
*Buat yang mau tahu bentuknya C4 tapi bukan beras, aku kasih lihat disini*
Ketika diledakkan, C-4 dengan cepat terurai untuk melepaskan nitrogen, air dan karbon oksida serta gas lainnya. Detonasi berlangsung dengan kecepatan ledakan 8.092 m/s (26.550 ft/s). Keuntungan utama C-4 adalah dapat dengan mudah dibentuk menjadi bentuk apa pun yang diinginkan untuk mengubah arah ledakan yang dihasilkan.
Sumber Wikipedia.
Oke kita kembali ke Nadira. Jadi bisa dibayangkan efeknya kalau C4 itu meledak mengakibatkan hancurnya gedung kampus Nadira.
***
New York University Manhattan
Pedro memarkirkan mobilnya di area parkir mahasiswa tapi sebelumnya pria itu memeriksa body cam dan alat penyadap yang menempel di baju Nadira.
Pria itu mengecek satu persatu alat itu dan wajah Nadira tampak memerah karena Pedro tampak dekat dengan dirinya.
Pedro sendiri merasa pusing karena yang diperiksa adalah bagian dada Nadira. 36 cup B sepertinya. Pedro berdehem untuk menetralisir perasaannya.
"Sebentar Nadira, aku cek di ponselku." Pedro mengeceknya dan alat itu berfungsi dengan baik. "Hati-hati, sayang."
Nadira mendelik. "Kamu itu!"
Pedro tersenyum. "Kenapa Nadira?"
Nadira hanya menggelengkan kepalanya. "Aku ke kampus dulu." Setelahnya gadis itu keluar dari mobil Pedro.
Pedro menunggu beberapa saat sebelum akhirnya keluar dari mobilnya.
"Kamu sudah di lokasi, Pascal?" tanya James Stewart ke earpiece Pedro yang berbentuk seperti airpods.
"Ini aku hendak masuk ke kelas Nadira."
"Aku sekarang berada di gedung teknik, menyisir lokasi yang diperkirakan akan menjadi tempat pemasangan b*m. Kami menempelkan mini CCTV portable di sana jadi bisa tahu jika ada yang mencurigakan."
"Aku pun akan melakukan hal yang sama karena aku baru tahu, Alley belakang dapur cafetaria, CCTV nya rusak." Pedro berjalan sambil memindai sekitarnya.
Dilihatnya Harry Burt sedang berjalan menuju gedung teknik. Meski banyak mahasiswa tapi Pedro yang sudah terlatih untuk mengintai unsub seperti elang, bisa melihat incarannya diantara banyak orang.
"James, Harry Burt menuju gedung teknik. Waspadalah! Karena mereka hendak melakukannya pada tanggal 22 Februari ini." Pedro memberitahukan rekannya.
"Oke Pedro. Jaga Nadira."
Tanpa kamu suruh akan aku jaga dengan nyawaku.
***
Ruang Kelas Nadira dan Professor Demetrio
Nadira tampak serius dalam menerangkan tentang filosofi dari Thales. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama dan disebut sebagai bapak filsafat. Karena mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada mitos melainkan pada rasio manusia.
Pedro menatap gadis cantik itu tampak bersemangat memaparkan pemikiran Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan. Menurut Thales air sebagai sumber kehidupan. Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang.
"Secara rasio dan logika, kita bisa melihat bagaimana majunya pola pikir Thales yang melihat air yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan." Nadira memperlihatkan di slide berbagai pandangan Thales dari Miletos lainnya termasuk geometri.
Pedro baru menyadari bahwa Thales menyempurnakan geometri yang sebelumnya dicetuskan oleh Euklides dari Alexandria. Tanpa terasa kuliah dua jam yang diberikan oleh Nadira dan professor Demetrio berakhir dengan tanpa ada rasa bosan karena kedua pendidik di hadapan mahasiswa bisa memberikan penjelasan yang menarik termasuk Pedro. Pria itu semakin kagum dengan gadis di hadapannya.
