My Sugar (Jenifer Alexander)

My Sugar (Jenifer Alexander)
Bab 96. Menuju malam yang indah



Sudah 7 hari berlalu, namun sepertinya Kenzo melupakan momen penting yang selalu dia tunggu - tunggu sejak dia belum menikahi Jeje.


Jeje pun sengaja tidak memberi tau Kenzo jika hari ini dia baru saja selesai haid. Jika pagi ini dia bilang pada Kenzo, sudah di pastikan Kenzo tidak akan membiarkannya pergi ke kampus. Pasti seharian penuh dia akan dikurung dalam kamar oleh suaminya yang memiliki hasrat tinggi sebagai pria dewasa. Itu sebabnya sejak tadi Jeje merahasiakannya dari Kenzo.


Gadis remaja itu ingin memberikan kejutan pada suaminya nanti malam.


"Kenapa senyum - senyum.?" Kenzo memeluk istrinya dari belakang. Gadis remajanya itu sedang menyisir rambut panjangnya sambil terus mengulum senyum. Hal itu menarik perhatiannya yang sedang memakai kemeja, hingga memutuskan untuk menghampiri istrinya karna merasa penasaran.


Jeje diam sesaat, menatap wajah tampan suaminya dari pantulan cermin. Wajah tampan yang mampu menggetarkan hatinya. Apa lagi dengan sikap Kenzo yang begitu perhatian dan amat peduli terhadapnya, membuat Jeje hanya bisa mengagumi 1 laki - laki dalam hidupnya. Karna baginya, tidak ada laki - laki lain di luar sana yang lebih sempurna dari suaminya.


"Aku tersenyum sama diriku sendiri karna terlampau cantik,," Ujarnya dengan tawa kecil yang menggemaskan.


Tentu saja itu bukan jawaban yang sebenarnya. Karna saat itu Jeje sedang membayangkan kejutan yang akan dia berikan pada suaminya nanti malam.


Remaja belia itu sejujurnya juga sudah tidak sabar ingin melakukan kegiatan panas itu.


Otak mesumnya sudah tidak mampu lagi menampung bayangan - bayangan kegiatan indah nan nikmat yang akan terjadi padanya dan sang suami.


Tubuhnya bahkan meremang hingga diselimuti hawa panas saat mengingat kembali kenikmatan yang pernah di berikan Kenzo padanya.


"Jangan bohong kamu.!" Kenzo mengetuk gemas kepala Jeje dengan jari telunjuknya.


"Aku tau kamu pasti memikirkan hal mesum." Tebakan yang tepat.


"Jadi kapan kita bisa berbuat mesum,?" Bisik Kenzo. Dia menyusupkan tangannya kedalam kaos yang dipakai oleh Jeje. Menyusuri perut ratanya hingga terus ke atas.


Jeje membisu, merasakan gelayar luar biasa yang mengalir dalam tubuhnya. Usapan tangan Kenzo mampu membuat hasratnya semakin naik.


Saat ini tangan besar Kenzo bahkan sudah meremas bukit kembarnya secara bersamaan. Jeje semakin terpaku dengan rasa nikmat yang terus menjalar.


"By,,,," Panggilnya dengan desahan. Jeje memegang kedua tangan Kenzo dari luar bajunya. Meminta Kenzo untuk berhenti. Karna jika tidak berhenti, Jeje takut kejutan yang sudah dia buat untuk Kenzo akan gagal. Dan akan terjadi pergulatan panas saat ini juga.


Kenzo mengeluarkan tangannya dari dalam baju Jeje. Dia terlihat menghela nafas berat. Laki - laki itu sudah tidak sabar untuk kembali menjebol sempitnya gawang Jeje yang terus terbayang - bayang dalam benaknya.


"Kenapa lama sekali haidnya.?" Tanya Kenzo dengan suara lesu. Jeje berbalik badan, membuat posisi keduanya saling berhadapan. Remaja cantik itu bergelayut manja pada leher suaminya. Dia memasang wajah semenggemaskan mungkin untuk menghibur hati suaminya yang gundah gulana karna sampai saat ini belum bisa melakukan penyatuan.


"My hubby sabar sekali menunggu,,," Ucapnya gemas.


"Bukan sabar, tapi terpaksa menunggu karna tidak ada yang bisa aku lakukan selain menunggu,," Sahutnya datar, seperti raut wajahnya saat ini.


Jeje menahan tawa mendengar keluhan Kenzo, dan sejujurnya dia kasian pada suaminya.


"Besok kita sudah bisa melakukannya,,," Bisikan Jeje, dia langsung menghilang dari hadapan Kenzo dengan berlari kecil, keluar dari kamar. Meninggalkan Kenzo yang terperangah dengan senyum lebar.


Istrinya itu memang paling bisa membuatnya tergila - gila setiap hari.


...*...


Saat ini, Kenzo sedang mengantar Jeje lebih dulu ke kampus.


Sejak menyandang gelar suami, Kenzo selalu berangkat ke kantor lebih siang dan pulang lebih awal. Dia selalu mengantar jemput Jeje ke kampus.


Laki - laki itu tidak membiarkan Jeje berangkat dan pulang sendirian tanpanya.


