My Sugar (Jenifer Alexander)

My Sugar (Jenifer Alexander)
84. Season2



"Kamu disini saja, di sana banyak anak kecil. Bahaya kalo ikut." Kata Reynald sembari menggendong Alisha. Dia memberikan dompet dan ponsel miliknya pada Karin.


"Pegang dulu, aku temani Alisha main sebentar,,," Ujarnya lagi. Karin mengangguk dan mengambil dompet serta ponsel milik Reynald.


"Alisha main dulu tante,,," Seru Alisha dengan wajah ceria. Dia melambaikan tangan pada Karin saat Reynald mulai beranjak dari sana.


"Hati - hati,,,," Hanya itu pesan yang di sampaikan Karin pada Alisha. Karin menarik nafas dalam. Dia menatap piring Reynald yang penuh dengan makanan. Laki - laki itu tidak makan dengan benar karna sambil menyuapi Alisha. Bahkan lebih fokus pada menyuapkan makanan ke mulut Alisha, ketimbang menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. Dan saat makanan Alisha sudah habis, Reynald tidak lagi melanjutkan makan karna Alisha merengek untuk main.


Ponsel Reynald dalam genggamannya bergetar. Karin reflek mengarahkan layar ponsel itu ke wajahnya. Ada chat masuk yang bisa dia baca sebagian. Pesan yang di kirimkan oleh Angel.


"Kalian dimana.? Apa Alisha tidak rewel.? Kirim,,,


Hanya itu chat yang bisa di baca oleh Karin. Sebenarnya dia bisa saja membuka chat dari Angel karna ponsel Reynald sepertinya tidak di kunci.


Memilih untuk mengabaikan pesan itu, Karin justru dibuat merona saat baru menyadari kalau wallpaper ponsel Reynald menggunakan foto dirinya.


Foto yang jelas - jelas di ambil dengan cara diam - diam. Foto yang memperlihatkan dirinya sedang duduk di depan meja rias dan Reynald memotret nya dari samping.


Meski ada sedikit rasa malu, tapi Karin merasa senang dan bahagia atas tindakan Reynald yang menjadikan foto dirinya sebagai wallpaper di ponselnya. Dia merasa terharu. Bukankah itu suatu hal yang membanggakan dan manis.?


Karin jadi merasa lebih berharga untuk Reynald. Setidaknya laki - laki itu akan selalu mengingatnya setiap kali membuka ponsel.


Sekitar 30 menit Karin menunggu Reynald dan Alisha. Dia samasekali tidak beranjak dari duduknya. Terus memperhatikan mereka berdua dari kejauhan. Reynald benar - benar sosok seorang ayah yang luar biasa. Penuh cinta dan kasih sayang. Karin tidak merasa ragu jika nantinya Reynald juga akan seperti itu pada anaknya kelak. Dia sangat yakin kalau anaknya tidak akan kekurangan kasih sayang dan perhatian dari ayahnya.


Keputusan untuk menikah dengan Reynald akan menjadi keputusan terbaik bagi anaknya. Dan mungkin akan menjadi keputusan yang baik pula untuk dirinya saat Reynald sudah bisa bersikap lembut padanya.


Karin mengulas senyum, dia menatap Reynald dan Alisha yang sedang berjalan ke arahnya. Alisha terlihat sangat bahagia, senyumnya terus mengembang di wajah polosnya. Dia berjalan cepat sembari menarik tangan Reynald. Sepertinya tidak sabar untuk menghampiri Karin.


"Mommy,,, ayo pulang,,,," Seru Alisha. Dia melepaskan tangan Reynald dan berdiri di depan Karin.


Karin terlihat bengong setelah Alisha memanggilnya dengan sebutan Mommy. Dia melirik Reynald dengan tatapan bingung. Namun Reynald tidak memberikan penjelasan apapun, dia hanya mengulas senyum tipis.


"Ayo Mommy cantik, Alisha mau pulang." Rengek Alisha. Tangan mungilnya menarik tangan Karin, menyuruhnya untuk beranjak dari sana.


"Alisha mau cerita sama Mama,,," Ujarnya lagi. Karin langsung berdiri untuk membuat Alisha tidak merengek lagi.


"Iya sayang, sebentar ya,,," Karin memasukan ponsel miliknya kedalam tas, kemudian mengeluarkan dompet dan ponsel milik Reynald.


"Ini,,," Karin menyodorkannya pada Reynald.


"Ada pesan dari kak Angel,,," Ujarnya dengan suara datar, begitu juga dengan raut wajahnya.


"Hemm,,," Hanya itu yang keluar dari mulut Reynald. Laki - laki itu langsung memasukan dompet kedalam saku selana, dan memasukan ponselnya kedalam kantong jaket yang dia kenakan.


Dahi Karin mengkerut. Dia pikir Reynald akan membuka ponsel dan membalas pesan dari Angel, tapi ternyata mengabaikannya begitu saja.


"Kenapa nggak balas.? Kak Angel pasti cemas, dia menanyakan Alisha,,,"


Karin menatap Reynald dengan seksama, dia penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Reynald tentang hal itu.


"Alisha bersama ayahnya, apa yang perlu dia cemaskan." Sahutnya acuh. Ada gurat kekesalan dari raut wajahnya.


"Daddy, Mommy, ayo pulang,,," Alisha kembali merengek. Kali ini dia menggandeng tangan Reynald dan Karin.


Karin tersenyum dan mengangguk, dia segera mengikuti langkah Alisha, begitu juga dengan Reynald.


