Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.162 Berkeliling kota



"Ya.... kalau begitu ikuti aku" ucap perempuan itu. Rei, Yuna, Nina dan Frey pun pergi ke tempat perempuan itu dengan mengikuti nya. Dan tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di perempuan itu. perempuan itu tinggal di pinggiran desa dan juga ia tidak pernah berkomunikasi dengan warga desa.


"Kita sudah sampai, maaf kalau tempat tinggal ku tidak bagus" ucap perempuan itu. "Tidak, hanya dengan di sambut ke rumah mu itu aku sudah bersyukur" ucap Rei. dan mereka pun masuk ke dalam rumah perempuan itu, setelah masuk mereka pun duduk di kursi ruang tamu rumah tersebut. Perempuan itu pergi untuk membuatkan teh untuk Rei dan yang lainnya.


"Maaf lama menunggu" ucap perempuan itu yang sambil membawa empat cangkir teh ke sana. Dan menaruh tiga cangkir teh di depan Rei, Yuna, Nina dan Frey. "Maaf aku belum memperkenalkan diri, nama ku Eliza" ucap perempuan itu. "Ya.... salam kenal, namaku Rei, mereka berdua Yuna dan Nina" ucap Rei.


"Yuna...." ucap Yuna yang sambil mengangkat tangan. "Nina...." ucap Nina yang juga mengangkat tangan. "Namaku Frey" ucap Frey. "Oh ya, tuan Rei anda tadi berkata kalau anda bukan angel, jadi anda manusia....?" ucap Eliza. "Bisakah bicara tidak menggunakan kata formal...." ucap Rei. "Baiklah....." ucap Eliza.


"Untuk pertanyaan mu tadi, bisa anggap aku sebagai manusia" ucap Rei. "Tapi kenapa kamu bersama ras angel....?" ucap Eliza. "Ya....karena aku berkunjung ke tempat mereka, dan sekalian aku membantu pekerjaan mereka" ucap Rei. "Eh.... begitukah, berarti Rei adalah seorang yang selalu berpergian" ucap Eliza. "Ya.... aku selalu berpergian, dan tujuanku selanjutnya ke beast land" ucap Rei.


"Dari mana saja Rei berpergian....?" ucap Eliza. "Ya.... dari kerajaan tortus kemudian ke kerajaan naga, kemudian ke kerajaan Demi-God, dan sekarang berada tempat ras angel" ucap Rei. "Eh.... begitu" ucap Eliza. "Omong omong, ini ada di mana....?" ucap Rei. "Ini berada di kerajaan desa pinggiran kerjaan emerald" ucap Eliza.


"Oh... di kerajaan emerald kah....." ucap Rei. "Kenapa Rei....?" ucap Frey. "Aku belum pernah ke kerajaan ini" ucap Rei. "Aku kira kau sudah ke sini" ucap Frey. "Oh ya Eliza kami akan pergi" ucap Rei. "Apakah tidak bisa lebih lama....?" ucap Eliza. "Tidak..... masih banyak urusan yang harus aku lakukan" ucap Rei. "Baiklah" ucap Eliza. Rei, Yuna, Nina dan Frey pun keluar dari rumah Eliza.


"Hati hati di jalan....." ucap Eliza dari pintu rumahnya. "Ya...." ucap Rei yang juga melambaikan tangan nya. "Rei.... kita tidak mendapatkan bayaran, bagaimana nasib ku....?" ucap Frey. "Setiap perbuatan baik yang tulus pasti akan mendapatkan hal yang berharga" ucap Rei. "Hal seperti itu tidak akan membuat perut kenyang" ucap Frey. "Hah.... ini ambil saja, aku tidak terlalu butuh" ucap Rei yang memberikan sekantung koin emas yang isinya sekitar seratus koin emas.


