My Sugar (Jenifer Alexander)

My Sugar (Jenifer Alexander)
Bab 97. Karena bayar ganti rugi



"Tunggu Karin,,,!!" Teriakan Jeje menghentikan langkah Karin. Gadis itu berbalik badan, menatap Jeje yang berlari ke arahnya. Karin tersenyum tipis pada sahabatnya itu.


"Kamu habis bermalam lagi sama kak Reynald.?" Tanpa basa - basi Jeje langsung menanyakan hal itu pada Karin.


"Ayolah Karin, cerita sama aku. Aku sudah tau siapa kak Reynald, dia suka bermain wanita. Kenapa kamu bisa berhubungan dengannya.? Apa dia memaksamu,,," Karin terlihat pusing dengan kecerewetan Jeje yang tidak ada hentinya.


"Kita masuk dulu Je, nanti aku ceritain pas istirahat ya,,"


Jawaban pendek Karin tidak membuat Jeje puas. Dia hanya bisa menghela nafas berat, lalu menuruti permintaan Karin.


Keduanya langsung menuju kelas.


...***...


Begitu sampai di kantor, Kenzo langsung menghubungi Reynald untuk datang ke ruangannya.


Hanya karena permintaan istrinya, Kenzo sampai harus ikut campur dengan masalah receh seperti ini.


Tentu saja Kenzo menganggapnya receh, dia tidak pernah ikut campur masalah orang lain, apa lagi masalah asistennya yang tidak bermutu itu. Yang setiap hari hanya berurusan dengan banyak wanita.


Jika bukan karena istrinya, Kenzo tidak akan membuang waktu berharganya hanya untuk berhadapan dengan Reynald.


Saat ini Kenzo dan Reynald sedang duduk berhadapan. Tatapan tajam Kenzo seperti sedang mengintimidasi terduga pelaku kejahatan.


"Lepaskan Karin.!" Sekali bicara, Kenzo mengucapkannya dengan tegas dan penuh penekanan. Reynald bahkan terlihat kaget.


"Tunggu bro,, kenapa lu bisa tau tentang Karin.? Jangan bilang kalian punya hubungan.?"


"Wah,, wah,, wah,,," Reynald menggelengkan kepalanya, tidak percaya pada kelakuan bosnya yang hoby mengoleksi remaja.


"Gimana kalau istri lu tau hal,,,


Buggg,,,,!!


Bantal sofa di dalam ruangan kerja Kenzo, melayang ke wajah Reynald.


"Gue bukan laki - laki brengsek yang nggak bertanggung jawab kaya lu.!" Tegas Kenzo.


"Karin sahabat istri gue,,! Dia minta biar lu nggak mainin Karin lagi."


"Hahaha,,,, dunia ini sempit sekali. Kenapa mangsa gue harus bersahabat sama istri lu,," Bukannya takut, Reynald justru tertawa.


"Lepasin dia atau gue pecat lu sekarang juga.!" Tegas Kenzo.


"Gara - gara masalah ini, istri gue terus merengek."


Keluhnya.


"Ah nggak asik banget lu Ken.! Urusan pribadi di sangkut pautkan sama kerjaan." Ujar Reynald dengan wajah lesunya.


"Urusan gue sama Karin belum selesai bro. 3 bulan lagi baru gue lepasin tu anak,," Tuturnya.


"Urusan apa.?"


Tanya Kenzo bingung. Bagaimana bisa mereka berdua punya urusan, dunia pergaulan mereka sudah jelas berbeda. Lalu ada urusan apa di antara mereka.


Reynald mulai menceritakan awal mula pertemuannya dengan Karin yang tidak di sengaja.


Rupanya gadis itu menambrak mobil mewah Reynald dengan motor usang miliknya. Hingga mobil bagian belakang Reynald penyok dan banyak goresan disana.


Reynald meminta pertanggung jawaban Karin, meminta ganti rugi sebanyak 50 juta untuk biaya perbaikan mobil mewahnya. Reynald bahkan meminta Karin untuk membawanya menemui orang tuanya, tentu saja Karin tidak mau masalah sebesar ini sampai di ketahui oleh orang tuanya yang sudah cukup kesulitan dalam urusan ekonomi.


Karena Karin tidak mampu membayarnya dan tidak mau mempertemukan dengan orang tuanya, akhirnya Reynald menawarkan pilihan yang sangat menguntungkan dirinya. Laki - laki pemburu kenikmatan itu berhasil mendapatkan kesucian Karin.


"Lu itu bener - bener gila Rey.!" Geram Kenzo.


"Orang kecil seperti Karin sempat - sempatnya ku manfaatin.!"


"Biar gue yang ganti rugi, lu lepasin gadis itu sekarang juga. Jangan sampai istri gue masih membahas masalah ini.!"


Kenzo mengeluarkan ponselnya, dia bermaksud untuk mentransfer uang ke rekening Reynald.


"Nggak semudah itu Ken, gue masih butuh dia."


"Saat ini cuma dia yang bisa buat gue puas,,"


Ujarnya santai.


"Lagipula di lepas sekarang atau nanti, nggak ada bedanya Ken. Dia udah nggak virgin lagi sekarang,,"


...***...