"Hari ini aku pulang jam 7 malam karna harus ke luar kota,"


"Nanti aku suruh supir papa buat jemput kamu,,"


Jeje sempat bengong, dia khawatir kejutannya nanti malam akan gagal. Beruntung suaminya tidak pulang larut malam, jadi dia bisa langsung melakukan penyatuan setelah Kenzo pulang nanti.


"Nggak usah by,, timbang dari kampus ke apartemen, aku bisa pulang sendiri pakai taksi online,,,"


Penolakannya membuat Kenzo langsung meliriknya tajam. Dia paham kalau suaminya tidak mau di bantah.


"Jangan melotot gitu by, gantengnya jadi berkurang. Hehe,," Godanya. Tapi yang di goda hanya diam saja, masih memasang wajah datar yang tetap terlihat cool.


"Iya aku akan pulang dengan supir papa Andreas,,"


"Good,," Kenzo mengusap lembut kepala Jeje.


Siapa yang tidak akan jatuh cinta setiap hari dengan sikap Kenzo yang sulit ditebak dan selalu membuatnya meleleh seperti ini.


"By,,," Jeje terlihat serius menatap ke arah Kenzo.


"Hemm,,," Laki - laki itu tetap fokus menyetir.


Jeje masih di pusingkan dengan masalah sahabatnya itu. Entah kenapa dia selalu merasa cemas setiap kali memikirkan nasib Karin yang ada di tangan asisten pribadi suaminya.


Akhir - akhir ini, Karin bahkan terlihat kelelahan di kampus.


Siapa yang tidak berfikir macam - macam setelah melihat kiss mark di dada Karin waktu itu. Tentu saja Jeje beranggapan jika lelahnya Karin akibat pergulatan panas bersama Reynald.


"Lebih tepatnya penjahat kelamin." Sahut Kenzo.


"Kamu nggak perlu memikirkannya, itu bukan urusan kamu Je. Sebaiknya jangan ikut campur masalah mereka."


"Kamu pikirkan aku saja, bagaimana nanti kamu akan memuaskan ku besok,,," Kali ini Kenzo melirik Jeje dengan seulas senyum penuh arti.


"By,,," Rengeknya. Jeje mencubit gemas lengan suaminya.


"Karin sahabatku by. Mana bisa aku cuek dengan masalah yang sedang dia hadapi. Aku kasian melihatnya yang sekarang lebih pendiam."


Jeje bisa merasakan perubahan yang terjadi pada Karin, gadis itu memang lebih banyak diam sekarang. Tepatnya setelah Jeje melihat kiss mark di dada Karin.


Kenzo menghela nafas berat. Istrinya itu memang memiliki hati yang bersih, mudah tersentuh dan peduli pada orang lain.


"Baiklah, nanti aku tanyakan pada Rey."


"Jangan hanya di tanya saja by. Kalau perlu beri dia hukuman karna sudah menyakiti sahabatku seperti itu,," Geram Jeje.


"Bagaimana kalau setelah ini Karin di campakkan olehnya,,," Jeje menghela nafas berat. Kasian juga nasib Karin. Hidup saja sudah susah, dan sekarang Karin harus berurusan dengan laki - laki yang selalu berburu kenikmatan di luar sana.


"Iya sayaaangg,,,," Ucap Kenzo lembut, juga tatapan nya yang dalam pada istrinya itu.


Jeje tersipu malu, dia hanya mengulum senyum dan mengalihkan pandangannya.


Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan kampus.


"Hati - hati di jalan my hubby,," Ucap Jeje dengan senyum yang merekah.


Kenzo mengulurkan tangan, mengusap lembut pucuk kepala istrinya, kemudian turun ke pipi.


"I love you,,," Ucap Kenzo. Soroti matanya dipenuhi cinta yang membara.


Setiap kali mengantar Jeje ke kampus, Kenzo pasti akan mengatakan itu pada istrinya.


"I love you too,," Balas Jeje.


"By..!!" Pekik Jeje sembari mengatakan telunjuknya ke arah luar.


"Itu mobil kak Reynald kan.?" Jeje pernah melihatnya saat Reynald menjemput Karin.


Kenzo mengikuti arah jari telunjuk istrinya, dia melihat mobil asistennya yang baru saja berhenti di seberang kampus dengan jarak yang lumayan jauh.


Tak lama, Karin keluar dari mobil itu. Mobil milik Reynald pun langsung melaju dengan kencang.


"Lihat sendiri kan by," Ujar Jeje sedikit kesal.


"Pasti tadi malam kak Reynald dan Karin,,,


"Sudah jangan memusingkannya. Aku mengurusnya,,"


Jeje tersenyum lega.


"Belajar yang giat,, jangan tebar pesona dengan senyum kamu yang manis ini,," Kenzo menarik gemas pipi Jeje.


"Iya aku tau by. Aku hanya akan senyum pada suamiku yang tampan ini,,," Godanya. Lagi - lagi Kenzo dibuat mengulum senyum dengan tingkah istrinya itu.


Kenzo selalu mengingatkan Jeje untuk tidak tersenyum pada teman laki - lakinya. Pria dewasa itu takut jika senyum Jeje akan menarik laki - laki untuk mendekati istrinya yang cantik dan menggemaskan itu.


Setelah keluar dari mobil, Jeje berjalan cepat untuk menyusul Karin.


...***...


Sudah Vote hari ini.??


Maaf telat up, karna sibuk🙏 mohon di maklumi karna detik detik menjelang lebaran.


😁