After Death

After Death
Bab 118: Kematian Candy



Di lingkungan kerajaan Anathemus terasa begitu menegangkan. Kabar terpenggalnya kepala sang panglima yang kemudian kepalanya di pertontonkan ke penghuni kerajaan sangat menakutkan bagi siapapun. Kini semua orang merasa terancam nyawanya karena sang raja sedang tak enak hati. Lagi-lagi ini soal gadis purnama ketujuh itu. Ya, para anak buah Bemius sudah mencari ke hutan Krisan dan ke segala penjuru Bumi, Shaman, dan Anastasia. Tapi gadis itu tak ditemukan keberadaannya.


Dan kini, pada pertemuan para petinggi kerajaan semua orang diam menunggu sang raja mengatakan sesuatu. Mungkin telah sekitar 10 menit mereka berkumpul dan hanya diam. Karena Bemius yang juga telah hadir di pertemuan itu hanya diam memainkan sebuah pedang sambil sesekali melihat ke arah para panglima dan petinggi kerajaan lainnya.


"Ini adalah pedang yang memutuskan leher Panglima III." kata Bemius akhirnya setelah ruangan hening cukup lama. Mendengar hal itu, para petinggi kerajaan melihat sejenak ke arah pedang lalu menunduk ketakutan.


"Kalian tidak perlu takut. Semua kenaasan yang menimpa Panglima III adalah karena kelalaiannya. Karena kelalaiannya bisa membahayakan seluruh penduduk Anathemus. Terbukti sekarang keberadaan anak purnama ketujuh itu belum juga ditemukan. Jika hal ini sampai terdengar di telinga rakyat, maka tidak akan ada lagi kedamaian. Semua akan gaduh seperti dulu lagi." kata Bemius sambil meletakkan pedang yang dibawanya.


Para petinggi kerajaan mengangguk mengerti. Mereka tidak menyalahkan Bemius, tidak pernah sekalipun. Bagi mereka Bemius adalah raja yang bijak yang setiap tindakannya penuh dengan pertimbangan. Ia juga sosok raja yang sangat tegas. Jika memang ada prestasi tentu akan diapresiasi dengan sangat luar biasa, namun jika ada kesalahan juga akan menerima konsekuensinya, bergantung tingkat kesalahannya. Jika tidak fatal, raja mereka juga tidak keberatan untuk memaafkan karena bagi mereka Bemius adalah raja yang senantiasa bermurah hati.


"Mereka pasti sedang bersembunyi di suatu tempat. Ada dua kemungkinan mengapa kita tidak juga menemukan keberadaan mereka. Pertama, mereka menggunakan teknik perlindungan diri yang tinggi sehingga meski mereka ada di depan kita sekalipun, kita tidak bisa melihat atau merasakan keberadaannya. Kedua, mereka bersembunyi di suatu tempat yang tidak ketahui. Bisa jadi di luar Bumi, Anastasia, ataupun Shaman. Tapi yang pasti, karena mereka tidak juga ditemukan, hal yang harus dilakukan adalah pertama tetap siaga dan tetus mencari mereka. Kedua, memperkuat diri dengan latihan fisik, perlengkapan perang, dan penemuan-penemuan hebat. Dan ketiga, mari bersenang-senang dengan keluarga Prameswari. Ambil semua jin dan siluman di rumah itu. Termasuk siluman yang ada di tubuh kakak perempuan Pram."


"Ampun paduka. Tapi bagaimana jika nanti anak purnama ketujuh itu pulang, kita akan melewatkannya karena tidak ada pasukan yang berjaga di sana." tanya panglima I.


"Tidak perlu khawatir, akan aku buat Ghozie dan keluarganya pergi dari rumah itu sebentar lagi."


