
"Ada apa Kharon? Kau mengagetkanku saja." suara Pram terdengar kesal.
"Tidak apa-apa. Biarkan Dante beristirahat. Kau juga, tidurlah di sofa. Tubuhmu sudah terlalu lelah." Kharon membuat tubuh Pram berbaring di atas sofa.
Dante sudah mengerti bahwa ada Kharon dalam tubuh Pram. Dan ia mulai terbiasa dengan suara Pram yang berubah-ubah. Tapi tidak dengan perawat itu. Ia membawa kembali makanan yang dibawanya untuk Dante setelah mendengar Pram berbicara pada dirinya sendiri dengan suara yang bergonta-ganti.
"Biarkan aku menghampiri Dante." Pram mau beranjak dari sofa. Tapi tubuhnya seperti ditarik, sangat berat.
"Diamlah dan tunggu di sini." ucap Kharon tegas. Ia keluar dari tubuh Pram dan berjalan mendekati Dante.
"Tenanglah Dante. Apa yang kau lihat di hutan malam itu hanyalah ilusi. Alam bawah sadarmu baru terlepas dari halusinasi. Kadang hal itu bisa membawa seseorang pada ilusi lain. Tapi kau tak perlu risau. Semua tidak benar-benar terjadi, meski kau tentu merasa hal itu sungguh nyata." penjelasan Kharon membuat Dante terlihat lebih rileks dan tak setegang tadi.
"Aku dan Pram akan pergi menyelesaikan suatu hal. Karena kau masih lemah, tunggulah di sini. Kami akan segera kembali jika urusan itu telah selesai."
Dante mengangguk. Lantas Kharon kembali menyusup ke tubuh Pram.
"Tapi Kharon, bagaimana kita bisa kembali ke Cato tanpa adanya kalung medalion itu?"
"Istirahatlah. Tanyakan semuanya saat kau telah pulih nanti." Pram mengeluarkan suara berat itu lagi.
Ketika Dante terlelap kembali karena mantera Kharon, Pram beranjak meninggalkan rumah sakit dan berjalan menuju taman kota.
***
Pram duduk di atas kursi panjang berwarna putih. Dalam tubuh Pram, Kharon termangu. Ia semakin kesulitan untuk tidak mencurigai Dante. Bau aneh yang sering muncul di tubuh Dante, masih bisa ia abaikan. Namun, apa yang dilihat Dante di Hutan Białowieża sungguh membuat pikirannya semakin kusut.
Lantas, mengapa wujud peri hutan yang dilihat Dante demikian? Itu hanyalah wujud yang akan dilihat oleh jin-jin jahat yang mampu menembus selubung pertahanan dan masuk ke hutan. Penampakan peri merah selalu ampuh mengusir jin-jin tersebut dari Białowieża.
Tapi peri merah tidak pernah memberikan kesempatan kepada jin jahat untuk berlama-lama di dalam hutan. Biasanya ia akan langsung menghantui saat jin itu berhasil menembus selubung pertahanan. Sedangkan Dante, selama beberapa hari di Białowieża, ia tak apa-apa.
"Kharon?"
"Diamlah dan tunggu senja datang. Semoga Eliztanu dan seluruh penghuni Białowieża baik-baik saja."
Kharon juga tak mampu berhenti memikirkan keselamatan sahabatnya. Membuat pikirannya semakin kusut.
"Pram, kali ini berhentilah bertanya dan turuti saja apa kataku. Mulai sekarang, berjaga-jaga dan waspadalah terhadap Dante."
"Tapi kenapa tiba-tiba aku harus begitu? Apa kau sangat cemburu." Pram tersenyum menggoda.
"Kumohon, lakukan saja. Percayalah kalau semua sedang tidak baik-baik saja." suara Kharon yang lirih dan sedikit bergetar menghapus senyum Pram.
________________
***Jangan lupa dukung penulis dengan like, komen & share agar novel ini semakin banyak yang tahu. Penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran dari pembaca demi kebaikan novel After Death ini.
Terima kasih...
________________
IG: @Banin.sn***