
Aku akan selalu ingat malam ini, hari ini, tanggal, bulan, dan tahun. Ya, akan ku ingat malam ini sebagai hari terindah selama hidupku. Hari dimana aku tau jika selama ini rasa cinta yang aku miliki untuknya tidak bertepuk sebelah tangah.
Hari dimana dia juga mengungkapkan perasaannya padaku. Dan hari dimana aku mendapatkan status hubungan yang lebih jelas untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh.
Aku memang sempat berkhayal bisa hidup bersamanya sebagai sepasang suami istri suatu saat nanti. Namun aku tidak punya keberanian untuk berharap setinggi itu, karna aku sadar posisiku yang saat itu hanya sebagai sugar baby untuknya.
Kini saat khayalanku perlahan mulai menjadi nyata, aku merasa keberuntungan selalu berpihak padaku tanpa pernah aku sadari sebelumnya.
Bertemu om Kenzo adalah salah satu keberuntungan dalam hidupku yang sebelumnya jarang aku dapatkan.
Tangan besar dan hangat miliknya selalu ku genggam erat, sedikitpun aku enggan untuk melepaskannya. Om Kenzo pun seolah paham jika aku tidak ingin melepaskan tangannya.
Ungkapan cintanya beberapa jam yang lalu, membuatku ingin selalu berada di sampingnya dengan terus bergandengan tangan sepanjang menyusuri jalanan yang ramai.
Aku tak henti - hentinya melirik om Kenzo hanya sekedar untuk melemparkan senyum padanya.
Ternyata benar apa yang di katakan oleh Celina dan Natasha saat dulu mereka masih memiliki kekasih.
Mereka bilang, cinta membuat dunia seakan milik berdua. Tidak lagi peduli dengan apa yang ada di sekitar kita. Hanya fokus pada perasaanku dan perasaannya yang saling bersambut.
"Sampai kapan mau muter - muter Je.?" Tanya om Kenzo sembari menghentikan langkahnya.
"Kalau nggak ada yang mau kamu beli, kita bisa balik ke resort."
"Kamu nggak cape udah jalan sejauh ini.?"
Aku langsung celingukan setelah mendengar pertanyaan terakhir dari om Kenzo. Dia bilang kami udah jalan sejauh ini, memangnya sudah sampai dimana.?
Sejak tadi aku benar - benar tidak fokus pada jalanan. Aku sibuk dengan kebahagiaan yang sedang aku rasakan. Juga sibuk melirik om Kenzo.
"Emang kita udah jauh dari restoran tadi om.?"
Tanyaku penasaran. Aku sama sekali tidak tau sudah sejauh mana aku berjalan sambil terus menggandeng om Kenzo.
"Kamu nggak bakal sanggup kalo balik lagi dengan jalan kaki. Terlalu jauh kamu jalan,,,"
"Hehe,,, maaf om, aku nggak sadar."
"Kamu itu kebanyakan ngelamun.!" Katanya sembari mengacak rambutku.
"Mau balik atau mau beli sesuatu dulu,,?"
Aku mengedarkan pandangan dulu sebelum menjawab pertanyaan om Kenzo.
"Ke toko itu dulu yuk om,,," Aku menunjuk toko yang menjual cendramata. Om Kenzo menuruti keinginan ku, kami langsung bergegas ke toko yang terletak di sebrang jalan.
Gelang couple menarik perhatianku setelah beberapa saat mengitari isi toko.
Aku langsung mengambilnya dan menunjukannya pada om Kenzo.
"Gimana menurut om, gelang ini bagus nggak.?" Tanyaku meminta pendapatnya. Om Kenzo tampak mengerutkan keningnya.
"Gelang couple.? Buat apa.?" Bukannya menjawab, om Kenzo justru bertanya untuk apa aku membeli gelang couple ini. Om Kenzo tidak peka sama sekali. Masa dia tidak tau kalau aku akan membeli gelang ini untuk di pakai kita berdua.
"Om,, jangan mentang - mentang udah tua, terus nggak tau tren anak muda." Ledekku. Om Kenzo melotot tak terima.
"Seenaknya bilang bilang.!" Protesnya dengan mencubit sebelah pipiku. Aku hanya tertawa melihat reaksi om Kenzo yang terlihat kesal.
"Umurnya doang yang tua om, tapi mukanya kayak ABG,," Sahutku sambil tersenyum.
Om Kenzo menggelengkan kepalanya dengan seulas senyum, seakan heran menatapku.