Benar saja, tak lama setelah pertemuan itu selesai, segala rencana yang telah dipaparkan langsung dilaksanakan. Pasukan yang dikerahkan untuk mencari Pram semakin banyak. Mereka menyusuri tiga dimensi dengan teliti. Selain itu, para pasukan Bemius melakukan latihan fisik ekstra, senjata-senjata perang pun diperbanyak produksinya, begitu juga dengan penelitian, eksperimen diadakan secara besar-besaran. Bahkan juga diadakan sayembara untuk menciptakan trobosan baru di bidang pertahanan.


Lalu, rencana yang ketiga, yakni mengusik keluarga Prameswari juga lekas dilakukan. Para jin dan siluman yang memadati rumah Pram selama berbulan-bulan pergi semua.


Ketika itu Ghozie sedang mengelap wajah Candy yang terbaring lemas. Sudah sekitar dua minggu terakhir Ghozie mencium aroma busuk dari tubuh Candy. Itu membuatnya lebih rajin mengelap tubuh Candy. Namun, semakin lama keadaan Candy semakin buruk. Tiga hari lalu Ghozie menemukan beberapa belatung di dalam telinga Candy. Ia sangat cemas hingga memanggil dokter THT untuk memberikan perawatan pada saudara kembarnya itu. Dan setelah dibersihkan, hari ini Ghozie menjumpai belatung itu lagi.


Tidak hanya itu, sejak tadi pagi hingga sore ini, Candy sama sekali tak bergerak, tak teriak, tidak mengerang, juga tidak mencakarinya. Hanya tadi pagi Candy sempat memanggil namanya sebelum ia berangkat ke kantor. Hingga membuat ia hampir menitikan air mata terharu menyaksikan adiknya yang terbaring dan terpejam di atas ranjang memanggil namanya setelah sekian lama. Membuat ia bersemangat memulai hari.


Tapi kini, saat ia sudah pulang kerja, Candy masih di posisi yang sama dengan bau busuk yang semakin menyengat. Dan saat ia menyeka wajah adiknya itu dengan kain putih, ia melihat seekor belatung keluar dari telinga. Ternyata setelah ia tengok ada banyak belatung di telinga Candy.


"Candy, Candy?"


Ghozie memanggil-manggil nama adik pertamanya sambil menepuk lembut pipi Candy. Ghozie juga membuka mata Candy, menggerak-gerakkan kaki, dan juga mengguncang lengan. Tapi Candy masih terdiam, tak ada reaksi apapun. Ghozie berharap saat itu Candy akan mencakarinya seperti biasa, tapi tidak juga dilakukan. Ghozie menjadi panik, tapi ia tidak berani mengecek denyut nadi Candy, karena tidak ingin menemukan hal yang sangat ia takuti.


Ghozie pun memilih untuk memanggil dokter THT kembali. Saat dokter itu datang dan memasuki kamar Candy, ia sudah tidak merasa merinding seperti waktu pertama kali dulu. Namun, bau busuk dari tubuh Candy semakin menyengat. Jika ia dulu masih sanggup memeriksa Candy tanpa menutup hidung, kali ini sudah tak bisa menahan. Ia meminta maaf pada Ghozie karena menutup hidungnya.


"Iya, dok. Tidak apa-apa. Bau dari tubuh Candy sepertinya memang semakin busuk. Dan di telinganya juga ada lebih banyak belatung dari yang dulu pernah dokter bersihkan."


Dokter memasang alat pengukur tekanan darah di lengan Candy. Lalu hasil yang ditunjukkan sangat mengejutkan sang dokter.


"Ada apa dokter?" tanya Ghozie melihat ekspresi dokter yang berubah. Sang dokter tidak menjawab dan bergegas memeriksa denyut nadi Candy.


"Nona Candy telah tiada, pak." kata dokter lirih sambil melepas tensimeter dan merapikannya untuk kembali dimasukkan ke dalam tas.


"Sepertinya nona Candy sudah meninggal berhari-hari lalu, pak. Bahkan mungkin sudah lebih dari satu minggu." kata dokter sambil mengerutkan dahinya.


