
Sejak turun dari mobil, Jeje terus mendekap tangan Kenzo.
Dia sedikit bingung dengan sikap istrinya yang tiba - tiba berubah semakin manja, bahkan sifat manjanya itu tidak tau tempat. Meski di dalam gedung kantor itu banyak pegawai yang lalu lalang, Jeje seolah tidak peduli. Dia dengan santainya bergelayut di lengan besar Kenzo seperti keponakan yang sedang bersama omnya.
Jeje bahkan tidak memperdulikan tatapan mereka yang melihatnya keheranan.
"Kamu nggak malu,,?" Tanya Kenzo lirih.
Jeje menggeleng cepat. Untuk apa harus malu.? lagipula Kenzo suaminya. Begitu pikir Jeje.
"Mereka pasti memaklumi pengantin baru,,," Ujar Jeje enteng. Kenzo tersenyum lucu.
"Sejak kapan mereka tau kalau kita sudah menikah,,"
Kenzo menyadarkan Jeje dengan kalimat yang seolah sedang menyindirnya.
"Jadi mereka belum tau.?" Jeje langsung melepaskan tangan Kenzo, dia bahkan sampai menghentikan langkahnya dan menatap wajah Kenzo dengan serius. Anggukan Kenzo membuat mata Jeje membulat sempurna.
Terdengar helaan nafas dari mulut Jeje.
"Kalau begitu kasih tau sekarang saja om. Kasih tau sama mereka kalau kita sudah menikah,,," Ucap Jeje antusias, dia bahkan tersenyum bangga dengan gurat kebahagiaan.
"Jadi aku bebas memeluk tangan om sepeti ini,," Jeje kembali mendekap erat lengan Kenzo, dia menyengir kuda dengan deretan giginya yang rapi. Terlihat lucu dan menggemaskan. Kenzo bahkan sampai mencubit gemas pipi istrinya itu.
"Aku juga bisa masuk dengan mudah ke kantor ini, tanpa harus di suruh menunggu atau disuruh membuat janji dengan suamiku sendiri. Seperti waktu itu,,," Tutur Jeje sedikit kesal. Mengingat kembali saat beberapa hari yang lalu datang ke kantor Kenzo untuk menemui Reynald. Karena karyawan di kantor ini belum ada yang tau jika Kenzo sudah menikah dengannya, membuat resepsionis menyuruh Jeje untuk membuat janji lebih dulu jika akan menemui Kenzo ataupun Reynald.
Ditatapnya Jeje dengan dahi yang mengkerut. Raut wajah Kenzo terlihat serius.
"Jadi kamu nggak di bolehin masuk.?" Tanyanya. Jeje menggeleng pelan.
"Boleh, tapi harus buat janji lebih dulu. Suamiku itu orang penting, sampai istri sendiri nggak bisa bebas menemuinya di kantor,,," Sindir Jeje dengan senyum meledek.
"Kamu ini,,," Kenzo kembali mencubit pipi Jeje.
"Jadi kapan om mau ngasih tau mereka.?" Jeje terlihat tidak sabar untuk mempublikasikan hubungannya pada karyawan Kenzo.
Lagipula suaminya itu terlalu sempurna, pasti banyak yang berusaha untuk mencari perhatiannya. Jika tidak secepatnya di umumkan, Jeje takut suaminya itu akan di dekati oleh para wanita di kantor ini.
"Ganti dulu panggilanku. Mana ada istri yang memanggil suaminya dengan sebutan om. Kamu pikir mereka akan percaya kalau kamu istriku.?" Tutur Kenzo sedikit mengancam. Jeje terlihat menyebabkan bibirnya.
"Iya,, aku nggak akan panggil om lagi." Jawabnya pasrah. Sejujurnya Jeje sangat ingin memanggil Kenzo dengan sebutan Om. Wanita itu terus mengingat hubungan manis mereka kala itu.
"Pintar,,," Kenzo mengajak gemas pucuk kepala Jeje.
"Nanti siang kita kumpulin mereka,,,"
Mata Jeje langsung berbinar. Setidaknya hubungan suami istri mereka tidak hanya di ketahui oleh keluar dan rekan bisnis saja, tapi juga di ketahui oleh semua karyawan Kenzo.
"Makasih hubby sayang,,," Ucap Jeje senang.
melihat kebahagiaan di mata Jeje, membuat Kenzo tersenyum lebar.
Keduanya hampir saja masuk ke lift khusus, namun suara Reynald membuat langkah keduanya terhenti.
"Kamu benar - benar kelewatan Ken.!" Keluh Reynald sembari berjalan menghampiri Kenzo dan Jeje.
Kenzo menatapnya datar dengan mata yang tajam.
"Kelewatan kenapa.?!" Kenzo terlihat tidak terima.
"Ckk,,,!"
"Kamu itu nggak punya hati.! Orang baru sehari nikah udah disuruh kerja." Ujar Reynald kesal.
"Itu salah kamu,! Kenapa memukul istriku.!" Geram Kenzo.
"Hueeekk,,," Kenzo langsung menutup mulutnya.
"Kau.!! Pergi jauh - jauh,,,!!" Bentak Kenzo pada Reynald. Laki -laki angkuh itu seketika melotot melihat Kenzo yang tiba - tiba mual saat dia menghampirinya.
"Apa kamu nggak mandi lebih dulu.? Bau badanmu busuk sekali.!" Keluhan Kenzo sembari menjauh. Dia terus menutup mulut dan hidungnya.
