
Apartemen Rin Ichigo
Jam delapan pagi, Rin sudah dikejutkan dengan bel apartemennya yang berbunyi. Dilihatnya dari layar intercom, tampak Luke sudah berdiri disana dengan dandanan santai.
Rin pun bergegas keluar dari apartemennya dan turun untuk menemui Luke yang tampak tidak sabaran.
Yang jemput
Yang dijemput
"Hai! Sudah lama?" tanya Rin sambil tersenyum manis berusaha menghilangkan rasa gugupnya karena harus bertanding Kendo dengan ibu pria ini.
"Baru saja. Ayo, ke rumah Opa" ajak Luke sambil menggandeng tangan Rin.
"Aku tidak bawa pedang Kendo aku."
"Tenang saja, di sana ada banyak pedang Kendo. Kamu bisa memilih sendiri."
"Apa keluarga Park akan menyaksikan?" tanya Rin sambil masuk ke dalam mobil.
"Kamu mencari si Kungkang?" tanya Luke sambil duduk di kursi pengemudi.
"Lho aku hanya bertanya, Yakuza Freezer. Kok kamu kesannya gimana gitu..." sungut Rin gemas.
"Nggak ada. Dobel S sedang diajak ke rumah Jeju!" Luke menstater mobilnya dan meninggalkan halaman apartemen.
Rin terkejut. "Jeju? Jeju Korea Selatan?"
"Kan Oom Hideo separo Korea separo Jepang."
Rin mengangguk.
***
Kediaman Keluarga Takara
Leia dan Dante berjalan-jalan di taman sekitar rumah besar milik keluarga Takara. Keduanya saling bergandengan tangan dan sesekali Dante mencium jari manis Leia yang tersemat cincin darinya.
"Kita menikah disini saja ya Leia. Tempatnya cocok dan sangat indah. Lebih intimate." Dante.
"Are you sure?" Leia menatap Dante dengan wajah berbinar. Sesungguhnya dirinya lebih suka pesta pernikahannya sederhana hanya dihadiri keluarga besarnya saja.
"Kenapa? Apakah kamu suka?" Dante tersenyum ke Leia yang langsung memeluknya erat.
"Sangat suka! Aku selalu ingin menikah hanya dengan kehadiran keluarga saja. Mungkin terdengar egois mengingat relasi keluarga Takara dan Bianchi tapi aku suka private wedding" ucap Leia sambil mendongak menatap Dante dengan matanya berbinar-binar.
"Kita bicarakan ini dengan keluarga mu Leia." Dante mencium bibir Leia lembut.
***
Rin tampak gugup saat turun dari mobil namun lagi-lagi Luke menggandengnya seolah tahu dan memberikan ketenangan kepada dirinya.
"Luke. Bagaimana kalau aku kalah?"
"Daijoubu ( tidak apa-apa )" jawab Luke kalem.
"Rin dengar." Luke berhenti dan menatap gadis itu. "Okāsan menantang kamu Kendo karena okāsan ingin melihat sejauh apa kamu bisa mengimbangi kehidupan aku yang sebagai ketua klan Yakuza Takara. Okāsan tidak mau aku mendapatkan gadis yang tidak bisa membela dirinya, tidak punya sikap dan cengeng. Aku suka cewek yang galak, judes tapi punya prinsip. Dan aku melihat di kamu... apa kiblat aku ke Okāsan dan para Tante aku yang bar-bar" gumam Luke. "Anyway, selama kamu bisa menahan serangan Okāsan, itu sudah awesome."
"Tapi Luke... aku hanya..."
"Hanya apa? Hanya seorang yatim piatu? Yang dua orang tuanya bunuh diri karena hutang? Yang sekolah berdasarkan beasiswa? Yang bekerja sebagai ahli gizi?"
Rin melongo. "Bagaimana kamu tahu?" bisiknya.
"Rin, kan aku sudah bilang kamu sudah lolos screening. Jadi aku tahu semuanya tentang kamu." Luke memegang wajah Rin dengan kedua tangannya. "Just relax, okay. Dan nikmati pertandingan Kendo bersama Okāsan."
***
Dante dan Leia kini sudah berada di arena Kendo yang berada di rumah Takeshi Takara. Sang pemilik rumah sendiri pun sudah duduk manis bersama dengan istrinya didampingi oleh asistennya yang setia dan menantunya yang slengean.
Luke sendiri tampak duduk berlutut di belakang posisi Rin yang sudah memakai pakaian Kendo. Emi sendiri pun sudah siap dengan kendogi, hakama, tenugui dan men. Masing-masing sudah memegang shinai ( pedang Kendo ) dan bersiap-siap.
"Wasitnya siapa ini?" tanya Takeshi.
"Aku saja" ucap Luca.
"Jangan kamu! Nanti kamu berat sebelah!" sungut Takeshi. "Shiki! Seperti biasa..."
"Baik Takara-sama."
***
Rin merasa kewalahan menghadapi Emi yang ternyata memang benar ibu Luke itu sangat jago kendonya.
Hingga terakhir, Emi berhasil memukul Men ( kepala ) Rin hingga poin menjadi 5-2. Rin pun hanya bisa menghela nafas panjang. Levelnya berbeda. Tapi kata Luke, kalau ayahnya tidak bisa dikalahkan oleh ibunya, seberapa jago pria Italia Jepang itu?
"Okāsan sudah menang. Terus maunya gimana?" tanya Luke.
"Kamu sebenarnya punya teknik yang bagus Rin, hanya saja kamu suka ragu untuk menghajar. Meskipun saya ibunya Luke, tapi tetap kamu harus membuang perasaan menahan diri karena tahu siapa lawanmu" ucap Emi sambil membuka men ( helm Kendo ).
"Baik Tante Emi." Rin membungkuk hormat kepada wanita cantik itu.
"Kalau ada waktu, bertandinglah Kendo dengan saya sebab semenjak Leia ke Turin, saya kehilangan teman bertanding. Kalau sama suami, endingnya pasti rusuh!" senyum smirk Emi ke suaminya yang manyun.
"Terima kasih Tante Emi" senyum Rin.
Luke menghampiri Rin. "Okāsan mulai menyukaimu" bisiknya.
"Darimana kamu tahu?" tanya Rin.
"Karena dia mengajak kamu bertanding lagi."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Lanjut besok soalnya aku sudah ngantuk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️