
Setelah di beritahu oleh ART bahwa Fely sudah sadar, mereka langsung bergegas masuk kedalam kamar Fely. Ketiganya menatap Fely dengan sendu. Wanita itu tengah terisak dengan pandangan mata yang kosong. Tentu saja ada kehancuran di matanya. Jeje bahkan menangis melihat kondisi Fely seperti itu. Jika dilihat dari kondisi Fely yang kacau, rasanya tidak mungkin jika Nicho yang sudah melakukannya. Mereka saling mencintai, kalaupun Nicho memaksa Fely untuk melakukan hubungan, tidak mungkin efeknya akan seburuk itu.
Perlahan Jeje mulai berfikir macam - macam, pasti pria lain yang sudah melakukan hal itu pada Fely.
Lantas bagaimana nasib percintaan sang kakak.?
Apa mungkin dia harus kehilangan Fely untuk kedua kalinya.
"Sayang,, maafkan mama,," Mama Grace langsung menunduk dan mendekap Fely. Dunianya terasa runtuh mendapati sang anak mengalami kejadian yang serupa dengannya. Kehancuran yang dia rasakan dulu, bahkan tidak sebanding dengan kehancuran yang dia rasakan saat ini.
Mama Grace menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang sudah menimpa Fely. Dia merasa tidak berguna sebagai seorang itu karna tidak mampu menjaga sang putri.
Melihat kondisi Fely yang belum stabil, Kenzo mengurungkan Niatnya untuk meminta penjelasan pada Fely Dia hanya bisa memandangi dua wanita yang pertama kali ada dalam hatinya, mereka saling memeluk dengan suara isak tangis yang tak kunjung mereda.
Jeje memilih pergi, dia belum siap mendengarkan penjelasan dari Fely. Dan tidak siap menerima kenyataan buruk bahwa Fely sudah dinodai oleh orang lain. Kebahagiaan Nicho adalah kebahagiaannya juga, dan kehancuran Nicho juga kehancurannya.
Rasanya sudah cukup Nicho merasakan kehancuran saat Fely tiba - tiba memutuskan hubungan dan pergi dari kehidupannya. Jeje tidak sanggup melihat Nicho hancur untuk kedua kalinya.
"Mau kemana.?" Kenzo meraih tangan Jeje. Rupanya dia mengikuti Jeje saat melihat istrinya itu keluar dari kamar.
"Aku mau pulang saja by,,," Jeje menghambur ke pelukan Kenzo. Membenarkan wajah di dada bidang Kenzo dan terisak di sana.
"Aku yakin bukan kak Nicho yang melakukannya. Mereka saling mencintai, tidak mungkin kak Fely sehancur itu kalau kak Nicho yang melakukannya." Suara Jeje terbata, namun masih terdengar jelas di telinga Kenzo.
"Aku tidak siap melihat kak Nicho terluka karna mengetahui kenyataan buruk ini."
"Kenyataan buruk apa.?!" Seru Nicho yang baru saja masuk ke dalam apartemen. Dia menghampiri Jeje yang sudah melepaskan pelukan Kenzo. Melihat Jeje yang terisak dan raut wajah Kenzo yang kacau, membuat Nicho berfikir buruk tentang kondisi Fely.
"Apa yang terjadi pada Fely.?! Dia baik - baik saja kan.?!" Teriaknya. Nicho bahkan sampai mengguncang kedua bahu Jeje karna adiknya itu tak kunjung menjawabnya.
"Aku harus melihatnya,,,!" Nicho menatap kamar Fely, dia bergegas untuk masuk kedalam.
"Nicho.!" Kenzo menahan tangan Nicho, menatap tajam laki - laki itu.
"Keadaan Fely belum stabil.! Jangan menemuinya dulu kalau tidak mau terjadi sesuatu padanya.!" Cegah Kenzo. Namun Nicho seolah enggan mendengarnya.
"Buruk katamu.?! Apa kehadiran calon suaminya bisa membuat kondisinya semakin memburuk.?! Kamu pikir aku bisa melihat Fely merasakan sakit.?!"
Nicho menepis kasar tangan Kenzo. Dia bersikeras untuk masuk kedalam kamar Fely.
"Aku mohon. dengarkan ucapan kak Kenzo kali ini saja.!" Jeje ikut mencegah Nicho. Pasalnya mereka belum tau kronologi yang sebenarnya, dan belum tau siapa pria yang sudah membuat Fely seperti itu.
Kehadiran Nicho di hadapan Fely hanya akan memperburuk ke adaan. Nicho pasti tidak bisa menahan amarahnya jika melihat tanda kepemilikan pria lain di leher dan bagian dada Fely.
"Apa yang kalian sembunyikan dariku.?!!" Seru Nicho penuh amarah.
"Pelankan suaramu.! Tunggu disini kalau kamu masih ingin melihatnya.!" Tegas Kenzo. Dia beralih menatap Jeje
"Jaga kakak kamu, jangan biarkan masuk sebelum aku keluar dari kamar Fely."
Jeje mengangguk lemah, air matanya masih saja mengalir.
Dia mendekati Nicho dan memeluk erat kakak laki - laki yang selama ini sudah menyayangi dan menjaganya dengan baik. Rasanya tidak adil laki - kaki sebaik kakaknya itu memiliki kisah cinta yang tidak pernah berjalan mulus.
"Apa yang terjadi.? Bagaimana kondisi Fely.?" Nicho masih saja penasaran. Tapi kali ini dia terlihat lebih tenang.
