
Anggap saja aku sedang membuang barang bekas di tempat sampah.
Memang tempat sampah hanya cocok untuk pembuangan barang-barang bekas atau sesuatu yang sudah tidak berguna lagi.!
Ku tatap tajam dua sejoli yang baru saja memakai baju setelah bertelanjang bulat.
Aku melihat jelas bagaimana sahabatku bergerak liar di tubuh kekasihku seperti manusia yang kesetanan. Ah,, sepertinya memang mereka adalah setan. Setan yang menjelma dengan wujud manusia.
Aku tersenyum kecut, menatap sahabat dan kekasihku yang tega berkhianat.nEntah bagaimana Bianca bisa datang ke apartemen kekasihku dan tidur dengannya.
Aku benar-benar sakit hati melihat semua ini, rasanya ingin menangis karna di khianati orang yang aku cintai dan seseorang yang aku percayai.
Harusnya saat ini aku sudah menangis, meluapkan rasa sakit hati ini. Namun ku lihat raut wajah Bianca tak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun padaku. Dia justru tersenyum meledek ke arahku dan duduk santai di sisi ranjang.
"Kalian menjijikkan sekali.!!" Teriakku untuk kedua kalinya. Pertama saat masuk ke dalam kamar Arga dan memergoki mereka sedang mende - s*h kenik-m*tan.
"Vin, ini nggak seperti yang kamu liat." Arga yang tak tau malu itu berjalan mendekat padaku, mengatakan hal yang membuatku tertawa. Bagaimana bisa Arga mengatakan hal itu sedangkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka melakukan penyatuan. Berhubungan badan layaknya suami-istri.
"Arga.! Arga.!" Seruku sambil bertepuk tangan.
"Rupanya bukan cuma menjijikkan, tapi kamu juga bodoh.!" Aku mencibir kesal.
"Sama bodohnya dengan jal- lang ini.!" Aku mendekat dan menunjuk wajah Bianca. Tanganku langsung di tepis kasar olehnya.
"Harusnya kamu menunjuk dirimu sendiri Davina,," Ucap Bianca sambil tertawa meledek padaku.
"Kamu yang bodoh.! Saking bodohnya kamu sampai baru tau kalau aku punya hubungan dengan Arga."
"Emangnya kamu pikir ini pertama kalinya kami tidur bersama.?" Bianca tersenyum puas ke arah ku. Dia begitu bangga tak hanya satu kali berhubungan intim dengan Arga.
"Bi,,!!" Tegur Arga. Dia terlihat takut hubungan lama itu terbongkar hingga memperingatkan Bianca untuk diam.
"Davina,,! Kamu itu harusnya ngaca, mana ada cowok normal yang pacaran cuma sekedar ciuman.! Arga bukan anak SD,,!"
"Kamu itu terlalu polos atau bodoh." Dengan entengnya Bianca mencibirku. Mengatakan hal buruk padaku. Rupanya dibalik sikap baiknya padaku selama ini, Bianca memiliki sifat yang mengerikan. Dia bukan sahabat baik yang selama ini aku kenal.
"Aku nggak murahan kayak kamu Bi,!"
"Gampang melempar tubuh secara gratis di ranjang kekasih sahabatmu sendiri, kamu nggak lebih dari seorang pel -l*cur.!"
Aku meneriakkan kata terakhir, ingin membuat Bianca sadar betapa menjijikkannya dia karna tidur dengan kekasihku.
"Dasar sia-l*n.!" Bianca ingin menampar ku, tapi Arga menahan tangannya.
"Sayang anak ingusan ini sudah menghinaku," Bianka tak terima.
"Jangan Bi, biarkan saja."
"Kamu hanya akan mengotori tanganmu."
Aku tersenyum geli melihat dua sejoli itu. Interaksi yang membuatku muak melihatnya.
"Ya ampun Arga sayang,,," Aku terkekeh sinis.
"Bukannya jal-l*ng memang kotor.?"
...Judul Novel : Selingkuhan Om Tiri...
Jangan lupa mampir ya😊