My Sugar (Jenifer Alexander)

My Sugar (Jenifer Alexander)
Bab 100. Untuk balas dendam



Ritual mandi bersama yang di barengi dengan adegan panas berulang kali, membuat Jeje kembali kelelahan. Sudah banyak tenaga yang dia keluarkan untuk mengimbangi permainan suaminya yang tidak pernah ada kata puas. Jeje merasa tidak enak hati untuk menolak keinginan Kenzo, setelah 1 minggu ini membuat Kenzo tersiksa menahan hasratnya.


Kenzo benar - benar meluapkan hasratnya yang menggebu, dia bahkan meninggalkan banyak tanda kepemilikan di dada mulus istrinya itu.


Jeje hanya bisa menggelengkan kepalanya, tanda kepemilikan yang di buat oleh Kenzo hampir memenuhi seluruh bagian depan asetnya. Kaos dengan belahan sedikit rendah yang melekat di tubuhnya, bahkan tidak mampu menutupi tanda merah penuh cinta itu.


Kenzo yang sejak tadi memperhatikan tingkah istrinya itu, kini mendekat dan memeluknya dari belakang. Sejak tadi Jeje memang sudah memberikan protes atas aksi Kenzo yang mengukir tanda cinta di dadanya. Remaja cantik itu takut jika tanda merah itu akan di lihat oleh teman - teman di kampusnya besok. Dia ingat pada Karin yang tidak sengaja memperlihatkan kiss mark di dadanya meski berada di bagian dada dalam. Entah bagaimana Jeje akan menutupi kiss mark yang berada di dada atasnya.


"Kenapa.? Masih kurang.?" Tanya Kenzo tanpa sedikit pun merasa bersalah. Kepuasan bahkan terlihat jelas di wajah tampannya. Tanda itu seolah menunjukan bahwa dirinya adalah petarung yang gagah.


"Aku bisa membuatnya lagi disini,, disini dan disini,,," Kenzo menunjuk leher Jeje mulai dari samping kanan, tengah dan kiri.


Wanita yang sedang dia peluk itu, membulatkan matanya karna kesal. Bagaimana Jeje tidak kesal, tanda itu sudah cukup membuatnya cemas tapi Kenzo ingin menambahnya lagi. Entah bagaimana dia akan menutupinya besok.


Sepertinya sweeter dengan kerah panjang hingga sebatas leher, bisa dia gunakan sebagai alternatif untuk menghindari hal yang memalukan.


"Jangan bercanda by,," Keluhnya kesal.


"Ini saja sudah mendekati leher, aku nggak mau tanda merah ini di lihat teman - teman di kampusku. Harus beralasan apa nanti. Mereka kan nggak tau kalau aku sudah menikah,,,"


"Kalau begitu kamu tinggal bilang saja sudah menikah, beres,,," Sahutnya santai. Jeje hanya bisa menghela nafas, laki - laki memang tidak tau bagaimana ribetnya menjelaskan hal seperti ini. Belum lagi, pasti banyak yang akan mengajukan pertanyaan padanya. Jeje paling malas jika harus membeberkan masalah pribadinya pada orang lain.


"Nggak semudah itu my hubby,,," Jeje mengangkat kedua tangannya, dia menarik kedua pipi Kenzo yang masih setia memeluknya dari belakang.


Remaja itu tertawa, dia geli melihat wajah lucu Kenzo dari pantulan cermin.


Tapi yang di tertawakan justru mengulum senyum. Laki - laki dewasa itu merasa bahagia hanya dengan melihat senyum ceria yang mengembang di wajah istrinya.


Kenzo semakin erat memeluk Jeje, gadis remaja yang mampu membuatnya jatuh cinta hingga tergila - gila karenanya. Melihatnya tertawa saja sudah membuatnya merasa sangat bahagia.


Tentu saja Kenzo berusaha untuk tidak lagi menggoreskan luka di hati sang pemilik belahan jiwanya.


Dia sudah cukup terluka melihat wanitanya terluka karenanya.


Saat ini Jeje sedang terlelap dalam pelukan Kenzo. Dia tidak bisa menahan kantuknya akibat lelah yang mendera.


Dengan lembut, Kenzo terus mengusap kepala Jeje. Laki - laki dewasa itu menaruh harapan besar pada istrinya yang masih sangat muda.


Harapan akan keutuhan rumah tangga, kebahagiaan dan keharmonisan di dalamnya.


Kenzo juga berharap akan hadirnya buah cinta di antara mereka suatu saat nanti.


Getar ponsel di nakas, memaksa Kenzo untuk beranjak dari posisi ternyamannya.


Kenzo sangat hati - hati turun dari ranjang, dia enggan mengganggu tidur nyenyak istrinya.


Kenzo berdecak kesal melihat nama Clara yang tertera pada layar ponselnya. Entah sudah ke berapa kali Clara menelfon dan mengirimkan pesan padanya.


"Apa lagi Cla,,?!" Desah Kenzo kesal. Suara ketuanya sudah cukup menjelaskan bahwa laki - laki itu sangat malas mengangkat panggilan dari Clara.


