The Bianchis

The Bianchis
Beda Rasanya



Mansion Al Jordan


"Opaaaaa! Sudah deh ah! Jangan suka usil sama bang Luca!" hardik Hoshi dengan nada jengkel.


"Tapi Hosh..."


"Nggak ada tapi - tapian! Opa salah tuh salah saja! Awas kalau aku dengar Opa jahil lagi! Aku ga bakalan datang lebaran!" ancam Hoshi.


"Eh Toyib junior, jangan gitu lah..." rengek Eiji.


"Opa sendiri yang cari perkara! Dan jangan harap aku main ke rumah opa. Lebaran besok, aku mending ke Jakarta daripada di New York atau di Tokyo! Mending kumpul sama adik-adikku daripada sama Opa!" Hoshi pun mematikan panggilannya membuat Eiji melongo.


"Duh galake! Yanti dulu ngidam apa sih brojolin anak galak macam Hoshi?" gumam Eiji yang membuat semua sepupunya melengos.


"Mas Eiji sendiri lho ya yang cari perkara. Kalau Hoshi sudah bilang nggak ya nggak jadi siap-siap nanti lebaran, cucumu tidak ada acara sungkem sama kamu" cebik Ayame.


"Duh Diajeng Aya-aya... piyeee Iki?" Eiji menatap istrinya dengan tatapan memelas.


"Mbuh mas! Pokoknya salah mas Eiji sendiri!" Ayame hanya bersedekap dan melirik judes ke suaminya yang tidak pernah hilang absurd dan jahilnya meskipun sudah berumur.


"Diajeeennggg..." rengek Eiji. "Semua gara-gara elu J! Elu sih pakai acara laporan ke Hoshi!" Eiji mendelik tajam ke Elang yang hanya mengedikkan bahunya.


"Kalau kamu nggak berulah, nggak bakalan seperti ini lagi Ji" kekeh Duncan.


***


Shibuya Tokyo


Joey mengajak Georgina dan Kieran O'Grady jalan - jalan ke Shibuya. Mereka pun masuk ke dalam mall milik keluarga Al Jordan dan makan cake di toko pastry milik Oma dan tantenya Marissa.


"Ini tehnya enak banget!" ucap Georgina.


"Ini teh wasgitel resep Oma Miki. Sebenarnya ini minuman khas Solo dan Oma lama tinggal di Solo jadi masih kebawa. Soal stok, biasanya nitip Oma Savitri atau nggak Tante Danisha yang tinggal di Solo" terang Joey.


"Rasa tehnya apa ya Joey, tebal?" komentar Kieran.


"Lekak yang benar. Agak berat jika dibandingkan Earl grey atau oolong di Inggris. Dan biasanya teh ini dijual di warung wedhangan atau street food gitu. Makanannya pun enak-enak plus murah. Masing-masing warung punya resep tersendiri karena biasanya ini campuran dari beberapa jenis merk teh di Solo., Oom. Kapan-kapan deh kalau ada waktu, saya ajak ke Solo, kita kulineran."


"Aku jadi penasaran. Apalagi kalau dibilang ada makanan enak dan aku belum pernah makan." Georgina tampak berbinar binar.


"Ini salah satu contohnya gorengan yang ada di Solo. Sensasinya berbeda kalau kita makan langsung disana" Joey memperkenalkan gorengan yang memang tersedia di toko pastry Omanya setiap hari Minggu.



"Ini makannya harus pakai cabai?" tanya Kieran.


"Iya Oom. Sensasinya pedas - pedas gimana gitu" jawab Joey.


Ketiganya pun menikmati acara camilan di toko pastry dan Keiran langsung kepedasan merasakan rawit itu.


"Susu dingin!" pintanya.


"Justru minum teh hangat lebih cepat menghilangkan rasa pedas tapi kalau memang memilih susu dingin... Ya ada sih" cengir Joey yang mendapat pelototan Kieran.


"Kamu tuh berdarah Italia tapi kok kuat Indonesia nya?" kekeh Georgina.


"Soalnya Oma dan Opa masih memakai ajaran Jawa apalagi Oma hobinya masak makanan khas Jawa. Oh apa kamu tahu, setiap kami berulang tahun, pasti dibuatkan nasi kuning. Sayang kalian pas kesini pas tidak ada yang ulang tahun, kalau ada bisa nyicipin."


"Nasi kuning?" tanya Kieran. "Apakah macam nasi kebuli?"


"Hampir mirip tapi rempahnya tidak setajam nasi kebuli" jawab Joey.


