
Kenzo Pov
...Flashback On...
Setelah kepulangan Nadine ke Indonesia, aku langsung mengajaknya pergi ke rumah sakit dengan alasan ingin mengecek kesuburan masing - masing.
Aku menjelaskan padanya kalau aku ingin segera memiliki anak setelah menikah nanti. Tentu saja Nadine sangat syok, dia tidak mengira aku akan membawanya ke rumah sakit.
Nadine beberapa kalo menolak dengan alasan yang tidak logis, aku tau dia sedang ketakutan karna menyimpan rahasia besar dariku.
"Aku pikir kamu akan mengajakku,,,
"Tentu saja aku juga ingin melakukannya, tapi nanti setelah kita memastikan kalau aku dan kamu tidak memiliki masalah kesehatan,,"
"Bagaimana.?" Tawarku, segera kutarik pinggangnya hingga jarak kami sangat dekat.
"Ken,,," Panggilnya setengah mendesah, wanita ular ini memang gampang sekali terpancing.
Dia mengalungkan tangan di leherku, dan langsung mendekatkan wajahnya.
"Sabar sayang,,," Aku menahan bibirnya yang hampir saja mencium ku.
"Kita berangkat ke rumah sakit sekarang, sepertinya kamu sudah tidak tahan,," Godaku dengan seringai yang membuatnya semakin menempel padaku.
"Aku tidak sabar melakukannya,," Ucapnya berbisik pada telingaku.
Jika dulu aku tidak menahan diri, mungkin aku akan terus melakukan hal itu dengannya. Nadine terlalu agresif, dia bahkan yang terus memaksaku untuk menidurinya. Aku beruntung karna tidak melakukannya dengan wanita menjijikan seperti itu.
"Sesuai yang kamu mau."
"Ayo berangkat,,," Aku segera beranjak dari dudukku, begitu juga dengan Nadine.
Aku membawanya ke dokter spesialis kandungan, meski saat masih di apartemen dia terlihat ketakutan, kini wanita itu bersikap biasa saja dan terkesan santai.
Aku bisa menebak apa yang ada dipikiran si wanita licik ini. Dia tidak tau saja kalau aku sudah membuat rencana untuk membuatnya tidak bisa mengelak di depan om Bastian dan papa.
Aku melakukan prosedur sesuai peraturan rumah sakit, mendaftar lebih dulu dan tetap ikut dalam antrian. Hal ini agar Nadine tidak mencurigai ku.
"Kamu nggak keberatan kan masuk sendirian.?" Tanyaku.
"Aku juga harus berkonsultasi dengan dokter andrologi,,," Penuturanku mampu membuat Nadine terlihat lebih senang. Dia bisa mengulas senyum lebih lebar lagi dari sebelumnya.
"Tentu saja. Kalau seperti ini bukanlah akan lebih cepat,," Sahutnya. Aku hanya mengangguk saja.
Saat mendapat gilirannya, Nadine langsung beranjak dari duduknya. Dia tersenyum padaku sebelum akhirnya masuk ke ruang pemeriksaan.
Aku juga beranjak dari sana, agar Nadine mengira kalau aku juga sedang berkonsultasi dengan dokter.
Setelah mencari tempat yang aman, aku langsung membuka ponsel. Aku memantau aktifitas dan percakapan Nadine lewat ponsel yang sudah tersambung dengan cctv di ruangan itu. Cctv yang sengaja aku pasang sehari sebelumnya.
Beruntung pihak rumah sakit mau bekerjasama sama denganku. Meskipun aku menggunakan alasan yang logis, tetap saja aku harus membayar mereka untuk melancarkan rencana ku.
Berita pernikahanku dan Nadine sudah tersebar luas, sebagian dokter disini pun tau akan hal itu. Aku menceritakan kekhawatiranku pada pihak rumah sakit, perihal Nadine yang sepertinya sedang mengandung tetapi menutupinya dariku. Aku bilang pada mereka, takut Nadine akan menggugurkan kandungannya tanpa sepengetahuanku karna masih terobsesi pada karirnya. Karna alasan itulah, pihak rumah sakit mau bekerja sama denganku. Padahal aku tidak bilang kalau Nadine sedang mengandung anakku.
Aku tersenyum sinis menatap layar ponsel yang terus memperlihatkan Nadine dan dokter yang sedang memeriksanya.
