
Pram bersiap untuk memulai prosesi pengaktifan cakra. Arahan dan intruksi Kakek Putih ia laksanakan dengan sebaik mungkin.
Cakra Dasar (Muladhara)
Cakra pertama yang diaktifkan adalah Cakra Dasar atau Muladhara. Cakra ini terletak pada ujung tulang ekor, memiliki warna merah, dan terdapat empat buah berkas sinar yang mengelilinginya. Cakra dasar merupakan pusat energi terbesar yang sangat mempengaruhi keinginan manusia untuk mempertahankan kehidupan. Mengaktifkan cakra dasar akan membuat seseorang cenderung lebih sehat, kuat, memiliki pendirian yang teguh, serta memiliki keinginan yang kuat untuk selalu tetap hidup.
Jika cakra ini tidak terlalu aktif, seseorang cenderung takut atau gugup, dan merasa tak diinginkan. Namun, jika cakra ini mendominasi, akan muncul sifat materialistis ataupun sifat lainnya yang cenderung mementingkan kebutuhan atau keinginan pribadi.
Kakek Putih meminta Pram meningkatkan kesadarannya untuk memperkuat cakra. Pram melakukan beberapa gerakan yoga. Lalu, Pram melakukan grounding sendiri. Ia berdiri tegak dan santai, meletakkan kaki selebar bahu, dan sedikit menekuk lutut. Panggul ke depan sedikit untuk menjaga tubuhnya tetap seimbang, sehingga berat badan merata di atas telapak kakinya. Kemudian, Pram mengarahkan berat badan ke depan.
Setelah beberapa menit tetap dalam posisi demikian, Pram duduk bersila dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk bersentuhan lembut di atas lutut. Sang kakek guru memintanya untuk berkonsentrasi pada letak cakra dasar, namun dengan kondisi tubuh yang rileks. Terus begitu sampai pikiran dan perasaan “bersih”.
Pram mampu melewati proses pengaktifan Cakra Muladhara dengan mudah. Kini cakra dasarnya telah berfungsi dengan sangat baik.
Cakra Sakral (Cakra Svadisthana)
Cakra Sakral atau Cakra Svadisthana memiliki warna orange dengan 6 berkas sinar yang mengelilinginya. Cakra ini berkaitan dengan perasaan dan sistem reproduksi. Oleh sebab itu, cakra ini juga dikenal dengan cakra ****, karena erat kaitannya dengan seksualitas.
Jika terbuka, akan muncul rasa kebebasan, tanpa terlalu emosional. Seseorang akan terbuka untuk afinitas dan bisa bergairah. Selain itu, seseorang yang cakra sakralnya aktif dengan baik juga tidak memiliki masalah seksualitas.
Jika cakra sakral kurang aktif, seseorang cenderung emosional atau tidak tenang, dan tidak terbuka pada siapa pun. Selain itu, akan mengalami gangguan kandung kemih dan ginjal, gangguan alat kelamin dan problem seksual, gangguan pinggang dan banyak yang lainnya.
Untuk mengaktifkan cakra ini, Pram diminta berlutut, dengan punggung lurus, tapi santai. Ia kemudian meletakkan tangannya di pangkuan (di atas paha) dengan posisi telapak tangan bertumpuk (tangan kiri di bawah tangan kanan) menghadap atas dan kedua ujung ibu jari kanan dan kiri bertemu. Sehingga jika dilihat dari depan, tangan membentuk huruf 'o' namun tidak bulat sempurna.
Pram berkonsentrasi pada cakra sakral yang bertitik pusat di tulang punggung bagian bawah. Ia menjaga pikirannya untuk tetap memikirkan cakra sakral dan pengaruhnya bagi dirinya. Pram tetap menjaga posisinya hingga benar-benar rileks.
Cakra Solar Plexus ( Manipura )
Cakra Manipura atau solar plexus terletak pada 5 cm di atas pusar. Sehingga cakra ini juga biasa disebut dengan cakra pusar. Cakra pusar berwarna kuning dengan memiliki 10 berkas sinar di sekelilingnya.
Cakra manipura memiliki fungsi yang berkaitan dengan rasa cinta, empati, belas kasihan, memahami, mudah beradaptasi, simpati, kebaikan, keramahan, dan sistem imun.
Cakra manipura ini juga mengelilingi kepercayaan diri, terutama ketika dalam kelompok. Saat berada di tempat terbuka bersama orang lain, individu dengan cakra manipura yang aktif merasa memegang kendali dan memiliki perasaan yang baik dalam diri.
Jika cakra solar plexus dalam diri seseorang kurang aktif, maka individu akan cenderung pasif dan bimbang. Juga memunculkan rasa kurang menghargai diri sendiri.
Jika cakra solar plexus over-aktif, seseorang akan cenderung angkuh dan agresif.
Pram telah siap untuk mengaktifkan cakra manipura dalam tubuhnya. Ia melakukan gerakan permulaan yang sama dengan gerakan awal saat mengaktifkan cakra sakral, yakni berlutut, dengan punggung lurus, tapi santai.
Setelah itu, ia meletakkan tangannya di atas perut, sedikit di bawah ulu hati. Ia menelakupkan kedua telapak tangannya, seperti orang yang hendak bersalaman dengan orang lain. Sedangkan posisi kedua ibu jarinya bersilang dengan posisi ibu jari kanan di bawah ibu jari sebelah kiri.
Pram lantas berkonsentrasi pada Cakra Pusar dan pada tulang belakang, sedikit di atas pusar. Sambil terus berpikir soal cakra dan pengaruhnya pada kehidupan, Pram terus menjaga posisinya hingga benar-benar rileks.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bagian-bagian pengaktifan Cakra mungkin akan sedikit membosankan karena berisi teori-teori. Teori ini bersifat fakta sehingga meskipun ini hanya novel, reader bisa menambah wawasan tentang Cakra dari novel ini.