Sepanjang perjalanan Karin terus menatap Reynald dari kaca spion. Dia masih penasaran kenapa Alisha mau memanggil mereka dengan sebutan Mommy dan Daddy. Rasanya tidak mungkin kalau Reynald memberitahukan pada Alisha kalau dia adalah ayah kandungnya.


Sementara itu Alisha sudah pulas sejak tadi. Dia kekenyangan dan kelelahan setelah tadi bermain.


Gadis kecil itu tidur dengan kelapa yang berada di pangkuan Karin.


"Kenapa.?" Tanya Reynald. Laki - laki itu selalu paham dengan apa yang ada di dalam pikiran Karin. Dia selalu tau saat Karin ingin mengungkapkan ataupun menanyakan sesuatu.


"Apa ada yang salah.? Kamu tidak nyaman.? Aku bisa menyuruh Alisha untuk tidak memanggil seperti itu lagi,,"


Meski Reynald menjawabnya dengan suara tenang, namun Karin bisa merasakan ada kekecewaan di dalamnya.


"Bukan begitu maksudku." Sanggah Karin cepat.


"Bukannya kakak tidak akan memberitahukan pada Alisha tentang itu untuk saat ini,,,?" Karin terlihat cemas. Dia juga merasa kasihan jika Alisha tau lebih dini tentang siapa Reynald yang sebenarnya. Anak sekecil itu pasti akan kebingungan nantinya.


"Aku bisa menyuruh Alisha memanggil seperti itu tanpa perlu memberitahukan kebenaran padanya."


"Tidak perlu khawatir, aku tau kapan waktunya harus memberitau hal ini padanya." Jelas Reynald. Karin hanya mengangguk mendengarnya.


...****...


Reynald menggendong Alisha yang masih tidur lelap. Dia menggendongnya dari basement sampai di depan pintu kamar hotel yang di tempati Angel. Di sana Dion dan Angel baru saja keluar. Angel terlihat bernafas lega saat melihat Alisha sudah kembali.


"Kalian sudah pulang, syukurlah." Ujarnya.


"Aku khawatir karna kalian tidak membalas dan mengangkat telfon ku." Tambahnya lagi.


"Alisha tidur.?" Dia menghampiri Reynald untuk melihat Alisha.


"Kamu tidak percaya aku bisa menjaga dan memperlakukan anak dengan baik.?" Tanya Reynald dengan nada sinis.


"Itu sebabnya selama ini kamu menyembunyikan Alisha dariku.?!" Geram Reynald. Dia masih bisa mengatur suaranya agar tidak membangunkan Alisha.


"Rey bukan begitu maksudku,,, Aku hanya khawatir Alisha rewel. Dia tidak biasa pergi dengan orang lain tanpa aku dan Dion." Penjelasan Angel justru semakin memancing amarah Reynald. Sorot matanya begitu tajam menatap Angel.


"Orang lain.?! Apa aku orang lain untuk Alisha.?!" Tanya Reynald sinis. Dia tersenyum kecut pada Angel, bahkan ikut memberikan tatapan dingin pada Dion. Reynald merasa tidak di hargai sebagi ayah biologis dari Alisha.


"Rey aku,,,


Angel tidak meneruskan ucapannya karna Reynald berjalan dan menyenggol pundaknya hingga membuatnya mundur. Reynald berjalan tegap dengan penuh amarah, dia masuk begitu saja ke dalam kamar hotel sambil terus menggendong Alisha.


"Di,,, aku tidak bermaksud begitu,,," Angel bicara pada Dion dengan mata yang berkaca - kaca. Dia terlihat menyesal dengan apa yang baru saja dia katakan pada Reynald.


"Tidak apa, biar aku bicara padanya,,," Dion memberikan pelukan singkat pada Angel, kemudian menyusul Reynald ke dalam.


Karin yang sejak dari diam menyimak obrolan mereka, hanya dia buat bingung dengan situasi yang memanas. Hubungan Angel dan Reynald sepertinya sulit untuk membaik. Karin bisa melihat kekecewaan yang begitu besar pada diri Reynald terhadap Angel. Kekecewaan yang mungkin masih dia pendam sejak dulu. Dan Angel yang terlihat merasa bersalah pada Reynald.


"Karin, aku minta maaf,,," Ucap Angel tulus.


"Aku tidak bermaksud menganggap kalian orang lain untuk Alisha. Aku tau Kalian juga orang tua Alisha, kalian akan menjadi bagian dari Alisha sampai kapanpun."


"Kamu tau kalau Alisha baru beberapa kali bertemu kalian. Dia tidak pernah pergi sendiri dengan orang yang baru dia temui beberapa kali. Maksudku,,,"


Angel terlihat kebingungan untuk menjelaskan lebih jauh.


"Tidak apa kak, aku mengerti maksud kak Angel."


"Kak Reynald memang ayahnya, tapi Alisha baru melihatnya beberapa kali, aku tau kecemasan kak Angel,,," Ujarnya dengan seulas senyum. Angel terlihat lega karna Karin bisa memahami maksud ucapannya. Dia meraih tangan Karin dan menggenggamnya.


"Terima kasih karna mau menjadi ibu yang baik untuk Alisha,,," Ucap Angel tulus.


"Sama - sa,,,


" Ayo pulang." Reynald menepis tangan Angel dengan kasar, membuatnya tangan Karin lepas dari genggaman Angel.


Reynald langsung menggandeng tangan Karin dan membawanya pergi dari hadapan Angel.


"Kami pulang dulu kak,,," Pamit Karin dengan berteriak. Angel menatap sendu dan hanya mengangguk lemah. Karin bisa merasakan penyesalan yang begitu besar dalam diri Angel.