Rupanya dugaanku memang benar, dia sedang mengandung anak dari Alex.
Nadine terlihat sedang berusaha untuk menyuap dokter itu, sesuai apa yang aku pikirkan tadi.
Saat dokter itu mau menerima uang darinya, Nadine terlihat senyum penuh kemenangan.
Dia tidak tau saja kalau menerima suap darinya termasuk strategi yang aku buat.
Kau memang sudah menyuruh dokter itu untuk menerima uang dari Nadine jika Nadine berusaha untuk menyuap nya.
"The end.!!" Gamamku. Segera ku masukan kembali ponselku kedalam kantong celana.
Vidio dan catatan kehamilan dari dokter itu sudah cukup untuk membuat pernikahanku dan Nadine batal.
Aku tinggal menunggu kedatangan Alex untuk membuat suasana semakin kacau nantinya. Dan Nadine pun tidak akan bisa menyangkalnya.
Saat aku kembali, Nadine sudah berada di luar. Dia memegang kertas hasil pemeriksaannya yang tentu saja sudah dimanipulasi.
"Sesuai yang aku bilang Ken, tidak ada masalah pada rahimku. Aku sehat dan subur tentunya,,"
Dia menyodorkan kertas itu padaku. Aku langsung mengambilnya, pura - pura membaca laporan palsu itu. Tentu saja tidak ada keterangan hamil dalamnya.
"Aku senang mendengarnya,,,"
Nadine langsung menggandeng tenganku.
"Bagaimana kalau kita pulang sekarang,," Bisiknya.
"Ya, aku memang ingin mengajakmu pulang sekarang, karna aku ada urusan mendadak."
Nadine terlihat kesal dan kecewa.
"Tapi ken, kita kan harus,,,
Aku segera memotong ucapannya.
"Kita akan bertemu lagi nanti malam,,"
Seketika dia kembali terlihat senang.
Aku sudah bisa bernafas lega karna pada akhirnya aku bisa mendapatkan bukti untuk menggagalkan pernikahan kami. Setelah hampir 2 bulan aku menyuruh orang untuk terus mengawasi gerak gerik
Nadine. Dan satu bulan terakhir, Nadine pergi ke rumah sakit yang sama bersama Alex. Itu yang membuatku yakin kalau dia sedang hamil.
...**...
Tanpa sepengetahuan Nadine, malam harinya aku datang kerumahnya bersama papa.
Papa pun belum mengetahui akan hal ini. Aku hanya bilang ada hal penting dan mendesak yang harus kami bicarakan mengenai acara pernah nikahan yang akan di gelar kurang dari 2 minggu lagi.
Nadine terlihat kaget saat aku datang kerumahnya dengan mengajak papa. Karna sebelumnya aku bilang akan menjemputnya dan menyuruhnya untuk bersiap.
"Ken,, kita nggak jadi pergi.?"
"Ada hal penting yang harus kita bicarakan dulu. Tentang acara pernikahan kita tentunya." Sahutku datar. Aku melangkah masuk, sedangkan papa dan om Bastian sudah lebih dulu ke dalam.
Kami duduk di ruang tamu, aku dan Nadine duduk bersebelahan. Papa dan om Bastian berada diseberangku.
Aku tidak lagi memanggilnya papa, seperti yang dia minta padaku setelah acara pertunangan 1 tahun silam.
"Ada apa ini Ndre,,?" Tanyanya pada papa.
"Papa juga belum saya kasih tau om. Sebelumnya, saya minta om dan papa melihat ini,,"
Aku mengambil ponsel, memutar vidio dan memberikannya pada mereka.
Keduanya langsung menatap kami dengan tajam.
"Jadi kalian sudah,,,," Aku langsung memotong ucapan om Bastian.
"Nadine hamil." Seruku.
"Ken.!!" Pekik Nadine, dia terlihat sangat syok dan marah padaku. Mungkin saat ini dia baru menyadari kalau aku sudah menjebaknya.
Aku tidak menghiraukan Nadine, kemudian kembali menatap papa dan om Bastian.
"Usia kandungannya sudah menginjak 8 minggu." Aku mengambil kertas di saku jasku, lalu menyodorkannya di atas meja.
"Sedangkan saya dan Nadine baru bertemu saat acara pertunangan, setelah hampir 3 bulan kami tidak bertemu." Jelas ku dengan perlahan.