Suara ponsel Joey berbunyi dan tampak nama 'Hoshi Reeves' disana.


"Ya Hosh?"


"Bang Joey dimana?" tanya Hoshi.


"Di cafe pastry milik Oma di Shibuya. Memang kenapa Hosh?"


"Sama mbak Gina dan Oom Kieran?"


"Iyalah memang sama siapa lagi?" kekeh Joey.


"Kirain di mansion."


"Memang kena... Jangan bilang Opamu bikin masalah" gelak Joey.


"He was! Benar - benar deh Opaku satu itu!" sungut Hoshi kesal.


"Ya sudah Hosh, jangan marah-marah. Memang apa yang dilakukan Opamu?"


"Ganggu bang Luca."


Joey makin terbahak.


***


Luca menikmati acara makan siang bersama dengan Emi di restauran hotel tempat mereka menginap.



Keduanya tampak kelaparan meskipun sudah mendapatkan sarapan di kamar tadi pagi.


"Ternyata ber*cinta lebih bikin lapar dibanding nge-gym atau main Kendo" gumam Luca sambil memasukkan potongan ayam.


"Lha kamu main acara terus-menerus. Berapa ronde coba?" cebik Emi yang merasa dirinya jalan sedikit tidak nyaman.


"Namanya juga buka segel, Em."


Emi hanya memicingkan matanya ke arah suaminya yang memasang wajah menyebalkan.


"Luc, kita habis ini ke rumah mana?" tanya Emi.


"Mau ke mansion, rumahmu atau penthouse kita?" Luca balik bertanya.


"Terserah kamu. Kita check out hari ini kan?"


"Mau ditambah harinya juga boleh" cengir Luca.


"Hei, mister. Besok aku sudah masuk kantor ya!" pendelik Emi.


"Ah menyebalkan! Ya sudah kita pulang ke penthouse saja di Shibuya."


"Ohya Luc, Millennium Falcon nya kemana?" tanya Emi.


"Di mansion. Kenapa? Mau dibawa ke penthouse?"


Emi menggeleng. "Tidak usah, lebih aman disana."


***


Mansion Al Jordan


Joey, Georgina dan Keiran tiba di mansion setelah menikmati jalan-jalan di Shibuya dan sekitarnya. Di mansion masih ada Opa dan Omanya yang memang menginap disana, Joey sendiri geli melihat wajah Opa Eiji manyun.


"Opa kenapa?" tanya Joey seolah tidak tahu duduk permasalahannya.


"Opamu satu itu kena mental sama cucu kesayangannya" gelak Elang.


"Itu kan gara-gara kamu juga, cumiii!" cebik Eiji kesal.


"Ji, kamu itu sudah tahu bakalan kena omel Hoshi kok ya masih saja usil" kekeh Duncan.


"Kalau kamu gitu terus, keinginan kamu nggak bakalan terwujud lho Ji" timpal Joshua.


"Memang si pianis durjana ini ingin apa Josh?" tanya Ghani.


Kieran hanya mendengarkan percakapan para pria-pria yang mulai menarik diri dari dunia bisnis jadi yang dibicarakan soal anak dan cucu meskipun mereka tidak benar-benar meninggalkan perusahaan mereka.


"Jadi Eiji itu ingin si Hoshi mengucapkan kalau dia sayang Opanya tapi mengingat kelakuan Opanya macam begini, sampai kiamat juga kemungkinan besar Hoshi tidak bakalan mengucapkan kalimat keramat itu" gelak Joshua.


Joey tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan sederhana Eiji tapi yakin bakalan sulit mengingat adik sepupunya itu tidak pernah akur dengan opanya sendiri.


"Opa, gimana kalau diwakili aku? Coba tanya Opa Joshua, aku jarang bilang sayang pada Opa tapi selalu ke Oma" kekeh Joey.


"Dih, rasanya kan beda Joey! Kalau Hoshi bilang sendiri tuh rasanya ayem tahu!" balas Eiji.


"Joey sayang Opa" ucap Joey sambil memeluk Eiji.


"Aaaaaahhhh gak enaaaakk!" protes Eiji sambil berusaha melepaskan pelukan cucunya yang berdarah Italia itu.


Semua sepupu Eiji hanya tertawa melihat keabsurdan mereka berdua dan Kieran menggelengkan kepalanya karena pusing dengan kerusuhan keluarga Kaia.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Buat editor ku... tolong diloloskan dong. Gadha apa2nya lho.