Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.185 Pertemuan dengan pencuri



"Tapi berapa yang telah kemalingan oleh penyihir pencuri itu....?" ucap Rei. "Kalau itu sudah ada banyak, ada yang sampai tempat penyimpan benda itu di bobol hingga bolong dan dia mencuri nya" ucap Lucrut. "Hmm.... jadi pasti sudah banyak yang kecurian" ucap Rei. "Ya..... benar sekali" ucap Lucrut.


"Hmm.... untuk menenangkan mereka harus mengetahui seperti apa wujud mereka" ucap Rei. "Ya.... dan itu masalahnya, Setiap orang yang kecurian tidak pernah tau seperti apa wujud yang mencuri" ucap Lucrut. "Ya.... kalau nanti ada sesuatu yang terjadi aku akan membantu meski sedikit" ucap Rei. "Ya.... terima kasih" ucap Lucrut.


"Yuna Nina, kita kembali ke Mansion" ucap Rei. "Ya.... papa....." ucap Yuna dan Nina. "Eh.... mereka berdua adalah anak dari Rei.....? aku kira mereka adalah adik Rei...." batin Lucrut. Rei, Yuna dan Nina berjalan kembali ke mansion. "Hmm.... kalau penyihir pencuri itu mencuri di mansion akan ada keributan....." ucap Rei. "Keributan.....?" ucap Nina.


"Ya..... kalau barang dari Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia ada yang hilang pasti akan terjadi keributan......" ucap Rei. "Ya.... benar papa...." ucap Nina. "Apakah pencuri itu akan ke mansion.....?" ucap Yuna. "Ya.... kemungkinan nya kecil meski begitu ada juga kemungkinan kecurian, tapi ada Elathan yang menjaga mansion" ucap Rei.


Dan mereka pun sampai di depan Mansion, dan mereka pun masuk ke dalam Mansion. "Selamat datang tuan...." ucap para pelayan. "Rei......" ucap Sasaki yang berjalan ke arah Rei dengan raut wajah yang sedih. "Ada apa....?" ucap Rei. "Semua Pedang yang ku punya sudah tidak ada......" ucap Sasaki.


"Eh..... pedang pedangmu tidak ada....? apakah kau tadinya benar benar menyimpannya.....?" ucap Rei. "Ya.... aku menyimpannya, dan tadi aku pergi ke kamar semua pedang milikku sudah tidak ada....." ucap Sasaki. "Rei....." ucap Iseria, Cerise, Cisa, dan Rin. "Sayang....." ucap Asami. "Darling....." ucap Alencia. "Danna....." ucap Shiko.


"Kalian juga kenapa....?" ucap Rei. "Beberapa benda kami hilang....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Eh..... seperti apa....?" ucap Rei. "Aku kehilangan pedang ku....." ucap Asami dan Alencia. "Kalau Iseria, Cerise, Shiko, Cisa dan Rin kalian kehilangan apa.....?" ucap Rei. "Ka...... kalau itu sulit untuk membicarakan nya....." ucap mereka.


Dan Rei melihat kearah mereka, Rei mencari sesuatu yang hilang dari mereka. "Hmm.... apakah cincin yang aku berikan hilang.....?" ucap Rei. "Ya......" ucap mereka. "Maaf, Danna kami tidak bisa menjaganya dengan baik....." ucap Shiko. "Bukan salah kalian....." ucap Rei. "Tapi aku hanya menaruhnya sebentar di atas meja dan tiba tiba saja menghilang....." ucap Cisa.


"Elathan apakah kau merasakan ada sesuatu yang masuk ke Mansion.....?" ucap Rei. "Tidak tuan..... saya tidak merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam Mansion, Hanya seperti biasa ada serangga kecil yang keluar masuk mansion....." ucap Elathan. "Hmm.... serangga.....? apakah jangan jangan....." ucap Rei. "Ada apa, Rei.....?" ucap Sasaki.