"Jadi sudah di pastikan kalau anak yang ada di dalam kandungan Nadine bukan darah dagingku.!" Ucapku tegas.
"Lagipula sampai detik ini kami tidak pernah melakukan hubungan suami istri,,"
Nadine tidak bisa berkutik, dia hanya diam dengan wajah yang semakin pucat pasi. Sedangkan papa terlihat syok, begitu juga dengan om Bastian, tapi ada kemarahan dalam sorot matanya.
"Apa maksud kamu Ken.?!! Jadi kamu menuduh Nadine berhubungan dengan laki - laki lain.?!!" Teriak om Bastian.
"Saya tidak menuduh om, saya bicara fakta dan itu buktinya,,"
"Kalau om masih belum percaya, mungkin ayah dari anak itu bisa membuat om percaya,,"
"Bawa masuk Rey,,!!" Teriakku.
Reynald yang memang sudah mengikutiku sejak tadi, masuk dengan menyeret Alex.
"Kamu bajingan Ken.!!" Seru Nadine.
Aku tersenyum sinis padanya.
"Bukan aku, tapi kalian berdua.!!"
Suasana di ruangan ini semakin panas. Alex hanya bisa diam dan menunduk.
"Jadi benar kamu yang sudah menghamili Nadine.?!!" Bentak om Bastian pada Alex. k
"Maafkan saya om. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Bahkan sudah lebih dari 8 bulan kami menjalin hubungan,," Jelas Alex.
Om Bastian berdiri dan menghampiri Alex.
Satu tamparan mendarat di pipinya.
"Berani - beraninya berbicara seperti itu padaku.!" Geramnya.
"Pa,,!" Nadine menghampiri mereka.
"Semuanya sudah jelas om, untuk itu saya akan membatalkan pernikahan kami."
"Alex yang seharusnya bertanggung jawab pada kehamilan Nadine."
"Saya permisi,,"
Aku membungkukkan badan pada om Bastian, lalu beranjak pergi. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi pada mereka setelah ini.
Papa menyusul ku setelah beberapa saat aku menunggunya. Mungkin dia berbicara lebih dulu dengan om Bastian.
"Gue balik dulu Ken,," Reynald menepuk pundakku.
"Thanks bro,," Dia mengacungkan jempol.
"Saya permisi pak,," Pamitnya pada papa, lalu masuk ke mobilnya.
"Ken,, maafin papa. Papa nggak menyangka Nadine seperti itu,,," Ucapnya. Aku bisa merasakan ketulusan papa dalam meminta maaf padaku.
"Mulai sekarang, jangan menjodohkan aku lagi pah. Aku bisa mencari pendamping yang jauh lebih baik dan terbaik untuk ku."
Aku masuk kedalam mobil, di susul oleh papa.
Besok aku akan terbang ke New York untuk menjemput tadirku. Sesuai apa yang sudah aku janjikan padanya.
Aku harap Jeje bersedia memaafkanku dan mau kembali lagi padaku.
...Flashback off...
...****...
Maaf mundur dulu ceritanya 😁 biar kalian tau kalau om ken udah batalin pernikahannya. Makanya om Ken udah berani susulin Jeje ke NY.
Nah setelah ini apa Jeje bakal maafin om Kenzo.?
Maafin nggak ya.?
curhat dulu ah,, kok nyesek ya, udah rajin up tapi level karyanya turun. Dari level 7 jadi level 5.
Bayangannya bakal naik level 8 / 9 😭.
parah banget sih pihak NT / MT. Ini mah bukan tmbah smngat, malah tambah males. level 7 aja pndptan nggak sbrapa, apa lagi level 5.
nggak menghargai kerja keras dan karya para author disini. Pantesan banyak author yang milih pindah lapak. Kecewa banget.
Padahal ketentuannya bakal turun 1 level kalau selama 1 bulan nggak up. Lah ini, up tiap hari malah di turunin 2 level.!!
Sumpah bikin kesel, untung lagi nggak puasa ini.
Rasanya pengen di stop saat ini juga novelnya 😭 ga semangat buat nulis.
Sebulan ini bela²in begadang cuma buat naikin level, eh malah diturunin. Potek potek hatiku, hancur tak tersisa kaya jeje.
Jangan protes kalau othor dari jarang up ya, kalau udah kecewa tuh susah sembuhnya 😭