
Kharon dan Pram melanjutkan perjalan mereka tanpa menghiraukan panggilan yang menakutkan itu. Suara rintihan dan tangisan dari roh-roh gentayangan yang mengakhiri hidup di Hutan Aokigahara semakin lama semakin jelas terdengar karena hari semakin larut.
Ada yang merintih kedinginan, menangis kesepian, menangis penuh sesal, dan ada pula yang menjerit ingin pulang.
Pram." suara seorang perempuan memanggil lagi setelah beberapa saat tak terdengar. Kali ini semakin membuat Pram begidik karena suara itu menggema, seperti terpantul di batang-batang pohon yang tak terhitung banyaknya.
"Ron, kau dengar kan, dia manggilku lagi. Mengapa dia tak memanggilmu?"
Kharon melepaskan tangan Pram yang mencengkeramnya. Ia lantas mendekap Pram.
"Kau hampir membuat lenganku putus. Tenang dan diamlah. Dia memanggilmu karena mencium bau air mata alias kesedihan. Roh Yurei suka dengan orang-orang yang berduka, bersedih, kecewa, merana, lebih-lebih orang yang berputus asa. Dia akan berusaha membuat orang-orang itu larut dalam kesedihan, kemudian mantap untuk bunuh diri."
"Tapi aku sudah mati kan?" Pram melirihkan suaranya. Ia terlihat lebih tenang dalam dekapan Kharon.
"Berarti dia ingin rohmu tetap di sini menemaninya. Dia tentu merasakan bahwa kau bukan roh biasa."
Pram mempercepat langkahnya bahkan setengah berlari. Membuat Kharon turut memanjangkan langkah. Insting Pram merasakan bahwa ia sedang terancam dan terbuntuti.
Dan saat Pram membuat lengan Kharon sedikit terangkat untuk dapat menoleh ke belakang, memastikan tidak ada yang mengikuti, Pram berteriak.
"Aaa...."
Tepat di depan wajahnya muncul perempuan berwajah pucat dengan ciri-ciri persis dengan yang disebutkan Kharon.
Perempuan itu menarik wajah Pram. Kharon sangat panik karena Pram tak berhenti berteriak. Ia lantas memutar badannya sehingga berhadapan langsung dengan roh gentayangan itu tanpa melepaskan dekapannya dari Pram.
Kharon mencoba melepaskan wajah Pram dari perempuan itu dengan mengucapkan sebuah mantra. Namun, semua tetap sama, tak ada bedanya, roh itu masih mencengkeram wajah Pram dengan sangat kuat membuat Pram menjerit kesakitan.
"Lepaskan cengkeramanmu!" Kharon menghardik perempuan yang menggangu Pram.
Dalam upayanya menyelamatkan Pram, Kharon terus berpikir tentang bagaimana Bemius tahu jika mereka akan ke Hutan Aokigahara. Ia mulai mantap untuk mencurigai keterlibatan Dante dalam hal ini.
Pram berusaha menenangkan diri dan mengatur napas. Ia memejamkan mata dan memusatkan pikirannya. Pram mengalirkan energinya ke cakra sahasrara.
Tangan Roh Yurei yang menempel di kepalanya menjadi perantara Pram untuk mengetahui apa yang membuat Yurei gentayangan.
"Semua dendam yang kau simpan tak ada gunanya. Hanya membuatmu sakit dan tak bisa pergi dengan tenang. Lelaki yang kau cintai toh tetap tak bisa bersamamu, sampai kapan juga."
Yurei menjerit-jerit. Jeritannya membuat beberapa burung gagak berhamburan meninggalkan hutan. Terdengar pula lolongan anjing yang bersautan. Entah anjing sungguhan atau anjing negeri Shaman.
Tidak hanya menjerit, roh perempuan itu juga mencengkeram Pram lebih kuat, dan tetap menyerang Kharon dengan rambut panjangnya.
Namun rasa sakit dari cengkeraman Roh Yurei tak lagi dirasakan Pram. Ia bahkan meminta Kharon untuk melepaskannya dan membiarkan roh itu melakukan apapun padanya.
"Percayalah, aku akan baik-baik saja. Diam dan tunggu." kata Pram meyakinkan Kharon.
Saat Kharon melepaskan pelukannya, Roh Yurei membawa Pram pergi, melayang-layang di antara pepohonan.
****
Halo semua.... Terima kasih author sampaikan untuk kalian yang masih setia menanti update dari novel After Death ini. Oh ya, author mau curhat sedikit nih 😄
Author sedang kejar target untuk menulis sebanyaj 60 ribu kata dalam sebulan ini. Mohon dukungan semangatnya dari kakak reader semoga author berhasil menggenapi 60 ribu kata sebelum bulan maret berakhir 😄😄
Karena sedang dalam posisi mengejar sebuah target yang tergolong berat, author berharap kualitas cerita dalam novel ini tidak menurun. Meski demikian, untuk mewanti-wanti hal tersebut, author sangat terbuka dengan segala kritik dan saran. Jika dirasa ada penurunan kualitas cerita, mohon kesediaan kakak reader untuk memberi peringatan dan masukan di kolom komentar. Jika memang cerita dalam novel ini tetap baik dan stabil, mohon beri dukungan berupa like di setiap chapter yg diupdate.
Jangan lupa untuk share Novel ini ke teman-teman agar semakin banyak yang membaca novel-novel bergenre Fantasi 😅😅😅