"Benarkah aku boleh memilikinya....?" ucap Frey. "Ya... ambil saja" ucap Rei. dan mereka pun kembali ke kota Atla. sementara itu Elathan sedang berada di kerajaan emerald di samping rumah Eliza. "Tuan sudah mempercayakan ini kepada ku" ucap Elathan. dan Elathan menyelinap masuk ke dalam rumah Eliza dan meletakkan sekantor koin emas sebagai ganti jubah yang Rei bakar.


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun" ucap Rei. "Rei.... bagaimana setelah melihat....?" ucap Kay. "Ya.... bagaimana ya mengatakan nya" ucap Rei. "Ya.... aku juga tau sulit untuk mengatakan nya, tapi aku juga mengerti" ucap Kay. "Kalau begitu aku akan pergi, untuk berkeliling kota lagi" ucap Rei. "Ya.... nikmati waktu mu" ucap Kay.


Kemudian Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari tempat itu dan mereka bertiga keliling kota untuk menyusul Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Frey bagaimana setelah melihat nya.....?" ucap Kay. "Perkataan ayah sama dengan perkataan Rei, akan tetapi aku lebih memahami perkataan Rei" ucap Frey. "Ya... baguslah kalau kau mengerti, Frey" ucap Kay.


"Ya.... dan ini pendapatan ku, lebih banyak dari biasanya, dan ini bisa aku gunakan untuk berbelanja di kerjaan" ucap Frey. Dan Frey pun berjalan keluar dari tempat itu, Frey menuju kembali ke rumahnya. "Hah... apakah dia benar benar belajar sesuatu....?" ucap Kay. "Akan tetapi kalau Frey belajar sesuatu dari Rei, Rei Sangat berbakat dalam mengajari sesuatu kepada orang lain" batin Kay.


Sementara itu di rumah Eliza. "Rei.... dia sangat tampan dan aku hanya akan memberikan tubuhku kepadanya" ucap Eliza. dan Eliza pun tak sengaja menemukan sekantor penuh koin emas yang Elathan tinggalkan. "Eh.... apa ini...?" ucap Eliza sambil membuka kantong tersebut. "Ko....koin emas.....? tapi siapa yang menaruhnya....?" ucap Eliza. dan Eliza pun menyadari kalau Rei yang menaruh kantong tersebut.


Sementara itu, Re, Yuna dan Nina berjalan sambil membeli beberapa makanan Ringan. Mereka berjalan dan tak sengaja bertemu dengan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin" ucap Rei yang memanggil mereka. "Rei...." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Danna...." ucap Shiko. "Sayang...." ucap Asami. "Ya..... bagaimana kalau Sekarang kita kembali....?" ucap Rei.


"Kembali....? tapi kenapa...?" ucap Iseria. "Sebentar lagi waktu makan siang" ucap Rei. "Apakah sudah hampir makan siang....?" ucap Cerise. "Ya.... sudah hampir waktu makan siang" ucap Rei. "Kalau begitu kita kembali, dan kita akan makan siang....." ucap Asami yang sangat bersemangat. "Ya.... kita akan kembali" ucap Rei. dan mereka pun berjalan menuju ke Mansion untuk makan siang.


"Rei berapa lama kita akan menetap di sini....?" ucap Rin. "Hmm.... tidak akan lama, kalian kalau kalian mau lebih lama tinggal bilang saja" ucap Rei. "aku tidak terlalu mempermasalahkan kalau tidak lama berada di sini" ucap Rin. "Bagaimana mengatakannya....?" ucap Iseria yang bingung.


"Tidak perlu mengatakan sekarang, pikirkan dengan sangat matang baru bicara" ucap Rei. "Ya...." ucap Iseria. "Oh ya.... sayang kamu berasal dari mana....?" ucap Asami. "Ah... Dimana aku berasal....?" ucap Rei yang mengulangi kata Asami. "Kalau itu pertanyaan yang menyinggung tidak perlu di Jawab" ucap Asami. "Tidak terlalu menyinggung, aku berasal dari tempat yang jauh, di bagian tenggara, kalau dari sini" ucap Rei. "Oh.... begitu" ucap Asami.