"Hubby,, kenapa.?" Jeje menghampiri suaminya itu, dia terlihat panik melihat Kenzo yang hampir muntah.
"Jangan bicara sembarangan Ken.! Aku sudah mandi,," Reynald tidak terima di bilang bau busuk oleh Kenzo. Dia kembali mendekat, bermaksud untuk menempelkan jasnya yang sangat wangi itu pada wajah Kenzo.
"Hueeekk,,,," Belum sempat mendekat pada Kenzo, Reynald sudah lebih dulu mual karena mencium bau parfum milik Jeje. Dia segara menjauh.
"Ya ampun Je, parfum kamu bau busuk,,!" Cibir Reynald Ketus. Dicibir seperti itu oleh Reynald, Jeje langsung cemberut dengan mata yang berkaca -. kaca.
"Sialan kamu.!!" Geram Kenzo.
"Istriku itu sangat wangi. Yang busuk itu kamu.!" Pekiknya kesal.
"Sepertinya hidung kamu bermasalah Ken.! Jelas - jelas istri kamu itu bau busuk,,," Reynald seenaknya bicara tanpa memperdulikan perasaan Jeje, hingga membuat wanita cantik itu menangis karena tersinggung oleh cibiran Reynald yang ketus itu.
"Diam kamu.!!"
"Beraninya mencibir istriku.!"
Kenzo membawa Jeje dalam dekapannya. Di usapnya lembut punggung istrinya itu agar tenang.
"Kamu nggak bau sayang, Reynald yang bau. Bahkan busuk.!" Ucap Kenzo sembari melirik Reynald tajam.
"Enak saja.! Coba kamu cium ini, jelas - jelas wangi.!" Reynald menarik ujung jasnya, dia mendekat pada Kenzo agar bosnya itu bisa mencium bau jasnya yang memang wangi.
Hueeekk,,,,
Baik Kenzo maupun Reynald, keduanya kembali mual saat berada dalam jarak yang cukup dekat.
Kenzo merasa mual karena mencium bau parfum Reynald, sedangkan Reynald merasa mual karena mencium bau parfum Jeje.
"Ya ampun.! Kalian itu kenapa.?!" Seru Jeje bingung. Dia menatap kedua laki - laki itu bergantian.
"Rey.! Cepat pulang dan ganti baju kamu.! Jangan sampai kamu kembali dengan bau busuk yang sama.!" Titah Kenzo.
"Kalau sampai kamu kembali dengan bau busuk yang sama, aku pastikan kamu kehilangan pekerjaan.!" Ancamnya. Kenzo langsung menggandeng Jeje, lalu mengajaknya masuk kedalam lift.
Reynald hanya bisa mendelik menatap bosnya yang menghilang di balik pintu lift.
"Shit.!!" Umpatnya kesal. Jika bukan bosnya, mungkin Reynald sudah mengajak Kenzo untuk berkelahi saat itu juga.
Bisa - bisanya Kenzo menyebutnya bau busuk, padahal parfum yang dia pakai adalah parfum ternama yang sudah jelas harganya sangat mahal.
Sambil terus mengumpat Kenzo dalam hati, Reynald terpaksa pulang ke apartemennya untuk mengganti baju dan parfumnya.
"Hubby nggak papa.?" Tanya Jeje khawatir. Dia menatap wajah Kenzo yang terlihat pucat. Rasa mual yang menggulung perutnya, membuat wajah laki - laki itu memucat karena menahan mual.
"Nggak papa sayang,,, hanya mual saja karna bau parfum Reynald,,," Tuturnya pelan.
"Tapi by,, parfum kak Reynald itu wangi,," Meski Reynald sudah membuatnya kesal, namun Jeje tidak bisa memungkiri kalau parfum Reynald memang wangi. Tidak seperti yang di bilang oleh Kenzo.
"Jadi maksud kamu hidungku bermasalah.?" Tanya Kenzo sedikit tidak suka. Terlebih Reynald juga bicara seperti itu padanya..
"Bukan begitu maksudku by. Hanya saja kalian berdua itu sangat aneh."
"Mungkin memang hidung kalian berdua bermasalah,,," Gumam Jeje sembari mengingat kejadian aneh itu.
"Sayang,,!" Tegur Kenzo dengan sorot mata tajam.
Jeje langsung menempel dan memamerkan deretan giginya.
"Hehe maaf by,,,"
...****...
"Itu suami kamu habis nikah udah berangkat kerja aja neng.?"
"Apa dia bangkrut karna membelikan rumah untuk kita dan memberikan mahar sebesar untuk kamu.?"
Sambil memakai sepatu kerjanya, Pak Dadang menatap Karin yang duduk di sebelahnya.
"Bapak ada - ada saja. Mungkin pekerjaannya banyak Pak,," Mama Dahlia menimpali.
"Iya Pak, kak Reynald banyak kerjaan di kantor."
Sejujurnya Karin sudah tau kenapa Reynald sampai harus berangkat kerja hari ini. Tentu saja karena ulahnya sendiri yang sudah kelewatan pada Jeje.
Lagi pula Karin merasa senang kalau Reynald berangkat ke kantor, dia tidak perlu seharian penuh bersama suami mesumnya itu.
Entah apa yang akan terjadi kalau Reynald tidak berangkat kerja. Mungkin saat ini dia masih di kurung di dalam kamar oleh Reynald.
...****...
Nunggu readers pada khilaf vote buat Jeje Kenzo & Karin Reynald. 😁