"Kenapa jadi sering ngegombal." Katanya.
"Iihh ini gimana om.? Om belum jawab pertanyaanku. Gelangnya bagus nggak.?"
"Kita couple 'an ya om pake gelang ini,,"
Aku tersenyum lebar padanya, menatapnya dengan mata yang berbinar.
"Terserah kamu saja,," Jawabnya singkat, dia tersenyum dan mengusap kepalaku.
"Tapi om harus pake gelang ini,,"
"Sesuai yang kamu minta,," Jawabnya.
Saking senangnya, aku hampir saja memeluk om Kenzo. Tapi ku urungkan niatku saat dua penjaga toko menatapku dengan tatapan sinis.
Aku yakin dia sedang berfikir macam - macam tentangku. Pasti mereka berfikir kalau aku adalah simpanan om om yang sudah beristri.
"Aku bayar dulu ya om,,"
Om Kenzo langsung mengambil gelang itu dari tanganku.
"Kamu pikir aku nggak punya uang. Biar aku yang bayar." Ucapnya datar.
"Ada lagi yang mau kamu beli,,?"
Aku langsung menggeleng.
Kami sudah berada di dalam taksi setelah keluar dari toko itu. Ternyata benar apa yang di bilang oleh om Kenzo, kami sudah jalan terlalu jauh. Meski hanya ditempuh sekitar kurang lebih 4 menit dengan menggunakan taksi, tetap saja terasa jauh kalau hanya dengan berjalan kaki.
Begitu sampai di resort, kami langsung di sambut oleh kak Fely yang sebelumnya sedang duduk di halaman depan.
"Kalian dari mana saja.?" Tanyanya.
"Aku telfon kakak juga nggak di angkat,," Sambung nya lagi.
Beruntung kak Fely sepertinya tidak mencurigai kami.
"Ponselku di silent."
"Ini anak kecil minta ditemenin keliling,,"
"Gimana urusan kamu sama Nicho.? Apa dia berbuat kasar sama kamu.?"
Om Kenzo terlihat sekali sangat menyayangi kak Fely, dia bahkan sangat mencemaskan nya. Takut adiknya itu di sakiti oleh kak Nicho.
"Sebenarnya urusan kami juga sudah lama selesai kak. Aku hanya menjelaskan dan mempertegas saja,,"
Aku yakin kak Fely pasti tidak berkata jujur pada kak Nicho. Kalau dia berkata jujur, sudah pasti saat ini mereka masih berduaan. Kak Nicho pasti akan terus berada di samping kak Fely untuk meminta maaf padanya.
"Terus kak Nicho dimana kak,,?"
Kak Fely mengangkat kedua bahunya, memberi tau kalau dia tidak tau keberadaan kak Nicho.
"Tadi dia pergi duluan, tapi aku liat bukan ke arah resort ini,," kak Fely terlihat sedih.
Apa mungkin mereka kembali berdebat.? Lalu kak Nicho kesal dan meninggalkan kak Fely begitu saja.
"Kalo gitu aku masuk dulu kak, om,,,"
"kamu nggak ke tempat kita aja Je.? Sambil nunggu Nicho dateng,," Tawar kak Fely.
"Nggak usah kak. Aku duluan ya,,,"
Aku berlalu dari sana, masuk kedalam resort sebelah. Aku sempat melirik om Kenzo sebelum pergi, namun dia hanya diam saja menatapku dengan tatapan datar.
Ah ya ampun,,, sadar Je.! Kamu ini mesum sekali.
Aku masuk kedalam kamar, duduk di tepi ranjang dan mengambil gelang couple di dalam tas.
Gelang yang sangat sederhana. Gelang tali berwarna hitam dilengkapi liontin berbentuk hati dan kunci. Bukankah itu sangat cocok untuk sepasang kekasih.?
Aku tersenyum begitu kata 'kekasih' terlintas dalam benakku.
Rasanya hati ini dipenuhi banyak bunga yang bermekaran.
Akhirnya ketulusan cinta ini tak pernah sia - sia.
Aku dan om Kenzo benar - benar sudah menjalin hubungan dengan status yang jelas.
Getar ponsel di tasku, membuatku segera mengambilnya. Mungkin saja itu pesan dari kak Nicho.
Dugaanku salah, bukan kak Nicho yang mengirimiku pesan, melainkan om Kenzo.
Apa Nicho belum pulang.?
