles dengan mudah" ucap Alencia yang kagum kepada Elathan. "Saya tidaklah sehebat itu, tuan lebih hebat dari saya" ucap Elathan.


"Sihir penyembuhan\= Health" Rei menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan Charles yang telah terkena serangan Elathan. "Ahk.... hah.... hah..... pukulannya hebat sekali" ucap Charles. "Charles aku sudah mengetahui seberapa kekuatan yang kau miliki" ucap Rei. "Bagaimana Guru......?" ucap Charles.


"Kau sangat lemah..... untuk pertama aku harus membangun kekuatan fisik terlebih dahulu" ucap Rei. "Baik guru, apakah guru yang akan mengenakan saya latihan fisik.....?" ucap Charles. "Ya.... tapi lusa saja, besok kau bisa bebas untuk melakukan apapun, dan lusa akan aku mulai latihan yang sangat keras" ucap Rei. "Baik guru, tapi kenapa tidak besok.....?" ucap Charles.


"Besok aku ada urusan" ucap Rei. "Baik guru, kalau begitu mohon bantuannya untuk lusa" ucap Charles. "Ya..... sekarang kau istirahat dan pelajaran apa yang telah kau lihat hari ini" ucap Rei. "Baik guru, saya akan pulang ke rumah, Sampai jumpa" ucap Charles yang berjalan ke arah rumah nya. "Yosh sekarang dia sudah pergi...." ucap Rei.


"Darling......" ucap Alencia yang memanggil Rei. "Da— Darling......?" ucap Rei. "Ya.... apakah aku tidak boleh memanggil begitu....?" ucap Alencia. "Tidak apa apa, aku hanya terkejut" ucap Rei. "Oh ya darling, kalau Darling melawan Elathan siapa yang menang" ucap Alencia. "Seratus persen tuan yang menang" ucap Elathan.


"Perhitungan kau salah Elathan, kalau aku hanya main main kau bisa mengalahkan ku dengan mudah, dan kalau aku sedikit serius persentase menjadi sembilan puluh per sepuluh" ucap Rei. "Tidak, saya tidak akan melawan anda tuan" ucap Elathan. "Elathan bagaimana kalau aku dan kau bertarung.....?" ucap Alencia yang mengajak Elathan untuk bertarung satu lawan satu.