After Death

After Death
Bab 104: Sebuah Penawaran



Setelah menerima perintah dari Raja Bemius, Panglima III langsung bergerak untuk melaksanakannya, dengan tangannya sendiri, tanpa diikuti pengawal ataupun pasukan.


Panglima tiba di semak bambu kuning yang merupakan gerbang masuk ke negara Anastasia Cato. Ia lantas meminum sebuah ramuan hasil uji laboratorium guna meneralkan diri agar selaras dengan udara sekitar, untuk menetralkan energinya agar sesuai dengan suasana yang ada di Anastasia Cato sehingga energinya tidak akan terkuras.


Sang panglima lalu bergegas ke Loket Registrasi Pascakematian yang merupakan tempat bagi para penduduk baru Anastasia Cato berkumpul untuk mendapatkan berbagai informasi, seperti banyaknya saldo rekening pahala, putaran video kehidupan selama menjadi penghuni Bumi, informasi kadar kesialan, informasi kelas matrikulasi, dan lain sebagainya.


Panglima III menunggu dengan sabar hingga loket itu ditinggalkan oleh para penduduk dan tutup. Ia lantas menuju ke kantor untuk menemui seseorang.


“Bisakah kau panggilkan tuan Dante? Katakan bahwa aku seorang kerabat dari jauh yang datang untuk berkunjung.”


Seorang petugas kematian yang merupakan rekan kerja Dante masuk ke dalam kantor dan mencari keberadaan Dante. Beberapa saat kemudian tampak Dante bergegas keluar kantor, menemui tamunya yang tengah duduk di kursi panjang yang terletak di samping kiri pintu kantor.


“Selamat datang, saya Dante. Apa Anda datang untuk bertemu dengan saya?”


“Salam kenal tuan Dante. Saya Panglima III kerajaan Anathemus. Bisakah kita mencari tempat berbincang yang lebih kondusif sehingga pembicaraan kita tidak terdengar oleh orang lain?”


“Tentu. Tunggu sebentar. Saya akan meminta izin untuk keluar.”


Dante berlalu meninggalkan sang Panglima III. Dan tidak lama setelahnya, ia datang kembali. Dante memilih untuk mengajak Panglima III bercakap di tengah taman mini yang ada di sekitar Loket Registrasi Pascakematian.


“Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada Anda. Ini adalah pesan dari Raja Bemius. Raja kami ingin Anda menjalankan sebuah misi lagi. Kali ini jika Anda berhasil, Anda akan diangkat menjadi panglima di kerajaan kami. Semua biaya denda yang harus Anda tanggung di Anastasia Cato akan kami lunasi. Di kerajaan Anathemus, derajat kesialan Anda adalah nol persen dengan saldo rekening yang tidak pernah kosong atau limid. Anda juga akan mendapat sejumlah fasilitas yang diterima para petinggi kerajaan, seperti rumah mewah pribadi, kendaraan pribadi, penangguhan biaya hidup selamanya, dan beberapa tunjangan yang nilainya tidak sedikit. Anda juga akan mendapatkan uang pensiun yang besarannya dua kali lipat dari gaji pokok bulanan.”


“Apa yang bisa saya lakukan untuk Raja Bemius?” kata Dante dengan mata berbinar-binar mendengar penawaran yang begitu menggiurkan.


Panglima III menjelaskan semua yang harus dilakukan Dante. Petugas kematian itu tersenyum-senyum menyimak.


“Itu bukan hal sulit. Raja Bemius yakin, bahwa Anda bisa melakukannya. Nanti saat keberadaan gadis itu telah diketahui, saya akan kembali ke sini untuk menjemput Anda.”


“Tapi panglima, saya tidak bisa pergi dari sini karena jika saya meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab saya sebagai petugas kematian, saya harus membayar sejumlah denda. Dahulu saat saya cuti terlalu lama melebihi izin yang saya minta, saya hampir menghabiskan seluruh isi tabungan saya. Dan oleh karena itu hingga kini saya selalu kerja lembur.” ucap Dante dengan sedikit panik.


“Baiklah, panglima. Terima kasih atas kepercayan yang diberikan kepada saya laig. Saya akan berusaha menyelesaikan misi tersebut dengan sebaik-baiknya.”


“Ya, tuan Dante. Senang menyambut Anda datang kembali ke tim kami.”


Kedua lelaki itupun bersalaman. Dante mengantar Panglima hingga keluar gerbang. Lantas ia kembali pada pekerjaannya yang menjemukan, kembali berkutat pada data-data penduduk pendatang baru, tapi kali ini dengan wajah yang lebih berseri.


“Apa lelaki misterius dengan pakaian aneh itu memberimu segepok uang?” tanya seorang teman kerja yang mendapati air muka Dante yang berubah. Tidak lesu seperti biasanya.


“Apa kau kira di negara ini kita bisa berbagi uang?” kata Dante sambil tersenyum.


“Lalu mengapa sejak menemui tamu itu wajahmu sangat berseri? Biasanya kau selalu lupa untuk tersenyum saat lembur.”


“Dia mengajakku liburan selama beberapa hari.” kini Dante meringis menunjukkan barisan giginya yang putih dan rapi.


“Dari mana kau akan membayar denda?”


“Lelaki itu akan membuat saldo rekening pahalaku bejibun banyaknya. Hahaha.”


Para rekan kerja Dante menggeleng. Mereka berpikir bahwa lelaki lugu itu telah penat oleh kerjaan hingga membuat pikirannya sedikit terganggu.


Para ilmuwan kerajaan Anathemus telah lama menemukan cara pembobolan data di Anastasia Cato. Termasuk penambahan ataupun pemotongan saldo rekening pahala seseorang. Penelitian memang sengaja dilakukan oleh tim ilmuwan saat mengetahui bahwa Pram yang sedang mereka cari ternyata hidup di Anastasia Cato pasca kematiannya.


Keberhasilan mereka pertama kali dicapai saat saldo rekening pahala Pram yang sangat terbatas, bisa dengan sesaat bertambah begitu banyak dengan suntikan dana yang mereka tambahkan. Para intel dan kepolisian Cato bahkan tidak mencurigai hal itu, karena teknologi rekayasa yang dibuat para ilmuwan Anathemus memang sangat canggih. Penambahan saldo dengan jumlah yang tidak wajar itu seolah berasal dari amaliyah yang diberikan penduduk Bumi atas nama Prameswari.


Mulanya, hal itu dilakukan agar Pram bisa betah tinggal di negeri itu hingga tak perlu mengurusi ***** bengek di negeri lain. Lantas perlahan jika ada kesempatan emas, jiwa Pram akan dicuri dan dipenjarakan di Anathemus. Jadi, Bemius dan para pengikutnya tetap aman tanpa ancaman.


Namun, Bemius mengubah segala rencana itu sebab kabar kehadiran anak purnama ketujuh juga membuat para jin dari golongan putih hendak melamar Pram agar bergabung dalam timnya. Lantas memperkuat diri guna melawan Bemius dan para jin hitam. Oleh sebab itu, kemudian Bemius mengutus seorang gelandangan untuk memberikan sebuah kalung medalion yang merupakan duplikat dari yang asli, yang mampu digunakan untuk mendeteksi keberadaan Pram. Mereka segera mengubah rencana agar tidak kalah cepat dengan para jin putih.