
Apa yang diungkapkan Kharon tentang
teknik penyembuhan itu adalah teknik self healing di mana semua manusia normal
pun mampu melakukannya. Tubuh manusia diciptakan untuk menanggapi respon sugesti.
Sehingga keberadaan sugesti positif sangat diperlukan dalam hal apa pun. Begitu
juga Prameswari yang ingin segera sembuh dari luka-lukanya, ia melakukan sebuah
meditasi untuk bercakap-cakap dengan seluruh bagian tubuhnya agar berkenan
untuk menuruti instruksinya.
Tanpa disangka-sangka, Prameswari berhasil melakukan penyembuhan terhadap lukanya bahkan sebelum menginjak di menit ke 120 saat meditasi.
“Proses penyembuhan itu banyak
dibantu oleh batu-batu giok yang diletakkan mengelilingi dirimu selama bermeditasi. Berterimakasihlah kepada pacarmu itu.”
Prameswari tersenyum pada Dante dan mengucap banyak terima kasih. Tak lupa Pram juga mencoba teknik penyembuhan kepada Dante yang tubuhnya kaku akibat terkena hipotermia. Pram memusatkan konsentrasinya untuk berbincang-bincang dengan tubuh Dante dan memberi instruksi kepada tubuh Dante untuk mengalirkan hawa hangat melalui aliran darah.
Pram lagi-lagi berhasil
melakukannya. Ia pun meminta Kharon untuk segera membelah diri dan lekas-lekas membawa kabur kalung medallion yang telah memancarkan radar keberadaan mereka.
“Aku berjanji akan menyembuhkanmu jika Kau terluka. Kurasa aku sudah memahami bagaimana teknik-teknik penyembuhan.”
***
Setelah Kharon membelah diri dan
membawa lari kalung medallion tersebut, Kharon langsung jatuh ambruk. Wujudnya
kembali menjadi Harimau Putih. Ia mendengkur berat menandakan bahwa
pernapasannya sedang tak bagus akibat menahan kelelahan dan sesak pasca
“Jika aku tak segera mendapatkan
energy yang cukup, besok-besok aku sudah tak bisa lagi mengubah wujudku menjadi manusia. Itu artinya aku akan selamanya berwujud binatang. Aku lupa kalau kita sedang berada di Dataran es. Di suhu dingin, kekuatan yang kukeluarkan akan menjadi berlipat karena aku bukan penghuni iklim ekstra dingin. Aku kehabisan
hampir seluruh kekuatan dan daya tahan tubuhku.”
“Aku merasakan ada hawa jahat sedang menuju kemari di jarak 2500 mil. Kau bersembunyilah di tubuhku dan serap
sebanyak mungkin energy yang kukeluarkan.”
Pusaka Batu Giok telah membuat tubuh Prameswari menjadi lebih siap menerima dan mengembangkan berbagai ilmu-ilmu kebatinan. Saat ini ia yakin bisa melindungi dua pria yang sedang tak sehat
fisiknya itu. Prameswari dengan mengandalkan instingnya dia meletakkan beberapa keeping batu giok melingkari keberadaannya. Prameswari seperti sedang kesurupan. Dia sibuk mengucapkan beberapa mantera yang entah ia dapat dari mana. Kemudian mantera itu menjelma menjadi sebuah perisai.
Dalam pandangan kasat mata,
Prameswari sedang duduk bersila menunggui Dante yang masih lemas tubuhnya, dan juga menunggui Kharon yang bersembunyi di tengkuknya. Tetapi anehnya, begitu ada kawanan Jin Hitam dengan aneka rupa-rupa mengerikan menyisir tempat itu, mereka seolah tidak melihat apa-apa. Keberadaan Pram tidak terlihat dan tidak tercium.
Ternyata mantera yang diucapkan
Prameswari merupakan mantera yang diucapkan Kharon dalam hati saat ia membuat perisai di Rumah Sakit. Kini Prameswari mengerti bahwa ada dua jiwa di tubuhnya yang sama-sama saling aktif. Yaitu dirinya dan pikiran bawah sadarnya. Pikiran bawah sadar Prameswari menangkap apa pun yang tak tertangkap oleh pikiran sadar prameswari. Kemudian, saat-saat pikiran sadar Prameswari membutuhkan suatu informasi khusus yang kebetulan diketahui oleh alam bawah sadarnya, si alam bawah sadar akan membisikinya banyak hal.
*********
Episode-episode
ini dibuat dengan agak ngawur dan kemungkikan besar akan segera saya revisi
besok. Terpaksa saya up demi memenuhi persyaratan keikutsertaan kontes
Noveltoon yang mewajibkan batas minimal Novel adalah 20 ribu kata. Sementara
sampai saat ini masih belum mencapai. Maka sepertinya chapter-chapter setelah
ini aka nada versi revisinya. Mohon map dan terima kasih…