After Death

After Death
Bab 63: Bocornya Suatu Rahasia



Tindakan Kharon yang memukul meja kantin secara tiba-tiba tidak hanya membuat Pram hampir mati karena kaget. Kini Pram masih harus cengar-cengir ke pengunjung kantin sambil meminta maaf.


"Apa yang kau lakukan? Kau membuat orang-orang memandang kita." Pram menahan intonasi dan kekesalannya.


"Maafkan aku."


"Apa terjadi sesuatu dengan kalian? Kharon tampak lebih diam. Tidak seperti biasanya."


"Iya, dia sedikit berbeda sejak kami bertemu Dewi Thalassa di Lembah Namea."


Jawaban Pram membuat Kharon terkejut. Ia tak ingin Dante mengetahui apapun informasi yang mereka dapatkan dari Dewi Thalassa.


"Untuk apa kalian menemui Dewi Thalassa?"


"Kami menanyakan soal buku "Anak Purnama Ketujuh" yang ternyata ada di India."


"Pram, aku ingin ke kamar mandi." Kharon membuat tubuh Pram meninggalkan Dante sendiri dengan sangat terburu-buru.


Setibanya di depan kamar mandi, langkah Pram terhenti. Saat tak ada satu pun orang yang terlihat, Kharon keluar dari tubuh Pram.


"Ayo kita pergi sekarang. Kau sudah lihat Dante baik-baik saja. Dia sudah sehat. Jadi tidak masalah jika kita meninggalkannya sekarang.


"Ayo kau lekas ke kamar mandi dulu. Tadi kau tampak terburu-buru."


"Aku tak ingin kencing atau berak, Pram."


"Lalu untuk apa kau membuatku berlari ke kamar mandi?" kali ini Pram mulai menunjukkan kekesalannya.


"Maafkan aku. Aku ingin ke kamar mandi untuk mengajakmu segera pergi dari sini."


Pram menepuk dahinya sendiri.


"Ayolah, Kharon mengapa sikapmu aneh sekali? Apa kau cemburu melihatku dekat dengan Dante?"


"Pram, aku mohon berhentilah menanyakan hal receh seperti itu."


"Tapi hal receh itu membuatku tak nyaman, Kharon." nada Pram meninggi.


"Kau tak tahu seberapa liciknya Bemius, Pram." suara Kharon lirih hampir tak terdengar.


"Aku memang tak tahu apa-apa karena kau tak memberitahuku!"


Nada suara Pram yang semakin tinggi membuat seorang perempuan yang hendak ke kamar mandi menggeleng.


"Siapa yang kau maksud orang lain? Dante? Dia bukan orang lain. Dia sahabatku. Aku bahkan lebih dahulu mengenalnya sebelum mengenalmu." kali ini Pram benar-benar kesal.


"Pram, pelankan suaramu. Ayo kita pergi sekarang."


"Tidak! Aku tidak mau pergi dengan cara seperti ini."


Pram berlari menuju Dante sambil menghapus air mata yang sedari tadi ia tahan. Kharon dengan cepat mengikutinya dan bergegas masuk ke tubuh Pram.


"Pram, maafkan aku." kata batin Kharon mencoba menenangkan Pram. Tapi Pram tak menjawabnya.


Saat tiba di kantin yang jaraknya sekitar 100 meter dari kamar mandi, terlihat Dante telah menghabiskan makanannya. Pram berusaha tersenyum dan mengatur napasnya agar Dante tak tahu bahwa ia baru saja memaksa air matanya untuk berhenti.


"Maaf membuatmu menunggu lama."


"Tidak masalah. O, iya Pram, sebentar lagi aku harus kembali bekerja. Kau boleh tinggal dulu di tempat tinggalku. Ini kuncinya." Dante menyodorkan sebuah kunci keperakan.


"Tidak Dante." Pram mendorong tangan Dante.


"Aku minta maaf karena dalam masa-masa sulit begini, aku tak bisa menemanimu. Ada hal yang tidak bisa aku tinggalkan."


"Tapi, aku kira kau akan tinggal di sini dan tak pergi ke mana-mana lagi."


"Seharusnya memang begitu. Tapi terkadang kira harus melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan."


"Apa kau dan Kharon akan pergi mencari buku itu?"


Pram diam sejenak. Sedangkan Kharon begitu gugup menunggu jawaban Pram. Ia sangat was-was kalau-kalau Pram menceritakan rencana mereka. Namun Kharon pun hanya diam tidak melakukan apapun, ia takut jika perbuatannya akan membuat Pram marah dan sedih lagi.


"Aku akan segera kemari untuk menengokmu jika keadaannya sudah memungkinkan."


Dan Kharon tersenyum lega mendengar Pram mengikuti nasihatnya untuk menyimpan rahasia.


****


Halo semua.... Terima kasih author sampaikan untuk kalian yang masih setia menanti update dari novel After Death ini. Oh ya, author mau curhat sedikit nih 😄


Author sedang kejar target untuk menulis sebanyaj 60 ribu kata dalam sebulan ini. Mohon dukungan semangatnya dari kakak reader semoga author berhasil menggenapi 60 ribu kata sebelum bulan maret berakhir 😄😄


Karena sedang dalam posisi mengejar sebuah target yang tergolong berat, author berharap kualitas cerita dalam novel ini tidak menurun. Meski demikian, untuk mewanti-wanti hal tersebut, author sangat terbuka dengan segala kritik dan saran. Jika dirasa ada penurunan kualitas cerita, mohon kesediaan kakak reader untuk memberi peringatan dan masukan di kolom komentar. Jika memang cerita dalam novel ini tetap baik dan stabil, mohon beri dukungan berupa like di setiap chapter yg diupdate.


Jangan lupa untuk share Novel ini ke teman-teman agar semakin banyak yang membaca novel-novel bergenre Fantasi 😅😅😅