"Saat aku keluar tadi dan menemui Lucrut, aku mendengar kalau dia kecurian, dan kalian juga....." ucap Rei. "Ya...." ucap mereka. "Elathan bisakah kau mencari serangga kecil tadi....?" ucap Rei. "Baik tuan, saya masih ingat seperti apa aura miliknya" ucap Elathan. Dan Elathan pun langsung mencari ke seluruh kota dan luar kota.


"Kalian sekarang tenang saja, aku sudah menyuruh Elathan untuk mencari...." ucap Rei. "Ya.... terima kasih Rei...." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Terima kasih, Danna" ucap Shiko. "Terima kasih, sayang" ucap Asami. "Terima kasih banyak, darling" ucap Alencia. "Ya.... sama sama" ucap Rei.


"Baik, tuan...." ucap Elathan. "Katanya Elathan sudah menemukan nya, aku akan ke sana untuk mengambil kembali, kalian tunggu di sini aku tidak akan lama" ucap Rei. "Ya...." ucap mereka. "Papa.... Yuna dan Nina ingin ikut...." ucap Yuna dan Nina. "Kalian berdua tetap di sini, jadilah anak baik ya....." ucap Rei sambil mengelus kepala Yuna dan Nina.


"Kalau begitu, baiklah Yuna dan Nina akan tetap di sini" ucap mereka berdua. "Ya... kalau begitu, aku pergi" ucap Rei. "Ya.... hati hati di jalan" ucap Iseria dan yang lainnya. "Hati hati papa...." ucap Yuna dan Nina. "Ya...." ucap Rei. dan Rei pun keluar dari mansion, Rei pun langsung terbang menuju Elathan berada.


Rei terbang dengan kecepatan lumayan cepat, dan tak lama Rei pun tiba di tempat Elathan berada. Elathan berada di Balik pohon sambil mengamati gubuk yang ia katakan. "Elathan.... bagaimana....? apakah dia ada di dalam....?" ucap Rei yang ada di belakang Elathan.


"Ya....tuan, dia ada di dalam gubuk" ucap Elathan. "Ya.... kalau begitu kau bisa kembali" ucap Rei. "Tapi tuan...." ucap Elathan. "Aku bisa menyelesaikan nya sendiri" ucap Rei. "Baiklah tuan...." ucap Elathan. dan Elathan pun langsung menghilang dari hadapan Rei. Rei pun berjalan menuju ke gubuk tersebut.


"Tap.... tap.... tap...." Rei berjalan dan sampai di depan gubuk itu. "Permisi..... apakah ada orang.....?" ucap Rei sambil membuka pintu gubuk tersebut. "Sriiingg...." seseorang melesatkan tusukan ke arah pintu gubuk itu dari dalam menggunakan sebuah pedang. "Tap...." rei yang menyadari lebih awal itu pun pun menghindar dengan melompat ke belakang.


"Hey.... bahaya bermain pedang seperti itu, kalau saja yang datang bukan aku dia pasti sudah mati" ucap Rei. "Siapa kau....? dan kenapa kau kemari...?" ucap seseorang yang menusukkan pedang ke pintu itu.



"Anak kecil....?" ucap Rei. "Aku memiliki nama bangsat....." ucap anak kecil itu. "Jaga cara bicaramu bocah......" ucap Rei. "Hah.... apakah kau mau melawan ku....? sini maju...." ucap bocah itu. "Tapi kau bukan tandingan ku, kau Sangatlah lemah....." ucap Rei. "Hahahaha..... bukan ras penyihir saja sudah sombong..... kau pasti tidak tau kekuatan seorang penyihir...." ucap bocah itu.


"Hahahaha.... kau lah yang tidak bisa melihat perbedaan kekuatan...." ucap Rei. "Tap...." Rei menempelkan telapak tangan nya ke pohon yang ada di sampingnya. "Kenapa kau memegang pohon.....? apakah kau akan menggunakan pohon itu sebagai senjata....? tentu saja ras manusia biasa ada ras paling lemah....." ucap bocah. "Hoh...... manusia ada ras terlemah katamu...." ucap Rei. Dan pohon yang di Sentuh Rei itu pun langsung berubah menjadi abu.