Usai memberikan kuliah, Nadira lalu bergegas menuju ruang kuliahnya sendiri karena dia harus menghadirinya.
Pedro seperti biasa mengawasi dari kursi yang tersedia diluar ruang kelas. Bagaimana pun dia harus tetap waspada karena unsub yang dihadapi adalah pendukung fanatik Aryan.
***
Ruang Kelas Nadira
Nadira memang dibekali bela diri karate tapi soal mental menghadapi hal-hal seperti ini, dia masih kalah jauh dibandingkan dengan Leia Bianchi. Leia kan memang darahnya perpaduan antara Mafia dan Yakuza. Lha aku? Perpaduan antara chef dan ibu galak. Nadira menyesal dirinya tidak sebar-bar Leia dan Blaze ataupun mommy nya sendiri, Aruna.
Duh ya Allah, semoga segera tertangkap dengan bukti di tangan agar aku bisa kuliah dengan tenang lagi. Nadira tampak khusyuk berdoa meskipun matanya seperti memperhatikan kuliah padahal pikirannya melanglang buana.
Nadira tidak sabar kuliah selesai karena dirinya ingin segera kabur dari tatapan Fred Wilcox.
Akhirnya perkuliahan selesai dan Nadira pun berjalan keluar kelas tapi Fred langsung menghampirinya dan menekan punggungnya dengan sebuah pistol plastik.
"Jalan McCloud!" bisik Fred Wilcox dengan nada ancaman.
"Apa yang kamu lakukan Fred?" tanya Nadira terkejut dirinya ditodong pistol.
"Kami tahu yang mendengar percakapan kami itu adalah kamu!"
Nadira terdiam. "Kamu salah menuduh!"
Fred tertawa kecil di sisi telinga Nadira yang terdengar mengerikan. "Pengawas CCTV memberitahukan aku bahwa ada agen FBI yang menyamar dan aku tahu siapa pria itu! Karena kami melihat bagaimana b*m kami dijinakkan oleh orang itu! Dan kami tahu kamu yang melaporkan!"
Nadira merutuk dalam hatinya yang kurang hati-hati. Sialan! Harusnya aku lebih banyak bergaul dengan Leia!
Fred lalu mendorong Nadira berjalan melawan arah yang tidak terlihat oleh Pedro dan membawanya menuju gudang tempat janitor meletakkan berbagai macam alat-alat kebersihan.
"Selamat menuju neraka, McCloud!" seringai Fred yang mendorong Nadira masuk lalu menguncinya.
Nadira berbalik hendak membuka pintu tapi dirinya terbelalak melihat banyaknya C4 yang tertempel disana.
"Astaghfirullah! Pedro! Help!" teriak Nadira ke alat sadap dan bodycam nya.
***
Pedro berlari mencari Nadira yang berada di ruang janitor. Jantungnya berdegup kencang melihat pemandangan yang berada disana. Gadisku dikelilingi oleh C4.
Pria itu melihat Fred yang menyeringai kejam dan tanpa basa basi, Pedro langsung menembak Fred tepat di tengah kepalanya. Pria itu langsung tersungkur dan membuat kehebohan di kampus. Beberapa agen FBI yang menyamar langsung menghampiri Pedro.
"What are you doing Pascal!" teriak salah satu rekannya.
"Bantu aku! Nadira McCloud dalam bahaya!" teriak Pedro tanpa memperdulikan mayat Fred dan segera menuju ruang janitor.
Pedro mencoba membuka pintu itu tapi dirinya tidak mau gegabah takut ada booby trap di baliknya.
"Nadira, tolong arahkan body cam mu ke pintu. Aku takut ada jebakan disana." Pedro berbicara dengan Nadira melalui alat penyadapnya.
"Pedro... aku takut!"
"Jangan takut! Aku akan melindungi kamu!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️