
Turin, Italia
Hari Senin ini Leia memutuskan untuk melihat - lihat panti jompo yang dibangun nonnanya, Emilia Bianchi, Oma buyut yang tidak pernah dilihatnya tapi fotonya terpasang di mansion Bianchi.
Leia selalu memperhatikan semua leluhurnya yang dipasang foto-fotonya dan bibi Luisa lah yang memberitahukan siapa saja mereka. Kedua orangtua Antonio memilih untuk menikmati hari tua tinggal di New Zealand dan menjadi pengusaha anggur disana.
Mansion yang besar itu kebanyakan diisi para pelayan dan pengawal sebab hanya Antonio yang tinggal disana karena sepupunya yang lain lebih memilih tinggal di Roma ataupun Milan.
"Signora butuh pengawal?" tanya Bibi Lusia. "Takutnya nanti anda nyasar."
"Ah iya, aku kan tidak hapal jalan Turin meskipun ada map. Ada siapa di mansion sekarang?" tanya Leia.
"Ada Juan, ada Vernon."
"Kekurangan kelebihan masing-masing?"
"Juan hapal jalan tikus tapi takut tikus..."
Leia terbahak.
"Vernon tidak terlalu hapal jalan tapi dia bisa menghapal orang cepat" sambung bibi Luisa.
"Aku bawa dua-duanya saja deh! Kayaknya lucu." Leia pun bersiap dengan mengambil tas Gucci nya.
"Bibi bilang pada mereka dulu biar sekalian mempersiapkan mobilnya. BMW atau Rover?"
"Bajaj!" jawab Leia asal.
Bibi Luisa melongo. "Signora, tidak ada bajaj disini. Lagipula itu mobil apa?"
Leia pun mengambil ponselnya dan mencari gambar bajaj lalu ditunjukkan ke bibi Luisa.
Wanita paruh baya itu melongo. "Signora Leia Skywalker Takara Bianchi! Yang benar saja keluarga Bianchi naik mobil mainan macam ini?" ucapnya gusar dan gemas dengan putri Luca Bianchi. "Kamu itu mirip daddymu kalau lagi usil!"
Leia tertawa terbahak-bahak. "Lagian bibi bertanya naik apa? Ya aku jawab saja yang terlintas."
"Kan bibi menawarkan BMW atau Rover, kenapa jadi bajaj? Hiiihhhh! Signoraaa!"
Leia berjalan keluar pintu utama sambil tertawa. "Sudah, bilang pada Juan, kita naik Bimer ( BMW )."
***
Juan bagian menyetir bersama dengan Vernon menuju panti jompo yang dibangun oleh nonna Emilia dan Leia pun duduk manis sambil melihat pemandangan kota Turin.
"Signora Bianchi" panggil Vernon.
"Yes Vernon?"
"Apa yang akan anda lakukan disana?"
Leia menatap Vernon. "Kamu tuh polos atau memang kepo?"
Juan tertawa. "Dia memang begitu Signora. Jangan dimasukkan ke dalam hati."
"Siapa yang mengurus panti jompo itu, Juan?"
"Signore Alexis, tangan kanan Signore Antonio."
"Apakah Alexis yang mengatur semua cash flow dana bantuan keluarga Bianchi di Italia?"
"Si, Signora."
"Tolong berikan nomor ponsel Alexis. Siapa nama belakangnya?" Leia mengambil ponselnya.
"Alexis Accardi." Vernon mengirimkan nomor kontak Alexis ke nomor ponsel Leia.
Gadis itu tanpa membuang waktu langsung menelpon Alexis.
"Salve signor Alexis. Sono Leia Bianchi ( Halo, Signor Alexis. Saya Leia Bianchi )" sapa Leia saat telponnya menyambung.
"Signorina Bianchi. Cosa posso fare per lei ( Nona Bianchi. Apa yang bisa saya bantu )?" sapa Alexis di seberang.
"Adesso puoi venire alla casa di riposo della famiglia Bianchi ( Apakah anda bisa datang ke panti jompo milik keluarga Bianchi sekarang )?"
"La signorina sta arrivando lì ( apa nona dalam perjalanan ke sana )?" sahut Alexis.
"Si ( yes )."
"Certo che posso. Sarò lì presto ( Tentu saja bisa. Saya segera kesana )."
"Aspetto ( Ditunggu )." Leia mematikan panggilannya.
Leia menatap ke jendela samping mobilnya sambil mengira - ngira berapa usia Alexis.
"Dia sebaya dengan Signore Antonio Bianchi" jawab Juan.
"Oh okay." Leia pun kembali menikmati pemandangan di depannya.
