
"Kak bangun,,,!" Karin menarik lengan Reynald berulang kali. Laki - laki itu tak kunjung membuka matanya. Terlalu damai dan lelap dalam tidurnya.
"Heummm,,," Reynald hanya menggeliat kecil.
"Ya ampun kak.! Sudah jam 8, kita harus pergi sekarang,,,!" Seru Karin setengah berteriak.
"Tolong mandikan David, aku harus menyusui Aleena dulu. Dia menangis sejak tadi,,"
Setelah mendengar keluhan Karin, Reynald baru membuka matanya. Dia menarik tangan Karin ynag sedang berdiri di sisi ranjang. Karin langsung jatuh di atas tubuh Reynald. Saat itu juga Reynald langsung memagut bibir Karin, melu**tnya dengan lembut.
"Kamu ini semakin cerewet saja,,," Keluhnya sambil mencubit gemas pipi Karin.
"Ada baby sitter, kenapa tidak menyuruhnya untuk memandikan David. Aku masih ngantuk sayang,,," Reynald memeluk Karin, lalu menggulingkan tubuhnya hingga membuat Karin ikut berbaring di ranjang.
"Kak Reynald.!!!" Teriak Karin geram. Dia melepaskan diri dari pelukan Reynald dan segera turun dari ranjang.
"Kakak tau sendiri David tidak mau mandi dengan siapapun kecuali kita.! Aku tidak akan meminta kakak untuk memandikan David kalau Aleena tidak menangis." Karin langsung keluar dari kamar setelah berbicara panjang lebar.
Selama ini Reynald memang selalu membantunya mengurus David ataupun Aleena, tapi akan sulit menyuruhnya kalau sedang tidur. Reynald paling tidak suka tidurnya terganggu.
"Wah,,, anak daddy tampan sekali,," Puji Reynald. Dia sedang merapikan rambut David.
"Tampan seperti daddy,,!" Seru David cepat, kemudian keduanya tertawa.
Reynald sudah memandikan David, dia juga sudah mandi dan rapi. Tapi Karin masih saja cemberut padanya. Istrinya itu sedang menyiapkan keperluan Aleena yang akan di bawa, sedangkan Aleena masih tertidur setelah di beri asi oleh Karin.
Reynald menghampiri Karin dan memeluknya dari belakang. Karin sedikit memberontak, tapi Reynald justru memeluknya semakin erat.
"Kalau liat kamu cemberut seperti ini, aku jadi ingin membuat anak lagi,,," Bisik Reynald.
Karin langsung mencubit pinggang Reynald.
"Semangat kalau buat anak, tapi males bantuin ngurus anak,," Keluh Karin.
Reynald terkekeh.
"Waktunya tidak tepat sayang. Kamu tau sendiri aku tidur larut malam karna harus menyelesaikan pekerjaan. Rasanya baru memejamkan mata tapi kamu sudah membangunkanku."
Karin hanya menarik nafas dalam. Dia tidak bisa berkata apapun kalau sudah menyangkut pekerjaan.
...****...
"Berhenti Zayn, nanti David jatuh,,!!"
Balita berusia 3 tahun itu seolah tidak menghiraukan teguran sang Mommy. Dia terus berlari mengejar temannya dengan memegang belalang di tangannya.
Taman belakang rumah Jeje menjadi ramai dengan teriakan Zayn dan David.
"Mom, Dad, tolong aku,,,!" David berlari menghampiri kedua orang tuanya.
"Ya ampun, Anak kalian benar - benar jahil.!" Reynald melirik tajam ke arah Kenzo dan Jeje.
Kenzo hanya mengulas senyum tipis.
"David penakut Daddy,,," Seru Zayn. Dia tertawa puas setelah duduk di pangkuan Kenzo.
"Jangan begitu Zayn, kamu tidak boleh membuat David takut,," Tutur Kenzo lembut. Dia memeluk erat putra tampannya.
"Kak tolong ambilkan diapers Aleena di mobil, aku lupa membawanya." Karin yang baru saja menyusui Aleena, berjalan menghampiri semua orang yang sedang berkumpul di gazebo.
Reynald beranjak dari sana untuk mengambil diapers Aleena.
"David mau ikut dad,,," David berlari mengejar Reynald. Anak itu memang sangat dekat dengan daddynya.
Sementara itu, Karin ikut bergabung sambil memangku Aleena yang baru berusia 8 bulan.
"Apa Aleena pup.?" Jeje mencubit gemas pipi chubby Aleena.
Karin menggeleng cepat.
"Penuh karna pipisnya Je. Aleena memang selalu banyak kalau pipis, jadi harus sering ganti diapers,,"
Tuturnya.
"Berikan padaku, aku mau menggendongnya,,," Jeje mengambil Aleena dari pangkuan Karin.
"Zayn juga mau adik bayi daddy,,," Rengek Zayn. Dia menunjuk Aleena yang sedang berada di gendongan mommy nya.
"Zayn mau adik bayi berapa.?" Tanya Kenzo. Memang sudah waktunya Zayn memiliki adik, tapi sampai saat ini Jeje dan Kenzo belum diberi kepercayaan untuk memiliki anak lagi.
Mungkin karna kondisi Kenzo yang belum stabil setelah melewati koma hampir 2 tahun lamanya.
