After Death

After Death
Bagian 51: Pengaktifan Cakra II




Cakra Jantung ( Anahata )



Cakra anahata berwarna hijau, memiliki 12 sinar dan terletak pada jantung. Cakra jantung berkaitan erat dengan rasa kasih sayang, ketulusan, kerendahan hati, dan kejujuran seseorang.


Individu dengan cakra anahata yang aktif biasanya menjadi orang yang ramah dan penyayang. Sedangkan orang yang mengalami gangguan pada cakra anahata ini memiliki kecenderungan sifat yang egois, dingin, dan tidak ramah. Sementara itu, jika over-aktif seseorang menjadi cenderung sangat “mencintai” orang-orang yang menderita karenanya. Perasaan yang terlalu mencintai itu terkadang justru memunculkan keegoisan pula.


Pram memulainya dengan duduk bersila. Lantas Kakek Putih memintanya untuk membiarkan ujung jari telunjuk dan ibu jari bersentuhan, baik di tangan kanan maupun pada tangan kiri.


Kemudian Pram meletakkan tangan kirinya di lutut kiri dan tangan kanannya di depan bagian bawah dada. Ia lantas berkonsentrasi pada Cakra Jantung dan tulang belakang dengan hati, berpikir tentang pengaruh aktifnya cakra jantung pada kehidupanya. Pram terus melakukan hal itu hingga ia merasa benar-benar santai, dan “bersih” kembali perasaannya.



Cakra Tenggorokan ( Vishuda )



Cakra vishuda berwarna biru muda dengan 16 berkas sinar, dan terletak pada kelenjar tiroid di tenggorokan manusia. Cakra tenggorokan berkaitan dengan kreativitas dan kemampuan berhubungan dengan sesama manusia. Cakra vishuda yang aktif akan membuat seseorang mampu berhubungan secara baik dengan sesamanya. Selain itu, cakra vishuda juga didasarkan pada ekspresi diri dan komunikasi. Oleh sebab itu, ketika cakra terbuka atau aktif seseorang akan lebih mudah mengekspresikan diri termasuk di antaranya melalui seni.


Bila cakra vishuda dalam diri seseorang kurang aktif, biasanya akan menunjukkan salah satu ciri orang yang pemalu, yakni tidak banyak bicara atau cenderung diam. Demikian pula sebaliknya, individu yang memiliki cakra tenggorokkan yang over-aktif akan cenderung suka berbicara, dan menjadi pendengar yang buruk. Selain itu, perilaku terlalu banyak berbicara juga cenderung akan mengganggu banyak orang.


Satu catatan penting yang diberikan Kakek Putih pada Pram menyoal cakra ini adalah cakra vishuda dapat terblokir jika seseorang sering berbohong.


Sebelum memulai kembali prosesi pengaktifan cakra, Pram menarik napas panjang guna mengumpulkan lebih banyak energi. Ya, proses pengaktifan cakra-cakra sebelumnya cukup membuat dirinya lelah.


Kini Pram duduk menekuk lututnya ke belakang. Ia lantas menyilangkan jari-jarinya di bagian dalam tangan, tanpa jempol. Kedua ujung ibu jarinya hanya bersentuhan.


Selanjutnya, Pram berkonsentrasi pada cakra tenggorokan di dasar tenggorokan. Selama melakukan hal tersebut Pram terus merelaksasikan tubuhnya dan memikirkan pengaruh atas tindakan yang dilakukannya itu pada kehidupannya.




Cakra ajna berwarna biru indigo dan terletak di dahi di antara kedua mata. Membuka cakra ajna akan membuat seseorang memiliki kemampuan cenayang yang bagus, cenderung banyak bermimpi, dan memiliki kreativias yang tinggi. Cakra ini juga sering dikaitkan dengan mata ketiga atau indra keenam.


Jika cakra ajna dalam tubuh manusia kurang aktif, seseorang akan cenderung melihat orang lain seperti yang ada dalam pikirkannya, terlalu sering mengandalkan kepercayaan, dan juga cenderung bingung dalam waktu yang lama setiap harinya.


Jika cakra ajna over-aktif, individu akan cenderung untuk hidup dalam imajinasi dunia sepanjang hari. Pada tingkat ekstrem, seseorang bisa menderita lamunan atau bahkan halusinasi.


Cakra ajna atau mata ketiga dalam tubuh Pram telah terbuka dengan baik. Dan Pram belum mengetahui itu. Justru mata-mata Bemiuslah yang mengetahuinya.


Sebelum Pram memulai prosesi pengaktifan cakra, Kakek Putih memintanya untuk berhenti sejenak. Rupanya ia paham bahwa cakra itu telah terbuka dengan baik.


"Kali ini cakramu sudah terbuka."


"O, iyakah? Apa itu artinya aku bisa langsung lanjut ke cakra berikutnya, Kek?"


"Tidak. Kau harus tetap melakukan prosesi ini. Selain untuk membuka cakra, apa yang telah kau lakukan juga bisa digunakan untuk meratakan dan menyeimbangkan cakra. Kau masih ingat tentang pentingnya keseimbangan cakra, bukan?"


Pram mengangguk. Ia menarik napas panjang lagi. Lantas melakukan arahan dan petunjuk Kakek Putih dengan intensif.


Pram duduk bersila. Ia meletakkan tangannya di depan di antara dada dan perut. Mulanya, Pram mempertemukan kedua telapak tangannya dengan posisi seperti hendak menyalami orang lain. Kemudian, ia menekuk jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis secara bersamaan, baik pada tangan kiri maupun tangan kanan. Berikutnya, ia mempertemukan kedua ujung jari kelingkingnya. Demikian pula dengan jari jempol, jempol tangan kanannya menyentuh jempol tangan kirinya. Posisi dua ibu jari tersebut mengarah ke badannya.


Pram lantas berkonsentrasi pada titik pusat cakra mata ketiga, letaknya yakni sedikit di atas bagian tengah dua alis. Ia merelaksasikan tubuh secara alami, dan terus berpikir tentang cakra ajna, dan bagaimana pengaruhnya pada kehidupan. Pram baru menghentikan proses tersebut ketika ia merasa telah benar-benar 'bersih'.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sabar ya... Masih ada satu chapter lagi yang membahas teori Cakra 😄😄