The Bianchis

The Bianchis
Takeshi Shock



Kediaman Takara


Emi tiba di rumahnya menjelang jam delapan malam karena tadi seperti biasa Marissa meminta dirinya makan malam dulu di rumah. Seharian tadi usai makan siang, Luca mengajak Emi untuk berjalan-jalan ke mall milik keluarga Al Jordan di daerah Shibuya.


Emi memang tidak pernah tahu berapa kekayaannya keluarga Luca karena setahunya, lebih dari kekayaan keluarganya.


Puas berjalan-jalan di mall, keduanya pulang dan kali ini Emi membawa baju ganti yang dia letakkan di duffle bag dalam mobilnya. Seperti kemarin, Emi pun mandi di rumah Luca.


Dan kini, Emi tiba di rumah dan mendengar suara pedang beradu di halaman belakang. Tergesa Emi pun berlari ke belakang dan melihat Otousan nya sedang bermain Kendo dengan pedang asli, katana yang selalu dibawanya jika pulang dari markas.


Emi melongo melihat Takeshi asyik bertanding dengan Tadashi sedangkan Shiki duduk dengan tenang mengawasi bossnya sambil menikmati teh panas.


Sebenarnya yang boss itu siapa? Otousan atau si calon teman Yeti di Himalaya sih?


"Otousan!" teriak Emi ke arah ayahnya.


"Eh? Putri precious Otousan sudah datang. Tadashi, kita istirahat dulu." Takeshi lalu menyarungkan katananya. "Ngapain kamu seharian ini Emi sayang di rumah mafia reseh itu?"


"Masak, makan, ngobrol, jalan-jalan..." Emi melihat Tadashi memasang wajah datar namun dia bisa merasakan pria itu tidak suka saat dia membicarakan hubungannya dengan keluarga Bianchi. "Otousan, kenapa harus tanding kendo pakai katana beneran sih? Kalau Tadashi kena gimana?"


"Tenang nona Emi, rumah sakit dekat." Emi menoleh ke arah Shiki yang menjawab pertanyaannya.


"Kamu tuh droid macam C3PO ya? Tidak punya perasaan!" sindir Emi yang tadi dipaksa Luca untuk nonton Star Wars jadi dirinya masih ingat beberapa tokohnya.


"Hati saya memang seperti ini nona Emi, apa adanya" balas Shiki.


"Otousan, kirim Shiki ke Himalaya atau Tibet sekalian. Biar dia berteman dengan Yeti!" teriak Emi kesal.


"Sayang, jangan kirim Shiki ke Himalaya."


"Lalu? Kemana?"


"Antartika biar menjadi penggembala pinguin" sahut Takeshi asal.


***


Emi mendengarkan cerita Takeshi tentang permasalahan yang terjadi di klan hingga membuat ayahnya tidak pulang dua hari. Emi bersyukur bahwa semua peristiwa yang terjadi di klannya Yakuza ayahnya sudah bisa diselesaikan.


"Bagaimana hubungan kamu sama Sono gaki?" tanya Takeshi ke putrinya.


"Kami resmi pacaran Otousan."


"Oh... AAAPPAAA? KAMU PACARAN DENGAN ANAK MAFIA BRENGSEK ITU?" teriak Takeshi langsung berdiri heboh. "YANG BENAR SAJA EMIIII!"


Emi hanya menutup telinganya. "Otousan, Luca baik kok... Keluarganya juga bisa menerima aku..."


"TENTU SAJA MEREKA MENERIMA KAMU! Kamu itu preciousnya Otousan, Emi. Kok bisa pacaran sama anak nakal itu?"


"Otousan. Apa yang jadi kriteria calon menantu Otousan?"


"Yang jelas bukan dari keluarga kaleng-kaleng, bisa bela diri, melindungi kamu, sayang sama kamu, cinta sama kamu, dan orang Jepang!"


"Semua ada di Luca, dia juga ada keturunan Jepang Dan Korea. Bukan keluarga kaleng-kaleng bahkan Otousan berbisnis dengan keluarga Bianchi. Luca sayang dan cinta sama aku. Bukankah Otousan dulu pernah bilang lebih baik bertemu dengan orang yang mencintaimu daripada kamu yang jatuh cinta tapi yang kamu cintai tidak membalasmu?"


Takeshi melongo. "Dia lebih kelihatan Italianya Emiiii..."


"Kan papanya orang Italia. Lagipula, dia juga jago Kendo!"


"Sudah, gini saja! Suruh anak nakal itu bertanding Kendo lagi dengan Otousan! Kalau dia kalah, setahun tidak boleh berhubungan sama kamu!"


"Kalau Luca menang?"


***


Instalasi Jenazah Tokyo University Hospital


Seperti biasa di hari Senin ini, Joey datang paling pagi untuk membersihkan semua peralatan dan lemari tempat menyimpan jenazah. Apalagi yang shift malam sering seenaknya berantakin apa yang sudah disusun Joey dan Dokter Daisuke. Sudah berapa kali Joey ribut dengan shift malam tapi tetap saja bikin darting.


Kalau istilah Oma Miki, nek pancen kemproh ya kemproh wae ( kalau memang jorok ya jorok saja ).


Joey lalu menyalakan lampu ruang jenazah yang terang benderang bagaikan di ruang operasi.


"Selamat pagi wahai para mayat penghuni alam milik Hades! Apa kalian sudah bertemu Hades? Pilih Hades Clash of Titans atau Hades di film Hercules Disney? Aku sih milih Hades Disney, he's so funny... Zeusy, I'm home!" ucap Joey sambil mempersiapkan air berisikan disinfektan, sarung tangan plastik dan sikat serta pel.


Joey pun asyik melakukan tugasnya yang sudah biasa dia lakukan dengan santai.


Memories follow me left and right


I can feel you over here, I can feel you over here


You take up every corner of my mind


Your love stays with me day and night


I can feel you over here, I can feel you over here


You take up every corner of my mind (what you gon' do now?)


Joey menyanyikan lagu lama milik Charlie Puth feat Jungkook aka Jekey of BTS.


"I can feel you over here, eh penampakan perempuan... I can feel you over here, eh penampakan anak kecil ... You take up every corner of my mind..." Joey berhenti mengepel lantai. "Wait a minute! Sejak kapan ada jenazah perempuan dan anak kecil disini?"


Joey langsung membuka komputer dan mencari katalog yang dimasukkan oleh shift hari Minggu kemarin disaat dirinya libur.


"Haaaaahhh? Ada korban kecelakaan? Kok nggak langsung diautopsi kepoli... What the hell!" serunya.


"Ada apa Bianchi? Pagi-pagi kamu sudah heboh!" ucap Dokter Daisuke melihat asistennya tampak bingung.


"Dokter Dai, kita kedatangan jenazah. Dua!" ucap Joey sambil menoleh ke arah mentornya.


"Siapakah korbannya Bianchi?"


"Istri dan anak Satoru Kawaguchi."


Dokter Daisuke menjatuhkan tas nya.


"Apa?" bisiknya.


"Apa yang terjadi Dok?" Joey menatap bingung.


"Aku juga tidak tahu" ucapnya.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️