***
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, mobil BMW milik Antonio pun tiba di daerah Laghe Country Side yang dipenuhi kebun anggur Nebbiolo dimana anggur - anggur itu merupakan anggur terbaik untuk wine Barolo.
Wine Barolo adalah wine terbaik dan pasarannya dikuasai oleh tiga keluarga Italia, Bianchi, Mancini dan Esposito. Keluarga besar Leia dari sisi ayahnya, memiliki banyak kebun anggur yang tersebar di wilayah Italia tapi Antonio menguasai di wilayah Turin sedangkan wilayah lain dipegang oleh anggota keluarga lainnya.
"Para penghuni panti disini sangat suka tinggal disini Signora karena bisa ikut panen raya anggur. Bahkan mereka menjadi ikut produktif karena Signore Bianchi mengijinkan mereka bekerja disini" ucap Vernon.
"Tapi mereka kan sudah berumur" ucap Leia.
"Sejak jaman Signora Emilia Bianchi, semua Nonno dan nonna suka bekerja di kebun anggur. Mungkin kami dikira memperkerjakan para penghuni panti tapi mereka sendiri yang meminta sekalian berproduktif dan berolahraga alasannya. Dan jangan khawatir Signora, mereka pun mendapatkan upah jadi bisa menabung untuk dirinya sendiri jika meninggal, sudah siap uang kematian untuk biaya pemakaman" sambung Juan.
Leia hanya mengangguk dan melihat seorang Nonno ( Opa ) dengan semangat memotong anggur.
"Anggur - anggurnya bagus-bagus" puji Leia.
"Nanti Signora bisa mencicipi nya. Kami ada pabrik kecil untuk dijual di panti jompo selain di pabrik kami yang besar.
"Dijual di panti?" beo Leia.
"Iya karena terkadang pengunjung atau anggota keluarga bisa sekalian beli dengan harga lebih murah" senyum Vernon. "Hasilnya bisa dibuat tabungan bersama di panti untuk acara para Nonno dan Nonna seperti ulang tahun serta biaya panti."
Mobil BMW Hitam itu pun masuk ke dalam halaman bangunan khas Italia yang terdiri dari dua lantai di depan dan ada tambahan satu lantai di belakang.
"Wow! Asri sekali." Leia langsung jatuh cinta dengan pemandangan di hadapannya ketika dia turun dari mobil. Bagaimana tidak? Bangunan panti itu langsung menghadap kebun anggur yang luas.
"Pantas si Dante Inferno sumbut mau ambil tanah ini" gumam Leia.
"Tapi ini bukan kebun anggur yang utama, Signora." Sebuah suara bariton membuat Leia menoleh terkejut.
"Anda...?"
"Alexis Accardi" Pria itu mengulurkan tangannya.
Introducing Alexis Accardi
"Leia Bianchi" ucap Leia sambil menyambut tangan itu dan menjabatnya. "Ini luasnya berapa?"
"Dengan bangunan panti jompo, sekitar 20 hektar tapi kebun itu kebun swadaya panti turun temurun yang membuat wine dalam skala kecil. Kebun keluarga Bianchi yang besar di area Turin letaknya lebih selatan dari sini. Disana ada sekitar 100 hektar kebun anggur milik keluarga anda." Alexis mempersilahkan Leia berjalan lebih dulu.
"Berapa total kebun anggur milik keluarga Bianchi di seluruh Italia?" tanya Leia.
"Hampir 500 hektar tapi saya memang hanya memegang yang di Turin, area lain dipegang anggota keluarga Bianchi lainnya" jawab Alexis.
"Dan ini sudah berlangsung turun temurun?"
"Sejak awal panti jompo ini dibangun Signora jadi jika Signor Mancini ingin mengambil tanah ini tetap tidak bisa karena tidak ada bangunan komersial diatas tanah ini." Alexis menatap nonanya yang masih mengedarkan pandangannya.
"Lalu pagar itu?" Leia menunjukkan sebuah pagar yang membatasi antara kebun anggur miliknya dengan kebun anggur yang berada di seberangnya.
"Itu batas tanah antara tanah ini dengan kebun anggur milik keluarga Mancini."
Leia terkejut. "Kebun anggur sebelah itu punya si Dante Inferno?"
"Benar Signora" jawab Alexis.
"Pantas dia ngotot mau ambil tanah ini karena tambahan 20 hektar bisa menambah perluasan kebun anggurnya!" Leia menatap masam ke kebun anggur yang berada dibalik pagar batas.
"Dan sekarang anda tahu kenapa kan Signor Antonio mati-matian menjaga bangunan dan tanah ini." Alexis menoleh ke arah Leia.
"Now I know. Sampai kapanpun, keluarga Bianchi tidak akan menjual tanah ini ke keluarga Mancini!" ucap Leia sambil tersenyum smirk.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️