Belum om,
Apa om Kenzo mencari kak Nicho untuk menghajarnya karna papa sudah menghina kak Fely. Aku tidak akan membiarkannya terjadi kalau sampai om Kenzo berniat menghajar kak Nicho. Lagipula kak Nicho tidak tau apapun tentang penghinaan yang dilakukan papa terhadap kak Fely.
Kalau kak Nicho tau, pasti dia akan membela kak Fely dan memilih untuk bertengkar dengan papa.
Kamu nggak papa disana sendirian.?
Atau mau aku temani sampai Nicho pulang.?
Astaga kenapa om Kenzo harus mengirim pesan seperti itu. Otak ini jadi melayang kemana - mana.
Om Kenzo benar - benar ingin menemaniku atau hanya modus saja agar bisa,,,
Jangan mikir yang macem - macem.!
Mataku membulat sempurna begitu melihat om Kenzo kembali mengirimkan pesan teguran padaku.
Kenapa dia bisa tau kalau aku berfikir macam - macam.
Om sok tau banget sih.! Siapa juga yang mikir macem - macem.
Ya udah kesini aja kalau om mau nemenin.
Mana berani aku ngaku, om Kenzo pasti akan terus meledekku nanti.
Aku terus menatap layar ponsel yang tak kunjung mendapat balasan.
Ketukan kaca jendela membuat langsung berdiri, aku setengah berlari untuk membuka jendela yang lebih mirip seperti pintu.
Ternyata om Kenzo benar - benar datang, aku pikir dia hanya bercanda saja.
"Ya ampun om, aku pikir om bercanda. Ternyata beneran mengendap - endap ke kamarku kaya pencuri,," Ujarku hampir tertawa. Om Kenzo langsung masuk kedalam kamarku. Segera ku kunci kembali jendela.
"Kapan aku bercanda." Ujarnya datar. Om Kenzo berjalan mendahului ku dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kedua tangan sebagai bantalnya.
"Mana gelang yang kamu beli tadi,,?"
"Itu om,," Kau menunjuk gelang itu yang berada di atas tempat tidur.
Om Kenzo mengulurkan tangan untuk mengambilnya.
"Sini aku pasangin. Kamu mau yang bentuk apa.?"
Om Kenzo berubah posisinya dengan duduk di ujung ranjang. Aku menghampiri om Kenzo, ikut duduk di sebelahnya.
"Aku bentuk hati aja om. Om kuncinya. Karna cuma om yang bisa buka hatiku,," Aku hampir tertawa. Geli sendiri rasanya karna terlalu puitis. Tapi apa yang aku katakan memang benar adanya.
Hanya om Kenzo yang mampu membuka hatiku. Bahkan mungkin sejak pertama kali aku bertemu dengannya.
Om Kenzo memasangkan gelang itu ke tanganku.
Aku menatapnya dengan mata yang berbinar.
Sederhana namun membuatku sangat bahagia.
"Laki - laki nggak butuh gombalan Je." Ucapnya.
Aku seakan tertantang dengan ucapan om Kenzo.
Sembari bergantian memasangkan gelang di tangan om Kenzo, aku menatapnya dengan tatapan menggoda.
"Terus butuhnya apa om.?" Tanyaku.
Pikiranku sudah mengarah pada adegan panas yang sering kami lakukan. Bukankah laki - laki memang butuh kepuasan.? Buktinya banyak om - om beristri yang memelihara sugar baby hanya untuk mendapatkan kepuasan.
"Kamu yakin mau tau jawabannya.?"
Aku langsung mengangguk cepat.
"Aku akan menunjukannya langsung, tanpa menjawabnya,,"
Om Kenzo tersenyum licik dan sedikit meledek.
Dia langsung membuka kancing kemejanya satu - persatu hingga semuanya terbuka. Kemeja itu dilepas dan dilempar ke sembarang arah.
...**...
Gelang couple yang di pake Jeje dan om Ken 😁
Anggap saja seperti ini.
Cantik ya,,,
Bisa ae si Jeje tuh🤣
Votenya jangan sampe ketinggalan ya. Yang masih punya vote, gaskeun langsung vote. Dari pada votenya terbuang cuma - cuma. wkwk
Pada nanyain visualnya Jeje sama om Ken, nih othor kasih lagi.
Di bab 2 - 4 udah ada sebenernya😁
Lumer lumer dah tuh liat tatapannya om Ken yang meresahkan🤣