Dia menghela nafas berat, begitu mendengar jawaban Clara.


"Ya.! Tunggu sebentar." Geram Kenzo dengan nada yang meninggi.


Kenzo mematikan sambungan telfonnya, lalu meletakkan kembali ponsel miliknya di atas nakas. Kemudian keluar dari kamar.


"Ken,,," Seru Clara begitu Kenzo membukakan pintu.


Wanita itu sudah menunggu Kenzo lebih dari 10 menit di luar apartemen Kenzo.


"Cla,, sudah berapa kali aku bilang, aku sudah menikah,,!" Serunya kesal. Entah harus dengan cara apa lagi dia memberitahu Clara jika pernikahannya benar - benar serius, bukan sandiwara untuk membalas Nadine, seperti yang ada di dalam pikiran Clara.


Karna meski Kenzo sudah menunjukan foto - foto pernikahannya, Clara tidak mau percaya.


"Ya aku tau kamu sudah menikah Ken. Tapi pernikahan itu hanya untuk membalaskan dendam mu pada Nadine kan.? Karna dia sudah mengkhianatimu berulang kali,," Ujar Clara yakin.


"Saat itu kamu terluka karena Nadine, dan ingin membuatnya cemburu dengan bermesraan denganku.!" Jelas Clara tanpa henti.


"Clara.!!" Bentak Kenzo. Dia tampak tidak suka Clara membahas tentang masa lalunya yang begitu bodoh hanya karna seorang Nadine. Wanita yang ternyata tidak memiliki harga diri sebagai perempuan.


"Itu sudah lama berlalu.! Jangan mengungkitnya lagi.!" Tegasnya.


Dulu Kenzo sering mendatangi club malam setelah mengetahui perselingkuhan Nadine. Sakit hati membuat Kenzo memilih mendatangi club malam untuk melupakan sejak sakit yang dia rasakan.


Di sanalah dia bertemu dengan Clara yang merupakan pengunjung rutin di club malam itu.


"Kenapa aku tidak boleh mengungkitnya.?"


"Kamu tau sendiri, apa yang sudah kita lakukan membuat aku memiliki rasa padamu Ken,,!" Sudah kesekian kalinya Clara terang - terangan mengakui perasaannya pada Kenzo.


"Aku bahkan sengaja kembali kesini hanya untuk kamu.! Aku pikir setelah pernikahanmu dan Nadine batal, kita bisa menjalan hubungan lebih serius, lebih dari hubungan kita saat itu,,,"


Clara begitu berharap pada Kenzo. Dia sudah memiliki rasa sejak pertama kali Kenzo menghampirinya di club kala itu. Menghampirinya untuk menawarkan kerja sama. Untuk membalas Nadine tentunya. Tapi rupanya Nadine tidak terpengaruh sedikitpun. Saat itulah Kenzo menyadari, bahwa tidak ada cinta di hati Nadine untuknya.


"Kedekatan kita saat itu hanya karna saling menguntungkan, jangan mendalami peran Cla.!!"


Tegas Kenzo penuh penekanan.


"Sebaiknya kamu pulang. Aku tidak punya waktu untuk membahas hal receh sepeti ini.!"


"Ken,,," Clara mendekat, dia memegang lengan Kenzo dengan kedua tangannya.


"Kita sudah sering menghabiskan malam bersama, meski kamu tidak pernah menyentuh ku di luar batas, selama itu pasti kamu juga memiliki perasaan padaku kan.?"


Ujar Clara percaya diri. Kenzo tersenyum kecut. Wanita malam itu rupanya berharap lebih padanya, dan terlalu percaya diri.


"Kita sering bersama karna aku membayarmu, dan kamu sudah tau kenapa aku melakukan itu. Bagaimana mungkin aku punya perasaan padamu.!!"


Nada bicara Kenzo semakin meninggi, dia sudah geram dengan Clara yang terlalu mengada - ada.


"Tapi Ken,,,


"Cla,,!!" Bentak Kenzo.


"Suruh masuk saja by. Perdebatan kalian bisa di dengar semua penghuni di lantai apartemen ini,,"


Baik Kenzo mau Clara, mereka menengok bersamaan. Menatap Jeje yang berdiri santai di ruang tamu, dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"Sayang,,," Panggil Kenzo, dia berjalan mendekat ke arah Jeje.


Sejak tadi Jeje sudah berdiri di sana, dia bahkan mendengar semua pembicaraan mereka.


...*****...


Maaf baru sempet up🙏, sibuk ke rumah sodara.


Bab ini pun di buat tengah malem dan langsung di up saat ini juga.


Semoga nanti bisa up rutin lagi.


ternyata banyak yang tau novel ini karna liat di beranda, dari akun author yang satunya dan liat dari rangking vote.


Makasih buat kalian yang sudah setia vote novel ini, sangat membantu banget karna mendatangkan banyak pembaca.


Semoga kalian nggak pernah bosen buat vote novel ini yah, buat dukung novel author agar semakin banyak pembaca dan menaikan level lagi.


love kalian kalian semua😘