The Bianchis

The Bianchis
Joey ke Chicago



Empat Bulan Kemudian


Joey dan Georgina akhirnya melaksanakan ijab qobul dengan sangat sederhana karena dua bulan sebelumnya Reana Blair O'Grady melangsungkan pernikahan dengan Pandu Dewanata secara besar - besaran.


Bukan tanpa alasan kenapa Joey melakukan pernikahan secara mendadak tapi mereka berdua yang sudah resmi menjadi dokter bedah dan dokter gigi itu ditempatkan di sebuah rumah sakit di Chicago secara bersama.


Joey memilih untuk menikah dengan Georgina karena dirinya lebih nyaman tinggal bersama dengan kekasihnya dengan status halal. Pernikahan mendadak itu dilaksanakan di sebuah mesjid di New York yang hanya dihadiri keluarga disana. Lainnya hanya menyaksikan melakui tayangan zoom.


"Lu nikah karena memang bisa hidup bareng dengan mbak Gina atau memang sudah DP duluan?" tanya Hoshi tanpa filter membuat Joey menjewer kuping adiknya.


"Lu tuh kalau ngomong dipikir dulu bambaaannggg! Enak saja DP duluan ! Kagak lah! Bisa disunat dan dilempar ke Empang sama bokap gue!" cebik Joey gemas ke adik sepupunya yang terkenal mulut cabe.


"Lha mana gue tahu. Yang tahu kan cuma elu, mbak Gina dan Allah. Kalian kan dokter, siapa tahu main dokter-dokteran mempelajari anatomi manusia secara live?" sahut Hoshi dengan tersenyum smirk.


"Astagaaa dragon ball! Gue tahu elu jenius tapi halumu kejauhan cumiii! Kok bisa sih gue punya adik kayak elu?"


"Ya nasibmu bang punya adik kayak gue!" cengir Hoshi.


"Musibah benar yang bakalan jadi bini lu!"


"Eh sorry ya bang. Suatu kehormatan dan berkah ada cewek yang bakalan gue pilih jadi bini gue! Karena gue adalah tipe setia. Kalau udah suka dan cinta sama tuh cewek, gue gak bakalan duain dia!" ucap Hoshi yakin.


"Tapi kalau tiap hari lihat bentukanmu macam dragon breath seperti ini, siapa yang betah Hoshiiii..." Joey merasa gemas sama adiknya yang muka cantik itu.


"Yakin deh bang, gue bakalan jauh berbeda daripada yang gue lakukan ke kalian - kalian" kekeh Hoshi.


"Eh Hosh, elu tuh sama Opa Eiji lagi perang Malvinas ( perang Falkland ) ya? Kok dari tadi Opamu mau ngobrol sama elu tapi kagak jadi-jadi."


Hoshi mendengus. "Siapa yang nggak jengkel bang. Aku tuh nginap di tempat Opa karena disuruh bokap. Baru tidur dua jam dibangunin diajak ghibah. Bete dong aku!"


Joey terbahak. "Hosh, Opamu tuh sayang sama kamu lho. Serius!"


Hoshi mendecih. "Sayangnya itu bikin darting orang, tahu nggak bang!"


Joey terbahak. "Ada kalanya kamu kasih lihat ke Opa Eiji kalau kamu sayang sama dia" bujuk Joey karena bagaimanapun dia tahu Eiji sayang dengan cucunya satu ini.


"Gampang lah bang!" sahut Hoshi cuek.


***


"Akhirnya jadi keluarga beneran ya setelah sebelumnya cuma sekedar sepupu Nemu" kekeh Reana ke Georgina.


"Iya lho Re. Nggak nyangka saja gara-gara kita dikirim ke Chicago jadi harus nikah s


dadakan. Mana Joey lamarnya kacau pula!" sungut Georgina yang pagi ini memakai gaun lengan panjang warna putih karena mereka berada di mesjid.


"Pasti absurd" senyum Emi yang datang dengan perut yang sudah membesar karena hamil lima bulan.


"Duh yang hamil kembar. Nggak engap tuh?" goda Georgina ke iparnya.


"Engap sih tapi aku menikmatinya. Ngomong-ngomong soal ngidam itu kok kadang nggak masuk akal ya" gumam Emi.