"Kak Fely baik - baik saja, dia baru sadar."
"Kakak tenang aja, nggak akan terjadi sesuatu pada kak Fely."
"Sebaiknya kita tunggu saja di sini,," Jeje mengajak Nicho untuk duduk di sofa ruang tamu.
Sementara itu Kenzo dan mama Grace semakin terlihat kacau setelah mendengar penjelasan dari Fely. Kenzo yang terlihat semakin meradang, dan mama Grace yang semakin terpuruk.
"Maafin Fely mah, kak,," Ujar Fely terisak. Dia merasa bersalah pada semua orang yang sudah menyayanginya, namun dia harus mengecewakan mereka dengan hal buruk seperti ini.
"Hubungi laki - laki itu, suruh dia datang kesini sekarang juga.!" Seru Kenzo dengan wajah yang sudah memerah. Dia sudah tidak sabar untuk menghabisi laki - laki yang sudah melecehkan adiknya.
"Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.!"
Fely terkejut mendengarnya. Seperti apa pertanggung jawaban yang di maksud oleh Kenzo.? Apa kakaknya itu akan meminta Nathan untuk menikahinya.?
Fely menggeleng cepat. Dia tidak mungkin menikah dengan Nathan, sedangkan ada Nicho yang sedang memperjuangkannya. Lagipula Fely juga tidak yakin kalau mereka melakukan hubungan terlarang itu.
Keduanya sama - sama tidak sadar apa yang terjadi setelah itu. Fely memang sempat merasakan sakit pada daerah luar intinya saat pagi itu, namun dia tidak mendapati noda di ranjang Nathan. Fely sangat yakin kalau dia dan Nathan tidak sampai melakukan hal sejauh itu.
"Kami bahkan tidak ingat apa yang terjadi setelah itu, dia tidak mungkin mau tanggung jawab, aku juga tidak mau menikah dengannya.!" Seru Fely histeris.
Kenzo terlihat kebingungan, dia langsung mengambil ponsel Fely dan menyodorkannya pada Fely.
"Telfon laki - laki itu sekarang juga.!" Bentaknya. Pada akhirnya Fely menuruti perintah Kenzo.
...****...
Nicho tersenyum kecut. Kamar itu terasa panas dan pengap meski hanya ada Nicho dan Fely di sana.
Entah fakta gila apa yang sedang Nicho dengarkan saat ini. Kedua tangannya bahkan mengepal erat. Matanya terasa panas melihat tanda kepemilikan di leher dan dada bagian atas Fely. Meski sekarang Fely sudah menutupinya menggunakan selimut, namun Nicho sempat melihatnya saat dia baru masuk kedalam kamar.
"Aku minta maaf Nich,," Berkali - kali Fely mengucapkan permintaan maaf pada Nicho, tapi tidak di hiraukan oleh laki - laki itu. Meski tatapan Nicho sangat tajam, namun pandangan matanya terlihat kosong dan dipenuhi amarah.
"Sejak kapan kamu berani datang ke acara seperti itu.?!! Kapan aku mengijinkan kamu keluar malam seorang diri.?!!" Teriak Nicho, dia meluapkan amarahnya.
Fely hanya bisa menangis, dia menyesali kebodohannya yang mau datang ke acara gila seperti itu. Andai saja dia bisa memutar waktu, dia tidak akan pernah membuat Nicho terluka seperti ini.
"Aku salah, aku minta maaf." Lagi - lagi Fely hanya bisa meminta maaf. Dia sudah menjelaskan pada Nicho kalau dia sangat yakin tidak terjadi sesuatu yang lebih setelah Nathan membuat banyak tanda kepemilikan di tubuhnya, namun Nicho tidak percaya hal itu.
"Kamu pikir kata maaf bisa menyembuhkan sakit hatiku.?! Bisa menghilangkan kekecewaan yang aku rasakan saat ini.?!"
"Kamu selalu beralasan setiap kali aku mengajakmu untuk menikah, jika kamu dan orang tua kamu setuju, mungkin semua ini tidak akan terjadi.!"
Nicho tidak mampu lagi berkata - kata. Hatinya semakin sakit melihat wajah Fely. Wanita yang dia cintai itu sudah membuatnya kecewa, menghancurkan apa yang sudah dia tata dan perjuangkan selama ini.
"Aku akhiri hubungan kita saat ini juga.!" Meski terdengar tegas, namun ada ribuan benda tajam yang menghujam hatinya saat dia berbicara seperti itu.
"Minta pria itu untuk bertanggung jawab.!' Nicho berlalu dari sana. Fely hanya bisa menangis histeris, bahkan karna hubungan dia dan nicho berakhir, tapi karna menyesal sudah melukai hati laki - laki sebaik dan sesempurna Nicho.
Begitu sampai di ruang tamu, Nicho mendapati Kenzo sedang menghajar laki - laki, sedangkan Jeje dan mama Grace tidak ada di sana.
Nicho bisa menebak jika laki - laki itu yang sudah melakukan pelecehan pada Fely.
Dia menatap sekilas wajah laki - laki itu, wajah yang pernah dia lihat 1 kali saat mengantar Fely sampai ke depan kelas.
Tanpa menghiraukan mereka, Nicho langsung keluar dari apartemen Fely tanpa bicara pada siapapun.
...*****...
Cerita Fely dan Nicho stop sampai disini.
Bab selanjutnya cuma akan ada cerita Jeje - Kenzo dan Karin - Reynald. Di selesaikan beberapa bab lagi.