Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps. 192 Penyihir Perampok



Dan setelah teh mereka habis mereka pun keluar ke halaman mansion. "Mengunakan mana yang ada di dalam Tubuh itu bersifat terbatas tapi menggunakan mana di udara tidak terbatas" ucap Rei. "Maksudnya.....?" ucap Carl. "Ya.... sebagian contoh penyihir...." ucap Rei.


"Ya.... kenapa.....?" ucap carl. "Kalau penyihir menggunakan sihir terus menerus apa yang akan terjadi.....?" ucap Rei. "Over mana....." ucap Carl. "Ya.... akan tetapi kalau menggunakan sihir di udara tidak akan mengalami over mana" ucap Rei. "Eh....? apakah Benar....?" ucap Carl. "Ya..... benar sekali" ucap Asami.


(Over mana, adalah situasi ketika seorang penyihir ketikan menggunakan sihir terus menerus dan mana yang di dalam Tubuh hampir habis sekitar 10-5% mana yang di miliki, dan saat seseorang mengalami over mana akan pingsan selama dua sampai tiga hari, tapi ada juga seorang yang mengalami over mana tapi tidak pingsan tapi hanya lumpuh beberapa jam dan meski bisa berdiri ia tidak bisa menggunakan sihir).


"Hmm.... sayang.... apa yang terjadi jika penyihir kehabisan mana.....?" ucap Asami. "Sampai nol apa hanya sampai over mana.....?" ucap Rei. "Sampai nol...." ucap Asami. "Kematian..... seseorang yang tidak memiliki mana di tubuhnya, dia akan mati" ucap Rei. "Kematian.....?! berarti kalau Iseria atau Sasaki menggunakan sihir terus menerus sampai habis mereka berdua bisa mati.....?!" ucap Cerise.


"Ya..... tapi ada cara mencegah kematiannya, seorang yang kehabisan mana akan mati beberapa jam kemudian, sebelum waktu habis kita hanya perlu menyuplai mana hingga minimal 5%" ucap Rei. "Eh.... ternyata begitu...." ucap Carl. "Ya.... apakah kau baru tau.....?" ucap Rei. "Ya...." ucap Carl. "Kami juga...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia.


"Eh.... ku kita sudah ada yang tau....." ucap Rei. "Tidak, tidak ada yang pernah bilang seperti itu, para tetua penyihir saja tidak tau...." ucap Carl. "Hmm.... kalau begitu mungkin ini salah satu dari pengetahuan dewa" ucap Rei. "Dewa....?!" ucap Carl.


"Tap.... tap... tap...." tiba tiba tiga orang penyihir datang di depan mereka. "Kami adalah tiga penyihir pencuri yang akan mencuri isi mansion ini....." ucap tiga penyihir itu. "Hah...?! pencuri.....? bagaimana kalian mau mencuri kalah bilang seperti itu....?" ucap Rei. "Hahahah..... bagus kau bertanya, kita bertiga akan mengalahkan kalian...." ucap ucap salah satu dari mereka.


"Carl..... apakah kau kenal mereka.....?" ucap Rei. "kenapa kau santai seperti itu.....?!" ucap Carl. "Buat apa panik kan.....?" ucap Rei. "Ya....'' ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Eh.... kalian juga....?!" ucap Carl. "Kak Carl tenang saja...." ucap Yuna dan Nina.


"Anak kecil juga berkata seperti itu.....?" ucap Carl. "Ck.... sepertinya tidak ada gunanya berbicara, akan aku selesaikan dengan cepat....." ucap pemimpin mereka. "Sihir api: Fire–....... duuaarrrr....." saat melafalkan mantra dia menggigit lidahnya dan sihir langsung meledak sebelum di lancarkan.


Dan orang yang terkena sihir nya sendiri itu pun langsung pingsan. "Dia pingsan....." ucap salah satu temannya. "Mau bagaimana lagi, aku yang akan menyerang" ucap salah satunya yang mengambil pedang nya. "Hmm.... pengguna pedang sihir kah....." ucap Rei. "Sihir angin: Quick step" orang itu menggunakan sihir untuk mempercepat gerakannya dan melesat ke arah Rei.


"Sialan.....!!" ucap penyihir yang tinggal sendirian. "Heh......!! ada anak kecil jangan bicara kasar...." ucap Rei. "Sihir api: Fire Ball" penyihir yang tersisa itu menggunakan sihir dan melesatkan bola api ke arah Rei. "Clak...." Rei memetik jarinya. Dan seketika bola api itu berbalik arah.


Yang tadinya bola api itu mengarah ke arah Rei, berbalik ke penyihir itu. "Duaar....." bola api itu meledak setelah menabrak penyihir itu. Dan semua penyihir itupun sudah tidak tersisa, semuanya sudah pingsan, tak ada satupun yang sadarkan diri. "Carl sekarang bagian mu" ucap Rei. "Aku.....?" ucap Carl yang bingung.


"Ya..... kau selesaikan...." ucap Rei. "Eh....?! apakah kamu ingin aku membunuh mereka.....?" ucap Carl. "Membunuh....? bukan, kau kan bisa memenjarakan mereka atau membuat mereka tidak melakukan hal ini lagi...." ucap Rei. "Oh.... seperti itu..... baiklah aku akan pergi dan memanggil prajurit sihir untuk menangkap mereka...." ucap Carl.


Dan Carl pun pergi terbang menggunakan sapu terbang nya, Carl menuju ke kastil untuk membawa beberapa prajurit sihir. "Papa hebat...." ucap Yuna dan Nina. "Tidak.... aku hampir tidak melakukan apa apa...." ucap Rei. "Tapi Rei kenapa dua tadi seperti terlalu sial....?" ucap Iseria. "Hmm.... kalau tidak salah keberuntungan itu seperti gelombang, ada naik dan turun" ucap Rei.


"Oh..... begitu kah...." ucap Iseria. "Ya.... sebenarnya aku yang membuat mereka sangat sial....." batin Rei. Tak lama Carl pun datang dengan beberapa prajurit sihir. Para prajurit itu menangkap para penyihir itu, dan ketiga penyihir itu di bawa untuk di penjara. "Selesai...." ucap Carl. "Ya.... terima kasih atas batuan nya...." ucap Rei.


"Tidak apa apa.... oh ya Rei.... tadi kenapa sihir api yang mengarah ke kamu itu berbalik arah....?" ucap Carl. "Kalau itu teknik rahasia ku...." ucap Rei. "Eh.... katakan Rei....." ucap Carl. "Teknik rahasia...." ucap Rei. "Ayolah...." ucap Carl yang memelas. "Kau sendiri punya sihir yang hanya bisa kau gunakan sendiri kan....." ucap Rei.


"Ya.... aku punya...." ucap Carl. "Ya.... teknik ku ini sama seperti itu, kalau ingin mempelajari nya butuh waktu yang lama dan juga harus bisa menggunakan dua macam mana" ucap Rei. "Sekarang kita masuk...." ucap Rei. "Ya.... papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia.


"Oh ya.... aku hampir lupa Carl, hati hati di jalan saat pulang" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku akan kembali ke kastil" ucap Carl. "Ya.... selamat jalan...." ucap Rei. "Selamat jalan Carl.... hati hati di jalan" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Ya.... sampai jumpa..." ucap Carl.


Dan Carl pun terbang menggunakan sapu terbang nya dan kembali ke kastil kerajaan. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun masuk ke dalam mansion. Rei pun duduk di ruang tengah dan setelah duduk ia membuka bukunya. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun ikut duduk di sana.