"Memangnya kamu ngidam apa?" tanya Reana.


"Tri semester pertama, aku tidak mau dipeluk Luca kalau tidur karena pasti muntah dan terpaksa kami tidur di dua tempat tidur terpisah. Dan Luca pun manyun tapi lucunya, paginya aku maunya dipeluk - peluk bahkan sampai acara jenguk si kembar" kekeh Emi.


"Kamu nggak ngidam makanan apa gitu?" tanya Georgina.


"Kimchi dan mangga muda! Aku sekarang kalau makan harus ada kimchi dan buahnya mangga muda dikasih bumbu rujak. Duh gak kebayang anakku bakalan judes kayak aku deh gegara suka makanan asam gitu." Emi mengelus perutnya.


"Lho memang kenapa?" tanya Reana.


"Kata Otousan, dulu almarhum okāsan waktu hamil aku makan harus ada asam dan pedas, jadinya aku deh yang judes" gelak Emi.


"Kalau anakku nantinya pasti sama slengeannya sama Joey" gumam Georgina.


"Kok tahu?" tanya Emi.


"Feeling saja sih. Kalian kan tahu bentukannya Joey macam apa?"


Reana dan Emi tertawa mengingat memang Joey itu seenaknya sendiri.


"Tapi aku rasa, selain slengean juga bar-bar macam kalian berdua" senyum Emi.


"Oh iya mengingat dulu Joey sering menghajar orang yang tidak sesuai dengan prinsipnya." Georgina memegang pelipisnya.


***


Joey dan Georgina langsung terbang ke Chicago keesokan harinya bahkan tidak memikirkan malam pertama karena mereka harus segera mendapatkan apartemen yanh dekat dengan Kindred Hospital Chicago Illinois.


Dalam pesawat komersial yang membawa mereka dari New York, Joey tersenyum melihat bagaimana wajahnya yang bahagia akhirnya berhasil meminang gadis cantik idamannya.


"Joey, aplikasi kita untuk menyewa apartemen di Larabee Apartemen yang dekat dengan Kindred Hospital dikabulkan" ucap Georgina saat membuka emailnya. "Hari ini jam satu sore kita sudah ditunggu oleh pemiliknya."


"Good. Jadi kita sudah ada tempat istirahat dan nggak usah ke hotel."


"Tapi dua kasurnya tidak ada. Jadi kita pesan kasur secara online, Joey. Jika kita bisa masuk siang ini, sore kasur sudah bisa datang."


Joey mengangguk.


***


Pesawat yang membawa Joey dan Georgina dari New York ke Chicago akhirnya tiba setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam. Keduanya pun langsung naik taksi menuju dealer mobil Range Rover dan Joey langsung membeli mobil saat itu juga.


"Kok langsung beli?" tanya Georgina ke Joey di dalam mobil setelah mereka menyelesaikan administrasi nya.


"Kita kan tidak tahu sampai kapan di Chicago dan jika tugas disini selesai, barang-barang bawaan tinggal masuk ke dalam mobil. Beres deh!"


Georgina hanya mengangguk.


"Emi akhirnya resign ya dari bank tempatnya bekerja karena perutnya sudah membuatnya susah bergerak" ucap Georgina.


"Lha bawa kembar berarti double berat, G. Mana Emi kan badannya termasuk kurus."


Georgina tertawa. "Iya, Emi terlalu kurus menurut ku tapi semenjak menikah dengan Luca, dia agak berisi."


"Luca kan hobi makan apalagi Emi juga hobi masak dan diajari banyak resep sama Oma, Tante Marissa dan mommy."


"Maaf ya Joey, aku tidak terlalu pintar memasak" ucap Georgina. Gadis berdarah Irlandia itu bukan tipe pecinta masuk dapur dan hanya bisa memasak sekedarnya.


"Hei, kita bisa pesan. Lagian aku tidak mau kamu capek-capek dari rumah sakit masih harus memikirkan makan apa. Kalau ada pesan online, ngapain repot. Uang aku kalau cuma buat makan, banyak."


"Ya iyalah! Beli mobil seratus ribu dollar cash saja bisa!" sungut Georgina.


Joey terbahak.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️