"Mau dua, daddy,,,"
"Mau perempuan sama laki - laki,,," Zayn begitu antusias setiap kali membahas hal itu. Sudah beberapa bulan yang lalu dia terus merengek untuk meminta adik. Tepatnya setelah sering melihat Aleena datang ke rumah.
Reynald dan Karin pamit pulang setelah makan siang. Jeje memang mengundang mereka untuk makan siang bersama.
Hubungan mereka semakin dekat, tidak hanya sekedar teman ataupun atasan dan bawahan, melainkan sudah seperti saudara. Terlebih kebaikan Karin dan Reynald selama Kenzo mengalami koma. Mereka sering mengunjunginya ke Singapur hanya untuk memberikan semangat pada Jeje.
"Aku nidurin Zayn dulu by,,," Jeje beranjak dari ruang keluarga sambil menggendong Zayn yang sudah hampir terlelap dengan sebotol susu di tangannya.
Kenzo mengangguk pelan sambil mengulas senyum tipis. Dia menatap iba pada istrinya. Selama hampir 2 tahun membiarkan istrinya berjuang sendiri. Mengandung, melahirkan dan merawat Zayn sampai berusia 1 tahun. Meski Kenzo tau jika selama itu kedua orang tuanya dan juga orang tua Jeje ikut andil dalam mengurus Zayn, namun Kenzo tau bagaimana perasaan Jeje yang harus menjalani semua itu tanpa suami di sisinya.
Kenzo tidak bisa membayangkan betapa beratnya hari - hari yang dijalani oleh Jeje selama dia berbaring si rumah sakit. Di usianya yang kala itu masih terbilang sangat muda, harus menjalani kehamilan dan melahirkan tanpa di dampingi olehnya. Kenzo sampai tidak tau harus dengan cara apa menggantikan waktu hilang selama hampir 2 tahun itu. Bahkan semua harta yang dia miliki tidak akan cukup untuk menggantikannya.
Kenzo membuka pintu kamar Zayn dengan perlahan. Kepalanya menyembul masuk untuk melihat Jeje yang sudah hampir 1 jam tidak keluar dari kamar Zayn.
Melihat Jeje yang ikut terlelap, Kenzo segera masuk dan menutup pintu. Dia berjalan mendekati ranjang.
Air matanya tidak bisa di bendung saat melihat wajah polos Zayn dan Jeje yang sedang terlelap.
Meski Jeje pernah melewati masa - masa tersulit dalam hidupnya, namun sampai saat ini Jeje tidak pernah mengeluh padanya. Bahkan tidak pernah menceritakan kesedihan yang dia rasakan saat harus menjalani hidup tanpanya.
Jeje selalu bilang dia baik - baik saja dan bahagia karna semua orang ada di sampingnya.
Kenzo menghapus air matanya. Dia mendekat lalu mencium kening Zayn dan Jeje bergantian. Mereka adalah sumber kebahagiaannya. Sumber kekuatannya yang pada akhirnya mampu membuatnya bertahan dan bangun dari koma.
"Hubby,,,"
"Maaf aku ketiduran,,," Jeje turun dari ranjang dengan perlahan.
"Tidak apa,, tidur saja kalau masih mengantuk,," Kenzo mengusap pipi Jeje berulang kali. Jeje menggeleng pelan.
"Hubby belum minum vitamin kan.?"
"Aku sampai lupa. Ayo keluar,,," Jeje menggandeng tangan Kenzo dan mengajaknya keluar dari kamar Zayn.
"Maaf,,," Kenzo menarik Jeje dalam dekapannya.
"Maaf sudah membuatmu menderita selama aku tidak sadarkan diri. Aku tau kamu menjalani hari - hari dengan penuh perjuangan." Terdengar nada penyesalan. Dia merasa belum bisa memberikan kebahagiaan untuk Jeje saat itu, tapi sudah membuatnya berjuang sendiri.
Jeje menggeleng cepat dalam dekapan Kenzo.
"Tidak by, aku tidak pernah menderita selama aku masih bisa melihatmu,,"
"Berhenti menyalahkan diri sendiri. Aku bahagia menjalin hari - hari bersama Zayn kala itu."
"Aku bahkan selalu tersenyum dan tertawa saat berbicara dengan hubby. Meski aku tau hubby tidak sadarkan diri, tapi aku yakin hubby mendengarnya,,"
Jeje melepaskan diri dari pelukan Kenzo.
"Aku tidak mau hubby membahasnya lagi. Sudah 2 tahun berlalu by, dan aku baik - baik saja sampai saat ini."
"Aku sangat bahagia,,," Jeje mengalungkan tangan di leher Kenzo, lalu mencium bibir Kenzo penuh cinta. Kenzo tak tinggal diam, dia juga membalas ciumannya.
"Aku mencintaimu,,," Bisik Kenzo setelah melepaskan ciumannya. Jeje tersipu malu.
"Sepertinya kita harus mencoba lagi membuat adik untuk Zayn,,," Ujar Kenzo, dia langsung mengajak Jeje keluar dari kamar Zayn.
...*****...
Gak jadi di bikin sad ending, othor nggak tega matiin om Ken 😠terlalu sempurna soalnya, meski cuma khayalan tapi berasa nyata 🤣.
Sekali lagi othor ucapin terima kasih buat kalian semua 😘.
Novel Celina sama duda keren masih on proses. Di up kalo udah ke kumpul banyak babnya.
Nanti di info disini kalau udah launching.
Novel itu bakal ada di akun Ratna Wullandarrie.