Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.149 Raja dewa, Dewa Naga



"Dan kak Arashiko lah yang merawat ku saat kakak berada di rumah sakit" ucap Kureha. "Terima kasih Arashiko karena telah merawat adikku" ucap Rei. "Tidak apa apa, Kureha juga sudah aku anggap sebagai adikku sendiri" ucap Arashiko. "Bukankah aku akan menjadi adik dari kak Arashiko jika kakak menikah dengan kak Arashiko" ucap Kureha.


"Me... menikah dengan Rei....?" ucap Arashiko dengan suara yang pelan dan mukanya memerah. "Hahahaha...." Rei tertawa dengan sangat senang. "Kakak kenapa.....? apakah setelah tertabrak kepala kakak juga sedikit miring....?" ucap Kureha. "Ya.... tentu saja tidak, hanya saja kalau di pikir pikir semakin lucu" ucap Rei. "Yah.... semakin di pikir pasti akan semakin lucu......" suara di dekat telinga Rei dengan suara yang sangat pelan.


"Apa kalian mendengar suara....?" ucap Rei. "Suara....? tidak ada suara lain kok, kak" ucap Kureha. "Ya.... benar sekali kata Kureha, tidak ada suara" ucap Arashiko. "Apa itu cuma perasaan ku saja....?" ucap Rei. "Bu...kan.... ini adalah suara ku, dan aku akan menunjukkan sebuah kebenaran" suara dari telinga Rei. Dan tiba tiba saja Rei berdiri mengambang di sebuah tempat yang sangat gelap.


"Tempat apa ini....?" ucap Rei. "Ini adalah tempat ku berada, dan aku akan menunjukkan sebuah kebenaran, bukan mimpi indah seperti itu...." ucap seseorang dari belakang Rei.



"De...dewa naga....?" ucap Rei yang menoleh ke belakang. "Ya.... aku adalah dewa naga, salah satu dari dewa jahat dan aku juga adalah seorang raja dewa" ucap dewa naga. "Kenapa aku ada di sini....?" ucap Rei. "Kenapa....? ya aku adalah dewa jahat dan aku akan memberikan mu sebuah keputusasaan" ucap dewa naga.


"Keputusasaan....? kenapa...?" ucap Rei. "Karena dewa jahat mendapatkan kekuatan yang lebih besar saat banyak orang yang berbuat Kejahatan dan keputusasaan" ucap dewa naga. "Jadi kau ingin menjadi lebih kuat dengan membuat ku putus asa....?" ucap Rei. "Hahaha.... benar sekali, kau memang sangat cerdas" ucap dewa naga.


"Tapi yang akan aku tunjukkan ini adalah kenyataan dan bukan ilusi semata" ucap dewa naga. Dan depan Rei yang tadinya tidak ada apa apa, mulai muncul sebuah layar, dan di layar itu terdapat dua kejadian yang lumayan tragis. kejadian pertama yaitu Arashiko yang sedang berada di stasiun kereta. Arashiko berdiri menunggu sebuah kereta.


Dan saat kereta itu sudah terlihat dari stasiun dan kereta itu akan berhenti di stasiun kereta, ada seseorang yang mendorong Arashiko ke atas rel kereta itu. "Wush.... cruuaat...." Arashiko pun langsung tertabrak kereta tersebut. Dan orang yang mendorong Arashiko itu adalah salah satu bawahan nya yang tidak menyukai nya di kantor.


"Tidak mungkin, Arashiko tidak mungkin mati" ucap Rei. "Percaya atau tidak itu urusan mu, kau tidak akan mengurusi urusan mu" ucap dewa naga. dan tragedi yang kedua adalah tragedi yang menimpa Kureha. Di apartemen yang Kureha sewa dia masuk ke apartemen nya dan ada seseorang yang memaksa masuk ke dalam apartemen itu.


Dan Kureha berusaha menerobos orang itu yang menghalangi pintu apartemen, dan Kureha tidak berhasil menerobos. "Brakk...." Kureha di dorong sampai terjatuh di atas lantai. Dan Kureha pun di perkosa oleh orang itu. Dan orang yang memperkosa Kureha adalah anak yang telah di tolak oleh kureha, dan di juga salah satu teman sekelas nya.


Dan karena itu Kureha pun mengalami trauma yabg sangat berat dan itu membuat nya melakukan bunuh diri dengan menggantungkan diri di sebuah kamar apartemen itu. "Aku tidak percaya, tapi aku juga tidak bisa membantah apa yang telah ku lihat" ucap Rei. tapi Rei tidak putus asa dia hanya menangis.


"Tidak mungkin..... bagaimana dia tidak putus asa, padahal kalau orang lain pasti akan langsung putus asa, tapi mengapa....?" ucap dewa naga. dan dewa naga pun langsung menghilang. Rei pun terbangun di depannya terdapat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin yang menatap Rei. "Rei kamu kenapa....?" ucap Iseria.


Dari mata Rei yang terbuka, mengalirkan air mata terus menerus. "Papa apakah papa baik baik saja....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya... hanya saja aku melihat kejadian yang mengharukan" ucap Rei. "Meski kami tidak tau apa yang Rei mimpikan tadi, menangislah sampai Rei bisa tenang" ucap Iseria yang kemudian memeluk Rei. Dan Yuna, Nina, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun ikut memeluk Rei.


Air mata Rei pun berhenti dan Rei mulai tenang kembali. "Huh...." Rei menaik nafas yang dalam dan membuangnya. "Aku sekarang sudah tenang, bagaimana dengan pembicaraan kalian...?" ucap Rei. "Kalau itu tinggal persetujuan dari Rei" ucap Iseria. "eh....? aku...? kenapa dan apa yang telah kalian sepakati...?" ucap Rei. "Ya.... aku, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa tidak keberatan kalau Rei menambah calon istri" ucap Iseria.


"Tunggu dulu, kalau itu akan aku pikirkan dahulu" ucap Rei dan ia pun berdiri. "aku akan keluar mencari udara segar dan memikirkan nya" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut...." ucap Yuna dan Nina. Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari Mansion, mereka keluar. mereka jalan jalan sambil melihat lihat berbagai toko yang menjual berbagai macam.


Dan Rei melihat sebuah bar. "Yuna, Nina bagaimana kalau ke sana....?" ucap Rei. "Ya... tidak apa apa, papa" ucap Yuna dan Nina. Dan mereka bertiga pun mampir ke bar yang di tunjuk Rei. Dan mereka pun masuk, di dalam bar tersebut sangat sepi dan hanya terdapat satu orang ras angel yang sedang duduk di depan pemilik bar.


"Permisi...." ucap Rei. "Selamat datang, silahkan duduk" ucap pemilik bar. kemudian Rei, Yuna dan Nina pun duduk di samping orang ras angel itu. "Halo...." ucap Rei yang menyapa orang ras angel itu. "Halo, nama ku Kay, dan jarang jarang bisa menemukan Manusia dengan kekuatan yang besar seperti mu" ucap Kay. "Ya.... tidaklah sebesar itu, nama ku Rei ini Yuna dan Nina" ucap Rei.


"Namaku Yuna" ucap Yuna yang memperkenalkan diri. "Namaku Nina" ucap Nina yang juga memperkenalkan diri. "Bagaimana kalau minum....?" ucap Kay yang menawarkan minuman keras. "Boleh, manajer satu minuman paling kuat dan dua gelas susu" ucap Rei. "Baiklah" ucap pemilik bar yang sambil mengambilkan minuman yang di pesan oleh Rei.