"Tapi dokter sendiri yang memeriksa dan membersihkan telinga Candy tiga hari yang lalu. Waktu itu dokter bilang kalau Candy harus lebih dijaga kebersihannya. Bukankah saat itu dokter masih mendapati jantung Candy berdetak?" kata Ghozie dengan nada agak tinggi. Ia menilai bahwa sang dokter telah menghina adiknya karena bau busuk deri tubuh Candy yang semakin parah.


"Kalau sudah selesai, dokter boleh pulang." Ghozie menunjuk ke arah pintu.


Sang dokter bergegas pergi meninggalkan Ghozie yang tertunduk di samping adiknya. Dokter THT itu merasa bulu kudunya berdiri semua. Tubuh Candy jelas-jelas seperti telah menjadi mayat sejak lebih dari seminggu. Tapi ia juga yakin bahwa tiga hari lalu jantung gadis itu masih berdetak. Dokter itu menjadi semakin merinding ketika mengingat dirinya saat membersihkan telinga Candy.


Ghozie mencium kening Candy. Ia merasa telah memiliki banyak dosa pada adik kembarnya itu. Ia yang menghasut Candy untuk mau terlibat dalam pembunuhan Pram. Dan karenanya, adiknya yang pendiam itu harus menanggung karma yang begitu berat hingga akhir hayat.


Ghozie berdiri dan berjalan menuju kamar ayahnya. Biasanya ia selalu menemui ayahnya sebelum ke kamar Candy, tapi sore itu entah mengapa ia sangat ingin bertemu Candy. Mungkin karena ia punya firasat akan kematian adiknya, tapi ia tak sadar bahwa rasa ingin bertemu yang sangat besar itu sebab Candy telah meninggal.


Saat membuka pintu kamar ayahnya, segelas teh hangat yang ia bawa terjatuh sebab melihat keadaan ayahnya yang sangat mengejutkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo kakak-kakak readers, mohon izin untuk promosi novel author di sini ya… Skip aja kalau kurang berkenan hehe,


 


Well selain di akun Banin SN, author juga punya akun lain yaitu Hashirama Senju. Nah berikut novel-novel author yang barangkali kakak-kakak berminat juga untuk membacanya:


1.       Pendekar Pedang Naga, novel ini ada di akun Hashirama Senju. Novel genre pendekar/wuxia yang pertama saya tulis.


2.       After Death, novel yang sedang kalian baca ini hehe.


3.       Kumpulan Cerpen Menang Lomba, tulisan ini ada di akun Hashirama Senju. Bukan jenis novel tetapi kumpulan cerpen. Di sana saya memposting kumpulan cerpen saya yang pernah memenangkan lomba baik skala lokal maupun Nasional, ada juga beberapa cerpen yang pernah dimuat di media. Silakan baca-baca untuk sekadar menambah referensi kakak-kakak sekalian.


4.       Menikah karena Taruhan, novel ini ada di akun Banin SN. Ini adalah novel bergenre Adult Romance yang pertama saya buat, meskipun bergenre Adult Romance, saya berencana memberikan konflik-konflik rumit atau informasi-informasi yang bermanfaat yang saya rangkum di dalam sana.


5.       Pacar Kecilku, novel ini ada di akun Banin SN. Sementara novel ini Hiatus dulu karena butuh banyak bacaan untuk melanjutkannya. Seperti sebagaimana yang saya tulis di Bulrb, novel ini mengangkat tema tentang Mental illness dan beberapa pengetahuan tentang ilmu psikologi lainnya, jadi saya butuh banyak bacaan lagi untuk melanjutkannya (dan sekarang belum ada waktu hehe)


 


Well, itu dia tulisan-tulisan saya yang ada di platform Noveltoon/Mangatoon. Mohon maaf sekali karena promosi panjang lebar di sini^^