"Kita makan dulu ya, nanti setelah ini kamu harus ceritain semuanya sama aku. Aku pasti akan bantuin kamu buat lepas dari laki - laki jahat itu,,"


Seru Jeje. Karin mengangguk lemah.


Meskipun nantinya Jeje berhasil membantunya lepas dari Reynald, kesucian yang sudah direnggut oleh Reynald tidak akan bisa kembali lagi.


Setelah makan, Karin mulai menceritakan masalahnya pada Jeje. Tentu saja Jeje syok mendengarnya. Ternyata asisten pribadi suaminya sudah memanfaatkan kekurangan Karin.


"Astaga Rin,, kenapa kamu nggak bilang sama aku dari awal.? Aku pasti bakal bantu kamu,, tapi sekarang kamu,,,"


Jeje tidak bisa meneruskan kalimatnya, dia tidak mau membuat Karin sedih karna menyebutnya tidak perawan lagi.


"Aku bakal nyuruh my hubby,,


"My hubby.?" Tanya Karin. Jeje melotot, dia baru ingat kalau Karin belum tau tentang pernikahannya.


"Maksudku om Kenzo. Aku bakal menyuruhnya untuk membuat kamu lepas dari kak Reynald."


"Dia sangat takut pada ancaman kekasihku, aku yakin kak Reynald akan melepaskan kamu,," Jelasnya.


Karin nampak mengulas senyum, dia sedikit lega kalau memang bisa lepas dari Reynald.


Rasanya dia sudah tersiksa karena harus melayani nafsu bejadnya itu.


"Makasih banyak Je,," Ucapnya tulus.


"You're welcome."


"Jangan pernah sungkan buat cerita dan minta bantuan aku Rin, kita sahabat yang akan selalu ada dalam suka dan duka,,,"


Jeje menyodorkan jari kelingkingnya pada Karin, dan di sambut oleh Karin yang menautkan jari kelingking mereka.


...***...


Sudah hampir pukul setengah delapan malam, saat ini Jeje sedang duduk di ruang tamu. Dia menunggu suaminya pulang dengan debaran jantung yang bergemuruh hebat. Remaja cantik itu sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan untuk suaminya. Yang ingin. dia lihat adalah, reaksi kebahagiaan yang akan terpancar dari wajah Kenzo nantinya.


Saat pintu terbuka, Jeje langsung berdiri.


"Malam hubby,,," Sapanya ceria. Dia langsung mendekat dan bergelayut di leher Kenzo.


Wajah lelah Kenzo seketika berubah cerah, dia sangat bahagia karna selalu di sambut hangat oleh istrinya.


Kenzo melempar tas kerjanya di sofa, kedua tangannya langsung mengangkat tubuh Jeje hingga istrinya itu berada dalam gendongannya.


"Malam sayang,,," Balas Kenzo. Dia memberikan ciuman lembut pada istrinya, yang sudah pasti di balas oleh Jeje. Setelah melepaskan ciumannya, Jeje langsung membenamkan wajah di ceruk leher Kenzo.


"Aku bau keringat sayang,,," Ujar Kenzo. Jeje menggeleng Cepat.


"Masih wangi by,, aku suka,," Sahutnya. Jeje justru menghirup dalam - dalam aroma maskulin dari tubuh Kenzo. Berada dalam gendongan Kenzo membuatnya sangat nyaman. Apa lagi dengan harum maskulin nya yang menenangkan.


"Kamu sudah makan,,?"


"Sudah by, baru saja."


Kenzo memang menyuruh Jeje untuk makan lebih dulu dan tidak perlu menunggunya, karena dia makan malam di kantor tadi.


Sambil terus menggendong Jeje, Kenzo berjalan menuju kamarnya.


"Aku mandi dulu. Kamu mau ikut.?" Tawarnya menggoda Jeje.


Jika tidak akan memberikan kejutan pada Kenzo, mungkin saat ini Jeje sudah menyetujui ajakan suaminya.


"Besok saja,," Sahut Jeje dengan kedipan mata. Kenzo paham maksudnya, dia memang sudah menunggu hari itu. Bahkan dia sudah berniat untuk berangkat ke kantor besok.


Kenzo mendudukan Jeje di tepi ranjang.


"Jangan tidur dulu, aku hanya mandi sebentar." Perintahnya. Jeje mengangguk.


Setelah melihat suaminya masuk kedalam kamar mandi, Jeje langsung pergi ke walk in closet untuk mengganti bajunya dengan lingeri seksi yang baru tadi siang dia beli. Dia yakin suaminya itu pasti akan senang melihatnya memakai lingeri tipis dan kekurangan bahan ini. Lingeri yang memperlihatkan semua lekuk tubuh seksinya, dan memperlihatkan kulit putihnya yang mulus.


Tak lupa dia mengoleskan make up tipis di wajahnya, juga menyemprotkan sedikit parfum di badannya.


Meski malam ini bukan menjadi yang pertama bagi mereka, tapi Jeje ingin membuat malam ini begitu istimewa hingga akan terus di ingat oleh Kenzo.


Remaja itu bahkan sudah mencari tau, cara untuk memuaskan suaminya.